Viral Nasional
Wabup Garut dan Warga Adu Argumen Soal Janji Kampanye Rp2 Juta per KK
Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, terlibat dalam perdebatan langsung dengan seorang warga bernama Eddy Suherman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/WABUP-GARUT-DEBAT-Momen-perdebatan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM — Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, terlibat dalam perdebatan langsung dengan seorang warga bernama Eddy Suherman saat menghadiri kegiatan sosialisasi program Infrastruktur Hijau Berbasis Masyarakat di Pondok Pesantren Darurrohman, Sukaresmi, Garut, Senin (6/10/2025).
Peristiwa ini menjadi sorotan publik karena menyangkut transparansi janji kampanye dan respons pejabat terhadap aspirasi warga.
Putri Karlina hadir bersama Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Dony Maryadi Oekon dan perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Eddy, warga Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, hadir sebagai tamu undangan.
Menurut Eddy, suasana awal acara berlangsung santai dan penuh canda, hingga berubah tegang ketika ia menyebut soal bantuan Rp2 juta per kepala keluarga (KK).
“Padahal sebenarnya itu hanya celetukan, bukan ungkapan serius, lebih ke candaan saja,” ujar Eddy kepada Tribun Jabar, Rabu (8/10/2025) malam.
Warga Menagih, Wabup Menjawab
Dalam sambutannya, Putri Karlina menegaskan bahwa janji kampanye tidak dilupakan, melainkan sedang dirancang agar bisa direalisasikan secara bertahap.
“Janji kampanye itu bukan dilupakan tapi diramu, diracik supaya apa yang menjadi tanggung jawab kami yang utama ini terlaksana terlebih dahulu,” ucap Putri Karlina, dikutip dari akun Instagram @wakilbupatigarut.
Setelah acara, Eddy mendekati Putri Karlina dan menanyakan langsung soal progres bantuan Rp2 juta per KK.
Putri menjelaskan bahwa bantuan tersebut hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin ekstrem dan sedang dalam proses pendataan.
Eddy mempertanyakan narasi kampanye yang menurutnya seharusnya ditulis dengan jelas agar tidak menimbulkan harapan keliru.
“Data seperti apa? KK mah tinggal ke Disdukcapil, banyak kok data KK,” kata Eddy.
Ia juga menagih realisasi bantuan UMKM senilai Rp1 juta hingga Rp50 juta.
Menurut Eddy, respons Putri Karlina saat itu disampaikan dengan nada tinggi dan gestur menunjuk, yang kemudian ia balas dengan sikap serupa.
“Saya sempat bilang ke ajudannya, bahwa saya tidak membahayakan Ibu Putri, saya hanya menyampaikan pendapat sebagai warga biasa,” ungkapnya.
Klarifikasi dan Harapan Warga
Eddy menyebut bahwa kejadian tersebut tidak bisa dianggap remeh karena mencerminkan sikap pejabat publik terhadap warga.
Ia berharap Putri Karlina menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat.
“Saya hanya warga biasa, SDM saya di bawah mereka, jadi saya malu kalau sampai pejabat menunjukkan sikap seperti itu di depan umum,” ujarnya.
Putri Karlina kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak, termasuk Eddy, melalui unggahan di Instagram.
“Kalau minta maaf mah udah, pada hari itu juga, ke semuanya… Ke ybs, ke yang punya hajat, ke masyarakat via kamera temen2 wartawan… ke pak bupati, ke pak gubernur, ke mama papa aku, ke suamiku,” tulisnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberaniannya bukan karena status keluarga, melainkan karena prinsip sebagai urang Garut.
“Berani itu karena BENAR!… Saya urang Garut, berfilosofikan Domba Garut. Si tangkas pemberani dengan semangat juang tinggi, petarung yang pantang menyerah.”
| Viral! Guru Telanjangi Siswa Gara-gara Cari Uang Pecahan Rp 75 Ribu yang Hilang, Berujung Dimutasi |
|
|---|
| Daftar Identitas 13 Penumpang Smart Air Selamat dari Penembakan KKB di Papua Selatan |
|
|---|
| Terdesak Biaya Kos hingga Makan, Mahasiswi IPK 3,85 Tapi Nekat Mencuri |
|
|---|
| Tiga Pelaku Penyiraman Air Keras di Jakarta Pusat Ditangkap, Dua di Antaranya Masih Pelajar |
|
|---|
| Tragis! Bocah 5 Tahun di Dompu NTB Meninggal Diduga Dicekik Ayah Sendiri |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.