Minggu, 8 Maret 2026

Demo Gen Z Maroko

Demo Gen Z Maroko Pecah! Ribuan Ditangkap, 3 Orang Tewas

Gelombang unjuk rasa besar-besaran yang dipimpin generasi muda di Maroko terus meluas dan kian memanas.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Demo Gen Z Maroko Pecah! Ribuan Ditangkap, 3 Orang Tewas
GENZ
MAROKO -- Protes anti-pemerintah yang dipimpin pemuda di Maroko atas korupsi, kesehatan masyarakat, dan pendidikan berubah menjadi kekerasan, yang mengakibatkan dua korban jiwa dan ratusan penangkapan dalam seminggu terakhir. GenZ 212, sebuah kampanye anonim yang digerakkan oleh online, mengorganisir gerakan massa menggunakan platform seperti TikTok dan Discord. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Gelombang unjuk rasa besar-besaran yang dipimpin generasi muda di Maroko terus meluas dan kian memanas.

Pemerintah Maroko pada Kamis (2/10/2025) memperbarui jumlah korban tewas menjadi tiga orang, setelah bentrokan keras antara demonstran dan aparat keamanan.

Kerusuhan terbaru pecah di kota kecil Leqliaa, dekat Agadir. Kementerian Dalam Negeri Maroko mengklaim, ketiga korban tewas ditembak saat berusaha merebut senjata polisi.

Namun, hingga kini tidak ada saksi independen yang bisa menguatkan klaim tersebut.

Selain korban jiwa, sebanyak 354 orang mengalami luka-luka, sebagian besar dari kalangan aparat. Ratusan mobil, toko, bank, hingga gedung publik juga dilaporkan rusak di 23 provinsi.

Demo Gen Z: Dari Dunia Maya ke Jalanan

Protes yang menamakan diri Gerakan Gen Z 212 ini awalnya tumbuh di platform digital seperti Discord, lalu menjelma menjadi aksi jalanan.

Tanpa pemimpin resmi, gerakan ini dikuasai oleh anak muda yang melek teknologi dan kritis pada ketimpangan sosial.

Mereka menuding pemerintah lebih mementingkan proyek raksasa, seperti pembangunan stadion untuk Piala Dunia 2030 dan Piala Afrika 2025, sementara sekolah dan rumah sakit dibiarkan terbengkalai.

Slogan seperti “Stadion ada di sini, tapi di mana rumah sakit?” menggema di berbagai kota. Kasus kematian delapan pasien perempuan di sebuah rumah sakit umum di Agadir makin menyulut kemarahan warga.

Kekerasan Meluas, Ribuan Ditangkap

Meski para penggerak aksi di dunia maya menyerukan damai, kekerasan tetap pecah di sejumlah wilayah.

Rekaman warga menunjukkan massa melempari batu dan membakar kendaraan di timur dan selatan Maroko.

Asosiasi Hak Asasi Manusia Maroko melaporkan, sudah lebih dari 1.000 orang ditangkap. Beberapa penahanan bahkan dilakukan saat siaran langsung televisi, ketika warga sedang diwawancara media.

Protes ini mencerminkan keresahan mendalam atas ketimpangan pembangunan di kerajaan Afrika Utara itu.

Meski ekonomi tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir, kesenjangan antarwilayah serta minimnya lapangan kerja membuat generasi muda merasa ditinggalkan.

Pemerintah membantah tudingan mengorbankan layanan publik demi event olahraga, dengan alasan masalah di sektor kesehatan adalah “warisan lama” dari pemerintahan sebelumnya.

Namun, kemarahan rakyat tampaknya kian sulit dibendung.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Minggu, 08 Maret 2026 (18 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:11
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved