Selasa, 9 Juni 2026

Berita Internasional

Perang Iran Meluas ke Banyak Negara, Lebih dari 1.300 Orang Tewas dalam Enam Hari

Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran terus meluas setelah serangan balasan terjadi di berbagai wilayah Timur Tengah hingga

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Perang Iran Meluas ke Banyak Negara, Lebih dari 1.300 Orang Tewas dalam Enam Hari
TribunGorontalo.com
SERANGAN -- Iran menyebut Amerika ungkapkan 4 syarat agar tak diserang. Syarat ini tak diungkapkan. 

Di Uni Emirat Arab, sebuah drone ditembak jatuh di dekat pangkalan udara Al Dhafra dan serpihan yang jatuh melukai enam orang.

Sementara itu, Qatar melaporkan adanya serangan rudal di ibu kota Doha setelah warga di sekitar Kedutaan Besar Amerika Serikat dievakuasi sebagai langkah pencegahan.

Bahrain dan Arab Saudi Cegat Serangan Iran
Arab Saudi juga menyatakan telah mencegat sebuah drone di dekat perbatasannya dengan Yordania.

Sementara itu, Bahrain mengklaim pasukannya telah mencegat 75 rudal balistik dan 124 drone Iran sejak perang dimulai.

Sebuah rudal Iran juga dilaporkan menghantam kilang minyak milik pemerintah Bahrain. Namun otoritas setempat menyatakan kebakaran berhasil dipadamkan dan fasilitas tetap beroperasi.

Konflik Meluas ke Kaukasus dan Lebanon

Konflik juga merembet hingga kawasan Kaukasus. Azerbaijan menuduh Iran meluncurkan drone yang jatuh di dekat bandara di wilayah eksklave Nakhchivan dan melukai empat warga sipil.

Namun pemerintah Iran membantah bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Di sisi lain, ketegangan juga meningkat di front utara dengan Lebanon.

Otoritas Tel Aviv mengeluarkan peringatan evakuasi massal bagi warga di pinggiran selatan Beirut, yang mengindikasikan kemungkinan serangan besar.

Militer negara tersebut menyatakan telah menyerang sekitar 80 target yang terkait dengan kelompok bersenjata Hezbollah dalam 24 jam terakhir.

Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan juga melaporkan adanya pertempuran darat di dekat perbatasan setelah pasukan tambahan dikerahkan ke wilayah tersebut.

Ancaman terhadap Jalur Minyak Dunia

Perang ini juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur perdagangan global.

Sejumlah kapal komersial dilaporkan diserang di Teluk Oman dan Selat Hormuz, jalur laut yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Gangguan di jalur tersebut telah mendorong kenaikan harga minyak global serta mengganggu penerbangan di kawasan Timur Tengah.

(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved