Viral Nasional
Terungkap! Ponsel Pelaku Penculikan Anak SD di Semarang Berisi Video Korban SMP
Penyelidikan terhadap kasus penculikan anak di Kota Semarang mengungkap fakta baru yang mengejutkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BERITA-GORONTALO-Pria-berinisial-F-diduga-pelaku-penculikan-anak-SD.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM — Penyelidikan terhadap kasus penculikan anak di Kota Semarang mengungkap fakta baru yang mengejutkan.
Polisi menemukan sejumlah video dan dokumen lain di dalam ponsel milik pria berinisial F, tersangka penculikan siswa sekolah dasar (SD), yang juga melibatkan korban dari jenjang sekolah menengah pertama (SMP).
Ketua Tim Elang Polsek Semarang Utara, Aiptu Agus Supriyanto, menyatakan bahwa pelaku menggunakan modus rayuan untuk memaksa para korban membuat video.
“Anak SMP 10-an. Modus hampir sama pelaku ini merayu siswa suruh bikin video,” ujar Agus saat dikonfirmasi, Rabu (8/10/2025).
F diketahui sebagai warga Palir, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, dan bekerja di sebuah barbershop.
Ia ditangkap setelah nekat membawa seorang siswi SD sepulang sekolah.
Salah satu keluarga korban yang melihat kejadian tersebut langsung melakukan pengejaran hingga pelaku berhasil diamankan di pos sekuriti kawasan Tanah Mas, Semarang Utara.
“Setelah diinterogasi dan dicek handphone-nya, ternyata ada dua video korban anak-anak lain,” ungkap Agus.
Berdasarkan identifikasi awal, pelaku membawa para korban ke rumah kosong dan memaksa mereka melakukan tindakan tidak senonoh.
“Semua di bawah umur (SD). Di rumah kosong yang satu video vulgar,” lanjutnya.
Saat ini, pelaku telah diamankan di Polsek Semarang Utara dan akan segera dilimpahkan ke Polrestabes Semarang untuk pendalaman kasus lebih lanjut.
Sebelumnya, video penangkapan pria yang diduga menculik anak SD di Semarang sempat viral di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (7/10/2025) siang di wilayah Semarang Utara.
Salah satu siswa kelas 3 SD di Kelurahan Bulu Lor dilaporkan tidak pulang hingga malam hari, sehingga orang tua korban melapor ke guru dan pihak kepolisian.
“Gerak cepat Jajaran Polrestabes,” tulis akun Instagram @im.semarang_official.
(*)