Bacaan Niat
Hidupmu Terasa Berat? Yuk Bangun Malam untuk Salat Tahajud, Simak Waktu dan Keutamaannya
Ibadah ini bukanlah sekadar sujud dan doa di tengah malam, tetapi menjadi ruang pribadi yang ingin mengadu, memohon dan mempercayakan segalanya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-Seorang-muslim-yang-sedang-salat-tahajud.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Pernahkah hidup kamu terasa berat dan seolah tak ada jalan keluar dari kesusahan yang dialami?
Dalam keheningan dan suasana malam, di saat orang lain terlelap justru menjadi waktu paling teristimewa untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Itulah waktu sepertiga malam, di mana waktu paling baik untuk umat Muslim dianjurkan untuk menunaikan Salat Tahajud.
Ibadah ini bukanlah sekadar sujud dan doa di tengah malam, tetapi mampu menjadi ruang pribadi bagi mereka yang ingin mengadu, memohon dan mempercayakan segalanya kepada Allah Swt.
Di waktu inilah, setiap bisikan doa diyakini lebih dekat untuk diijabah.
Dilansir dari TribunPontianak.com, agar Salat Tahajud dapat dilaksanakan dengan baik, harus disesuaikan dengan ketentuan dalam syariat Islam.
Diawali dengan tidur terlebih dahulu meski sebentar atau sekedar terlelap setelah salat Isya.
Waktu Salat Tahajud dibagi menjadi tiga bagian sebagai berikut :
- Sepertiga malam Pertama, yaitu dari pukul 19.00 sampai pukul 22.00, ini saat utama.
- Sepertiga malam Kedua, yaitu dari pukul 22.00 sampai pukul 01.00, ini saat yang paling utama
- Sepertiga malam Ketiga, yaitu pukul 01.00 sampai dengan masuknya waktu subuh, ini adalah saat yang paling utama.
Pilihlah waktu sesuai dengan kemampuan untuk melaksanakan salat tahajud dan manfaatkan hari Jumat sebagai hari Sayyidul Ayyam.
Niat Sholat Tahajud
صَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatat-tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya:
“Aku niat salat sunah Tahajud dua rakaat menghadap kiblat karena Allah”
Rakaat Pertama disunnahkan setelah membaca surah Al-Fatiha membaca Surah An-Nas. Kemudian para rakaat kedua disunnahkan setelah surah Al-Fatiha membaca Surah Al-Ikhlas.
Doa Salat Tahajud
Setelah menyelesaikan 2 rakaat salat tahajud lalu bisa berdoa sebagai berikut:
اَللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَالِكُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ اَللّٰهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ، اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ
Allahumma lakal hamdu anta qayyimus samawaati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal hamdu laka mulkus samawaati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal hamdu anta nuurus samawaati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal hamdu anta malikus samawaati wal ardhi, wa lakal hamdu antal haqqu, wa wa’dukal haqqu, wa liqaa-ukal haqqu, wal jannatu haqqun, wan naaru haqqun, wan nabiyyuuna haqqun, wa Muhammadun shallallahu ‘alaihi wa sallama haqqun, was saa’atu haqqun, allahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa ‘alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu, wa bika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfir lii maa qaddamtu, wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa a’lantu, antal muqaddimu, wa antal muakhkhiru, laa ilaaha illa anta aw laa ilaaha ghairuka wa laa haula wa laa quwwata illa billahi.
Artinya:
“Ya Allah, milikmulah segala puji. Engkaulah penegak langit dan bumi serta apa-apa yang ada di dalamnya, milik-Mu lah segala puji, milik-Mu lah kerajaan langit dan bumi dan apa-apa yang ada di dalamnya, milik-Mu lah segala puji, Engkaulah cahaya langit dan bumi dan apa-apa yang ada di dalamnya, milik-Mu lah segala puji, Engkaulah penguasa langit dan bumi , milik-Mu lah segala puji, Engkaulah yang benar dan janjimu adalah benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, perkataanmu benar, surga-Mu itu benar ada, neraka itu benar ada, para nabi itu benar, Nabi Muhammad Saw itu benar, dan kiamat itu benar ada. Ya Allah hanya kepada-Mu lah aku berserah diri, hanya kepada-Mu lah aku beriman, hanya kepada-Mu lah aku bertawakkal, hanya kepada-Mu lah aku kembali, hanya dengan-mu lah aku menghadapi musuh, dan hanya kepada-Mu lah aku berhukum. Maka ampunilah aku atas segala dosa yang telah aku lakukan dan yang mungkin akan aku lakukan, dosa yang aku lakukan sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Engkaulah yang Maha terdahu
Keutamaan Salat Tahajud
1. Shalat yang Utama di bawah salat fardhu
Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik puasa setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram, dan sebaik-baik salat setelah salat yang fardhu adalah salat malam.” (HR. Muslim)
2. Kemuliaan Bagi Mukmin
Rasulullah SAW bersabda, Malaikat Jibril mendatangiku lalu berkata:
Wahai Muhammad, hiduplah sekehendakmu karena kamu akan mati.
Cintailah seseorang sekehendakmu karena kamu akan berpisah dengannya dan beramallah sekehendakmu karena kamu akan diberi balasan.
Dan ketahui lah bahwa kemuliaan seorang Mukmin itu ada pada salat malamnya dan tidak merasa butuh terhadap manusia.” (HR. Hakim)
3. Dikabulkannya Doa
Keutamaan salat tahajud berikutnya yakni dikabulkan doanya. Tuhan berjanji akan memenuhi doa para ahli Tahajud.
Rasulullah SAW bersabda, “Pada malam hari, ada satu saat ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah SWT memberinya. Itu berlangsung pada setiap malam.” (HR. Muslim dan Ahmad dari Jabir)
4. Menjauhkan Dari Perbuatan Dosa dan Kesalahan
Rasulullah SAW bersabda: “Hendaklah kalian melakukan salat malam karena ia adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian, ia sebagai amal taqarrub bagi kalian kepada Allah, menjauhkan dosa, dan penghapus kesalahan.” (HR. at-Tirmidzi)
5. Wasiat Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW bersabda: “Wahai manusia! Sebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah silaturahmi dan salatlah di malam hari ketika orang lain sedang tidur, niscaya kalian akan masuk Surga dengan selamat.” (HR. Ahmad). (*)
Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.