Pemkot Gorontalo
Nama-nama 3 Sekolah Dasar di Kota Gorontalo Direhabilitasi Total Pemerintah Pusat
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan memberikan bantuan rehabilitasi terhadap tiga sekolah dasar di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Pendidikan-Kota-Gorontalo-Husin-Ali-diwawancarai-usai-pelantikan.jpg)
Ringkasan Berita:
- Tiga sekolah dasar (SDN 5 Kota Barat, SDN 55 Kota Timur, dan SDN 15 Kota Dungingi) mendapat bantuan rehabilitasi total dari Kementerian Pendidikan untuk memperbaiki kondisi fisik bangunan
- Program ini sangat membantu Kota Gorontalo yang memiliki keterbatasan anggaran, sehingga sekolah bisa kembali layak dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar
- Selain rehabilitasi, Dinas Pendidikan Kota Gorontalo menyiapkan program “Make Up School”
TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan memberikan bantuan rehabilitasi terhadap tiga sekolah dasar di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di daerah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, Husin Ali, mengatakan bahwa ketiga sekolah yang mendapatkan program rehabilitasi tersebut seluruhnya merupakan sekolah dasar.
“Program ini merupakan program unggulan dari Kementerian Pendidikan berupa rehabilitasi gedung sekolah. Di Kota Gorontalo ada tiga sekolah yang mendapatkan program ini, semuanya tingkat SD,” ujar Husin Ali saat diwawancarai, Senin (9/3/2026).
Tiga sekolah yang dimaksud yakni SDN 5 Kota Barat, SDN 55 Kota Timur, dan SDN 15 Kota Dungingi.
Menurut Husin, rehabilitasi dilakukan secara menyeluruh, bukan sekadar perbaikan ringan. Pemerintah pusat melakukan rehabilitasi total terhadap bangunan sekolah sehingga kondisi fisiknya kembali layak dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar.
Ia mengaku telah meninjau langsung kondisi fisik sekolah yang masuk dalam program tersebut. Dari hasil peninjauan, ia menilai program dari pemerintah pusat sangat membantu daerah yang memiliki keterbatasan anggaran.
“Rehabilitasinya total. Saya sudah melihat langsung kondisi sekolahnya dan itu luar biasa. Jadi program dari kementerian ini sangat terasa manfaatnya bagi daerah,” katanya.
Husin menjelaskan, masih ada sejumlah sekolah yang membutuhkan perhatian dari segi sarana dan prasarana. Namun keterbatasan anggaran daerah membuat perbaikan tidak bisa dilakukan sekaligus.
Baca juga: Nama-nama 171 Kepala Sekolah Dilantik Bupati Gorontalo Hari Ini 6 Maret 2026
Karena itu, pihaknya terus berupaya memperbaiki data kondisi sekolah agar dapat menjadi dasar bagi pemerintah pusat dalam memberikan bantuan.
“Basisnya sekarang adalah data. Kami di daerah fokus memperbaiki dan melengkapi data kondisi sekolah. Nanti dari pusat akan melihat data tersebut untuk menentukan bantuan,” jelasnya.
Ia menambahkan, meskipun belum ada sekolah yang benar-benar terbengkalai, masih terdapat beberapa sekolah yang membutuhkan perbaikan agar fasilitasnya lebih layak bagi siswa dan guru.
Untuk total anggaran sendiri, Husin mengaku belum mengetahui pasti karena baru beberapa minggu menjabat Kepala Dinas Pendidikan. Ia berjanji akan segera melakukan pengecekan terhadap anggaran tersebut.
Selain program rehabilitasi sekolah dari pemerintah pusat, Dinas Pendidikan Kota Gorontalo juga menyiapkan sejumlah program pembenahan di sektor pendidikan.
Saat ini, pihaknya tengah mendorong program bertajuk “Make Up School” yang menjadi salah satu fokus peningkatan kualitas sekolah di Kota Gorontalo. Program tersebut menitikberatkan pada pertumbuhan kualitas guru serta kenyamanan siswa selama berada di lingkungan sekolah.
“Konsepnya sederhana, guru harus bertumbuh dan murid harus merasa senang serta bangga berada di sekolahnya,” kata Husin.
Melalui program itu, berbagai aspek kecil namun penting mulai dibenahi. Salah satunya adalah kebersihan fasilitas dasar seperti toilet sekolah.
Menurut Husin, kebersihan toilet sering kali dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh terhadap kenyamanan siswa. Sebagai bentuk motivasi, Dinas Pendidikan berencana memberikan penilaian rutin terhadap kebersihan toilet sekolah.
“Nanti setiap tanggal 24 setiap bulan kita umumkan toilet terbersih dan toilet terkotor di sekolah-sekolah. Tujuannya untuk memotivasi sekolah agar lebih peduli dengan kebersihan,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga mendorong peningkatan kompetensi guru melalui program penguatan kapasitas yang bekerja sama dengan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan.
Program lain yang sedang disiapkan adalah digitalisasi sekolah serta redistribusi guru agar kualitas pendidikan di setiap sekolah dapat merata.
“Redistribusi guru ini bukan soal suka atau tidak suka, tetapi berdasarkan kompetensi. Tujuannya agar semua sekolah di Kota Gorontalo memiliki kualitas yang sama,” ujarnya.
Dengan berbagai program tersebut, Husin berharap tidak ada lagi anggapan sekolah favorit dan nonfavorit di Kota Gorontalo.
Ia menegaskan bahwa seluruh sekolah harus memiliki kualitas setara sehingga siswa dapat memperoleh pendidikan yang baik di mana pun mereka belajar.
“Harapannya semua sekolah memiliki kualitas yang sama. Jadi tidak ada lagi sekolah favorit, karena di seluruh sekolah kualitasnya merata,” pungkasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.