Breaking News
Minggu, 8 Maret 2026

Demo Buruh 2025

Viral! Petugas Medis Dihajar Polisi Saat Evakuasi Pendemo di Solo, Satu Alami Luka di Kepala

Tak hanya massa aksi yang jadi korban, dua petugas medis juga dilaporkan mengalami tindak kekerasan dari oknum anggota polisi saat bertugas.

Tayang:
Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Viral! Petugas Medis Dihajar Polisi Saat Evakuasi Pendemo di Solo, Satu Alami Luka di Kepala
kompasiana
ILUSTRASI KEKERASAN -- Tak hanya massa aksi yang jadi korban, dua petugas medis juga dilaporkan mengalami tindak kekerasan dari oknum anggota polisi saat bertugas mengevakuasi korban, Jumat (29/8/2025) malam. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Aksi solidaritas atas tewasnya driver ojek online (ojol) di Jakarta memanas di Kota Solo, Jawa Tengah.

Tak hanya massa aksi yang jadi korban, dua petugas medis juga dilaporkan mengalami tindak kekerasan dari oknum anggota polisi saat bertugas mengevakuasi korban, Jumat (29/8/2025) malam.

Kedua korban adalah Raditya Bagas Nugroho Adi, seorang relawan pengawal ambulans, dan Dika, sopir ambulans. 

Keduanya menjadi sasaran pemukulan di tengah kericuhan yang terjadi di depan Mako Brimob Polda Jateng, Jalan Adi Sucipto, hingga meluas ke Jalan Slamet Riyadi.

Baca juga: Video Kampanye Damai Dihapus, Marshel Widianto Diserbu Netizen: Cair 150 Juta?

Baca juga: Kantor DPRD Makassar Dibakar Massa, Warga Menjarah Barang dan Berfoto di Tengah Puing

Kekerasan yang menimpa keduanya terjadi saat bertugas di aksi solidaritas depan Mako Batalyon C Satbrimob Polda Jawa Tengah di Jalan Adi Sucipto, Solo, yang kemudian menjalar ke Jalan Slamet Riyadi.

TANGKAPAN LAYAR - VIdeo diduga penganiayaan petugas medis saat demonstrasi di Solo. Petugas itu disebut membawa pasien korban gas air mata saat demo di Jalan Slamet Riyadi, pada Jumat (29/8/2025).
TANGKAPAN LAYAR - VIdeo diduga penganiayaan petugas medis saat demonstrasi di Solo. Petugas itu disebut membawa pasien korban gas air mata saat demo di Jalan Slamet Riyadi, pada Jumat (29/8/2025). (TribunSolo.com/Istimewa)

Aksi ini buntut tewasnya driver ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan (21).

Korban meregang nyawa setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Korps Brimob Polri di Jakarta, pada Kamis (28/8/2025) kemarin.

Kronologi kejadian

Raditya menceritakan kronologi kejadian yang menimpanya.

Semua bermula saat dirinya yang sedang naik motor berusaha membukakan jalan jalur untuk ambulans.

Ambulans yang dikendari Dika membawa pendemo korban tembakan gas air mata aparat.

"Tiba-tiba saya diberhentikan polisi. Tanpa alasan yang jelas, saya langsung dihajar, motor saya ditendang."

"Saya coba lari, tapi belum sempat turun dari motor,” jelas Raditya, dikutip dari TribunSolo.com, Sabtu (30/8/2025).

Raditya melanjutkan, alasan dirinya jadi bulan-bulanan polisi karena dituduh sebagai provokator.

Padahal dirinya berstatus relawan yang membantu penanganan medis.

“Saya dituduh sebagai provokator dan langsung dihajar," tegasnya.

Selamatkan diri masuk ambulans

Raditya kemudian berusaha menyelamatkan diri masuk ke mobil ambulans yang dikendarai Dika.

Melihat hal tersebut, Dika berusaha melindungi Raditya.

Akan tetapi keduanya malah mendapatkan tindak kekerasan dari polisi.

Akibat kejadian ini, keduanya luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Bahkan, Dika menderita luka terbuka di bagian kepala.

Baca juga: Kantor DPRD Makassar Dibakar Massa, Warga Menjarah Barang dan Berfoto di Tengah Puing

Raditya dan Dika dilarikan ke dua rumah sakit berbeda.

“Saya minta perlindungan ke mobil ambulans di belakang saya, tapi saya tetap dikejar, dipukul, dan ditendang."

"Sopir ambulans turun untuk melindungi saya, tapi justru dia juga kena pukul di bagian kepala hingga mengalami luka bocor,” lanjutnya.

“Saya sempat ditarik oleh mereka, tapi teman-teman saya berhasil menarik saya masuk ke ambulans. Setelah itu, kami langsung dibawa ke rumah sakit. Saya ke Panti Waluyo, teman saya ke RS PKU Muhammadiyah Solo,” tambah Raditya.

Raditya dalam kesempatannya meluapkan kekecewaannya.

Ia menayangkan aksi represif kepolisian, padahal dirinya hanya relawan membantu evakuasi pendemo yang terluka.

Selain alami luka fisik, Raditya juga kehilangan motor saat terjadi aksi kekerasan.

"Motor saya juga tertinggal di lokasi."

"Saat dicek teman saya, motornya sudah tidak ada,” tutup Raditya.

Video kekerasan viral di media sosial

Berdasarkan penelusuran Tribunnews, aksi kekerasan terhadap Raditya dan Dika viral.

Videonya saat dikeroyok anggota polisi menjadi bahan perbincangan setelah diunggah sejumlah akun X, seperti @barengwarga.

Pada awal rekaman tampak polisi mulai menganiaya korban.

Korban kemudian lari ke dalam ambulans guna menyelamatkan diri.

Rekan yang melihat kejadian ini berusaha melindungi korban.

"Hey, hey petugas medis hey. Mas medis mas, medis," teriak rekan kepada polisi.

Video kemudian memperlihatkan kedua korban tampak terbaring di bed rumah sakit.

Kepala korban memerah lantaran berlumuran darah.

Baca juga: Aksi Massa Berujung Maut! Fotografer dan Staf DPRD Makassar Tewas Terjebak Asap

Hingga Sabtu (30/8/2025), video di atas sudah ditonton lebih dari 149 ribu kali.

Ratusan pengguna X ikut meramaikan dengan berbagai komentarnya.

Termasuk mengecam tindakan represif dari aparat kepolisian.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Minggu, 08 Maret 2026 (18 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:11
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved