Berita Nasional
Indonesia Rugi Rp 16,85 Triliun Usai Demo, BI Catat Capital Outflow Besar-Besaran
Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar dari pasar keuangan domestik sebesar Rp 16,85 triliun dalam tiga hari pertama September.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/CAPITAL-Seorang-karyawan-bank-menghitung-uang.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM — Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar dari pasar keuangan domestik sebesar Rp 16,85 triliun dalam tiga hari pertama September.
Lonjakan capital outflow ini terjadi tepat setelah rangkaian demonstrasi nasional yang berlangsung pada 28–31 Agustus 2025 di berbagai kota besar.
Data resmi BI menunjukkan bahwa dana asing keluar dari tiga instrumen utama.
Dari pasar saham sebesar Rp 3,87 triliun, Surat Berharga Negara (SBN) Rp 7,69 triliun, dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) Rp 5,29 triliun.
“Berdasarkan data transaksi 1–3 September 2025, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp 16,85 triliun,” kata Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, dalam keterangan tertulis.
Lonjakan capital outflow ini dinilai sebagai respons investor terhadap meningkatnya ketidakpastian sosial-politik pasca demonstrasi.
Aksi massa yang berlangsung selama empat hari memicu gangguan aktivitas ekonomi, kerusakan fasilitas publik, dan peningkatan risiko pasar.
Seiring keluarnya dana asing, premi risiko investasi Indonesia (Credit Default Swap/CDS) tenor 5 tahun naik dari 69,52 basis poin pada 29 Agustus menjadi 71,57 basis poin per 3 September.
Kenaikan CDS mencerminkan persepsi risiko yang lebih tinggi terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.
Nilai tukar rupiah juga sempat tertekan. Pada Rabu (3/9), rupiah ditutup di level Rp 16.410 per dolar AS, dan dibuka melemah ke Rp 16.430 pada Kamis (4/9/2025), sebelum menguat tipis.
Sementara itu, yield SBN tenor 10 tahun turun ke 6,35 persen, menandakan pergeseran minat investor ke instrumen yang lebih aman.
Kerugian yang Lebih Luas
Tak hanya kerugian pasar, pemerintah daerah melaporkan kerusakan infrastruktur publik akibat demonstrasi, termasuk halte, kantor DPR/DPRD, dan fasilitas transportasi.
Total kerugian fisik ditaksir mencapai Rp 1,2 triliun, belum termasuk dampak produktivitas dan gangguan layanan publik.
Sementara itu, dari awal tahun hingga 3 September 2025, BI mencatat:Dana asing keluar dari pasar saham sebesar Rp 51,78 triliun, dana keluar dari SRBI sebesar Rp 106,38 triliun, dan dana masuk ke SBN sebesar Rp 68,02 triliun
BI menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.
Strategi bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran akan dioptimalkan guna meredam tekanan pasar dan menjaga stabilitas nilai tukar.
“BI terus memperkuat bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal,” ujar Ramdan.
(*)