Gempa Bumi
Gempa Magnitudo 2,7 Guncang Laut Seram, BMKG Imbau Warga Tetap Waspada
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,7 mengguncang wilayah Laut Seram pada Rabu (17/9/2025) pukul 16.55 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GEMPA-BUMI-Gempa-hari-ini-baru-saja-terjadi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,7 mengguncang wilayah Laut Seram pada Rabu (17/9/2025) pukul 16.55 WIB.
Berdasarkan data BMKG, episenter gempa berada di koordinat 2.93 Lintang Selatan dan 128.77 Bujur Timur, dengan kedalaman 9 kilometer.
Gempa terjadi di laut, tepatnya di kawasan Ceram Sea. Hingga saat ini, belum ada laporan gempa tersebut dirasakan warga sekitar.
Zona Aktif Gempa: Laut Seram di Jalur Lempeng Aktif
Wilayah Laut Seram termasuk dalam zona seismik aktif karena berada di pertemuan tiga lempeng besar: Indo-Australia, Pasifik, dan Eurasia.
Aktivitas tektonik di kawasan ini dipengaruhi oleh subduksi dan patahan lokal yang kerap memicu gempa dangkal.
BMKG mencatat bahwa gempa-gempa kecil hingga sedang sering terjadi di wilayah ini, terutama akibat pergerakan sesar lokal dan aktivitas subduksi di zona Banda Sea dan Seram Trough.
Magnitudo Kecil, Kedalaman Dangkal: Dampak Terbatas
Gempa dengan magnitudo 2,7 tergolong kecil dan biasanya tidak menimbulkan kerusakan.
Namun, karena kedalamannya hanya 9 kilometer, getaran bisa terasa di permukaan, terutama jika berada dekat dengan pusat gempa.
Gempa dangkal seperti ini berpotensi mengejutkan warga, meski dampaknya terbatas. Intensitasnya diperkirakan berada di skala II–III MMI: getaran ringan, dirasakan oleh sebagian orang, benda-benda ringan bergoyang.
Imbauan BMKG: Tetap Tenang, Kenali Risiko
BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun tetap mengimbau masyarakat untuk:
Tetap tenang dan tidak panik
Menghindari bangunan tua atau retak
Memastikan jalur evakuasi dan titik kumpul
Menyimpan barang penting di tempat mudah dijangkau
Mengikuti informasi resmi dari BMKG melalui aplikasi dan kanal sosial media
“Gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun tetap perlu diwaspadai. Kami imbau masyarakat tetap tenang dan pantau informasi resmi,” ujar Kepala Stasiun Geofisika Ambon, Djati Cipto Kuncoro.
Tetap Waspada, Jangan Terpengaruh Isu Hoaks
BMKG menegaskan bahwa informasi gempa yang disampaikan bersifat sementara dan dapat diperbarui seiring kelengkapan data. Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah,” tulis BMKG dalam pernyataan resminya.
Untuk pemantauan lanjutan, masyarakat dapat mengakses info resmi BMKG atau aplikasi InfoBMKG.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.