Senin, 18 Mei 2026

Bansos 2025

Kesal tak Diberi Bansos! Warga Bacok Kepala Dusun hingga Luka Parah di Kepala

Ketegangan soal bantuan sosial di Desa Purwodadi Simpang, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan, berubah jadi tragedi berdarah.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Kesal tak Diberi Bansos! Warga Bacok Kepala Dusun hingga Luka Parah di Kepala
TribunGorontalo.com
GARIS POLISI -- Seorang kadus dibacok warganya gara-gara bansos. 

Ringkasan Berita:
  • Seorang pamong Desa Purwodadi Simpang, Lampung Selatan, dibacok dengan celurit oleh warga bernama Warsani di rumahnya, Senin (9/12) malam. 
  • Insiden bermula dari klaim seorang perempuan yang mengaku istri pelaku saat meminta bansos di balai desa, namun pengakuan itu menimbulkan kecurigaan. 
  • Polisi menduga persoalan bantuan sosial menjadi pemicu, sementara pelaku kini dalam pengejaran aparat.

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Ketegangan soal bantuan sosial di Desa Purwodadi Simpang, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan, berubah jadi tragedi berdarah.

Seorang pamong desa, Andi Saputro (36), dibacok dengan celurit oleh warga bernama Warsani di rumahnya, Senin (9/12) malam.

Kapolsek Tanjung Bintang, AKP Edi Qorinas, menegaskan insiden ini bermula dari klaim seorang perempuan yang datang ke balai desa mengaku sebagai istri pelaku untuk meminta bansos.

Klaim itu langsung menimbulkan kecurigaan karena pelaku diketahui belum menikah.

Klaim Istri Fiktif, Bansos Jadi Pemicu Amarah

Pamong desa meminta perempuan tersebut membawa dokumen resmi seperti KTP dan KK. Namun hingga sore hari, perempuan itu tak kembali.

Masuk Desil Berapa? Cek NIK DTSEN 2025 dan Lihat Kamu Dapat Bansos Apa

Situasi yang semula hanya salah paham berubah panas ketika pelaku mendatangi rumah korban.

Tanpa basa-basi, Warsani langsung masuk dan menyerang pamong desa dengan celurit.

Korban menderita luka bacok di kepala, punggung, dan tangan. Warga yang panik segera membawa korban ke rumah sakit.

Polisi Dalami Motif, Bansos Diduga Jadi Pemantik

Kapolsek Edi Qorinas menyebut dugaan awal insiden ini berkaitan dengan persoalan bansos.

“Untuk dugaan sementara dipicu soal bansos. Tapi ini masih kami dalami,” ujarnya.

Polisi kini memburu pelaku yang melarikan diri usai kejadian.

Motif sebenarnya masih ditelusuri, apakah murni soal bantuan sosial atau ada konflik lain yang memicu amarah pelaku.

Bansos Jadi Bara Konflik Sosial

Kasus ini menambah daftar panjang konflik di akar rumput yang dipicu distribusi bantuan sosial. Salah paham, ketidakjelasan data penerima, hingga klaim palsu bisa berujung pada kekerasan.

Pamong desa yang seharusnya menjadi garda depan pelayanan publik justru menjadi korban amarah warga.

Polisi mengingatkan agar distribusi bansos dilakukan transparan dan warga tidak mudah terprovokasi.

 
(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved