Kebakaran Rumah Gorontalo
5 Fakta Penting Kebakaran Rumah di Siendeng Kota Gorontalo yang Tewaskan Yeti Mahmud
Kebakaran tragis melanda sebuah rumah di Kelurahan Siendeng, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo, Jumat (13/2/2026) sore sekitar pukul 15.30 Wita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KEBAKRAN-Petugas-dari-Polri-turun-langsung-identifikasi-korban.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kebakaran rumah di Kelurahan Siendeng, Kota Gorontalo, Jumat (13/2/2026) sore menewaskan seorang perempuan bernama Yeti Mahmud (48) yang diduga terjebak saat tertidur di dalam rumah.
- Api membesar dengan cepat hingga melalap sebagian besar bangunan dan menyebabkan korban ditemukan dalam kondisi tertimbun puing.
- Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas, sementara penghuni rumah yang selamat mengungsi ke rumah tetangga.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Kebakaran tragis melanda sebuah rumah di Kelurahan Siendeng, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo, Jumat (13/2/2026) sore sekitar pukul 15.30 Wita.
Peristiwa ini menewaskan seorang perempuan dan memicu kepanikan warga sekitar.
Kobaran api yang membesar dengan cepat membuat proses penyelamatan berlangsung dramatis. Berikut lima fakta penting dari peristiwa tersebut.
1. Kebakaran menewaskan seorang perempuan
Korban meninggal dunia diketahui bernama Yeti Mahmud (48).
Ia ditemukan setelah api berhasil dipadamkan dalam kondisi tertimbun puing bangunan yang runtuh akibat dilalap api.
Baca juga: Petugas Damkar Gorontalo Ungkap Penyebab Api Cepat Menyebar saat Kebakaran Rumah di Siendeng
Posisi tubuh korban terlihat miring dan terhimpit material kayu yang telah hangus terbakar.
Pakaian yang dikenakan korban dilaporkan ikut terbakar, sementara kondisi fisiknya mengalami luka bakar hampir di seluruh tubuh.
Tetangga korban, Hermut Pantoiyo, mengenang sosok korban sebagai pribadi yang baik dan dekat dengan warga sekitar.
“Dia orang baik, kasiang,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Menurutnya, korban dikenal ramah, aktif membantu membuat kue, serta rutin mengikuti kegiatan keagamaan di lingkungan sekitar.
2. Api membesar sangat cepat dan melalap rumah
Rumah bercat kuning yang dihuni sembilan orang tersebut dilaporkan terbakar hebat dalam waktu singkat.
Api dengan cepat merambat ke seluruh bagian bangunan hingga menyebabkan kerusakan parah dan membuat sebagian struktur rumah runtuh.
Warga sekitar sempat berupaya membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum petugas datang.
Petugas pemadam kebakaran bersama BPBD, aparat TNI-Polri, serta warga setempat akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api setelah melakukan upaya pemadaman secara intensif.
3. Korban diduga tertidur saat kebakaran terjadi
Saat kebakaran terjadi, korban diduga sedang tertidur di dalam kamar bersama seorang cucu. Kondisi tersebut membuat korban tidak menyadari api yang mulai membesar hingga akhirnya terjebak di dalam rumah.
Hermut mengaku sempat berupaya masuk ke rumah untuk menyelamatkan korban, namun gagal karena api sudah terlalu besar.
“Saya sempat masuk, tapi cuma sampai di jendela situ karena api sudah besar,” ungkapnya.
4. Pemilik rumah berhasil menyelamatkan cucu saat kepanikan terjadi
Pemilik rumah, Yeni Mahmud (62), menceritakan detik-detik awal kebakaran yang berlangsung begitu cepat.
Ia mengaku tidak mengetahui sumber api, namun asap tebal tiba-tiba terlihat memenuhi bagian atas rumah.
“Saya juga tidak tahu, asap sudah banyak,” katanya.
Saat kejadian, Yeni sedang beristirahat di dalam rumah. Ketika asap semakin pekat, ia panik dan langsung membawa cucunya keluar untuk menyelamatkan diri.
Dalam kepanikan tersebut, ia belum menyadari bahwa saudarinya masih berada di dalam rumah.
“Saya sudah panik, saya keluar dengan dia (cucu),” ujarnya.
Ia baru menyadari korban masih berada di dalam rumah setelah api mulai membesar.
“Saya sudah panggil-panggil dia, tapi tidak menjawab,” ungkapnya dengan nada sedih.
5. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan
Hingga saat ini, pemicu pasti kebakaran belum diketahui. Petugas masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber api serta kemungkinan faktor pemicu kebakaran.
Sementara itu, para penghuni rumah yang selamat terpaksa mengungsi ke rumah tetangga karena bangunan mengalami kerusakan berat.
Peristiwa ini menyita perhatian warga sekitar yang memadati lokasi kejadian.
Sejumlah warga terlihat histeris saat proses evakuasi korban dilakukan.
Tragedi tersebut menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran rumah yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Berikut poin-poin penting dari peristiwa tersebut:
- Kebakaran terjadi di Kelurahan Siendeng, Kota Gorontalo pada Jumat, 13 Februari 2026 sore.
- Peristiwa ini menewaskan seorang perempuan bernama Yeti Mahmud (48).
Korban diduga terjebak di dalam rumah karena sedang tertidur saat kebakaran terjadi. - Api membesar dengan cepat hingga menyebabkan bangunan mengalami kerusakan parah.
- Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas, sementara korban selamat mengungsi ke rumah tetangga.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.