Berita Nasional
Sosok Daryono, Pakar Gempa BMKG yang Memilih Mundur Karena Faktor Kesehatan
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono, memutuskan melepaskan jabatannya sekaligus mengajukan pensiun dini setelah mengalami
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BMKG-Daryono-menyatakan-bahwa-ia-mengundurkan-diri-dari-jabatannya.jpg)
Setelah itu, ia menempuh pendidikan magister di Universitas Udayana sebelum meraih gelar doktor Ilmu Geografi dari UGM pada 2006.
Karier profesionalnya dimulai saat bergabung dengan BMKG sebagai staf teknis di Balai Wilayah III Denpasar, Bali.
Dalam perjalanan kariernya, Daryono juga pernah mengemban tugas sebagai Kepala Subbagian Administrasi Akademik dan Ketarunaan di Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
Namanya semakin dikenal publik ketika menjabat Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami.
Baca juga: Buruan Daftar! Pos Indonesia Buka Program Mudik Gratis Lebaran 2026
Ia kemudian dipercaya menduduki posisi Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG pada 2022.
Selain aktif dalam tugas kedinasan, Daryono juga dikenal produktif dalam kegiatan riset. Sejak 2005, ia telah menghasilkan lebih dari 80 publikasi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional.
Ia juga terlibat dalam organisasi profesi, salah satunya sebagai Wakil Presiden Divisi Mitigasi Bencana Kebumian di Himpunan Ahli Geofisika Indonesia pada 2017. Daryono kemudian tercatat menjadi pengurus pusat organisasi tersebut untuk periode 2022–2024.
(*)