Kebakaran Sekolah di Gorontalo
Kebakaran di SMP Negeri 1 Batudaa Gorontalo
Kebakaran melanda satu unit bangunan sekolah di SMP Negeri 1 Batudaa, Desa Pilobuhuta
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Satu-unit-bangunan-sekolah-di-SMP-Negeri-1-Batudaa-ffffffff888.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Kebakaran melanda satu unit bangunan sekolah di SMP Negeri 1 Batudaa, Desa Pilobuhuta, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo Jumat (6/3/2026) pagi.
Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan masyarakat kepada petugas piket pemadam kebakaran sekitar pukul 06.56 Wita. Laporan diterima oleh petugas piket Damkar Kabupaten Gorontalo.
Setelah menerima informasi tersebut, personel pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gorontalo langsung bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 06.57 Wita. Petugas tiba di lokasi kebakaran sekitar pukul 07.09 Wita.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gorontalo, Udin Pango menjelaskan bahwa kebakaran diketahui setelah masyarakat menghubungi petugas pemadam kebakaran.
“Berdasarkan informasi yang diterima petugas piket Damkar Kabupaten Gorontalo pada pukul 06.56 Wita, telah terjadi kebakaran di salah satu bangunan sekolah SMP Negeri 1 Batudaa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan penjaga sekolah, kebakaran terjadi tidak lama setelah aktivitas pembukaan gerbang sekolah.
Kebakaran Terjadi Setelah Gerbang Sekolah Dibuka
Penjaga sekolah, Iskandar Dukalang, diketahui membuka pintu gerbang sekolah sekitar pukul 06.00 Wita sebelum kembali ke rumahnya.
Tidak lama kemudian, warga menghubunginya dan memberitahukan bahwa bangunan sekolah tersebut telah terbakar.
Mendengar kabar tersebut, Iskandar segera kembali menuju lokasi sekolah untuk memastikan kondisi bangunan.
Sesampainya di lokasi, ia berupaya mengamankan sejumlah dokumen penting sekolah yang belum sempat terbakar.
Sementara itu, masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian segera menghubungi nomor piket pemadam kebakaran Kabupaten Gorontalo untuk meminta bantuan pemadaman.
Dalam proses penanganan kebakaran, tim Damkar mengerahkan dua unit armada pemadam.
Satu unit mobil pemadam berasal dari Damkar Kabupaten Gorontalo, sementara satu unit lainnya berasal dari Damkar Provinsi Gorontalo.
Selain itu, sebanyak enam personel dari regu Yudha turut diterjunkan untuk melakukan pemadaman api di lokasi kejadian.
“Petugas langsung melakukan penanganan setelah tiba di lokasi agar api tidak semakin meluas ke bagian bangunan lainnya,” jelasnya.
Sejumlah unsur lain juga turut membantu proses penanganan kebakaran di lokasi, di antaranya personel TNI dan Polri, pihak PLN, serta masyarakat setempat. Kerja sama berbagai pihak tersebut membantu mempercepat proses pengendalian api hingga akhirnya berhasil dipadamkan.
Akibat peristiwa tersebut, satu unit bangunan sekolah dilaporkan mengalami kerusakan.
Selain bangunan sekolah, beberapa barang yang berada di dalam ruangan juga turut terdampak kebakaran, di antaranya dokumen penting sekolah, perangkat laptop, serta kursi.
Meski demikian, dalam kejadian tersebut tidak terdapat laporan korban jiwa.
Hingga saat ini penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Setelah beberapa jam proses penanganan berlangsung, situasi di lokasi kebakaran akhirnya dinyatakan aman dan terkendali.
Seluruh personel dan armada pemadam kebakaran kemudian kembali ke markas komando pada pukul 11.44 Wita.
Pihak pemadam kebakaran memastikan seluruh personel yang terlibat dalam operasi pemadaman berada dalam kondisi sehat dan peralatan yang digunakan dalam keadaan baik.
“Setelah proses penanganan selesai, seluruh unit dan personel kembali ke markas dengan kondisi aman. Personel dalam keadaan sehat dan peralatan juga dalam kondisi baik,” pungkasnya. (*/Jefri)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.