Berita Viral Nasional
Takut Diomeli Istri, Pria Pura-pura Dibegal Padahal Motor Digadai
Seorang pria asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat, bernama Toni, kini harus menghadapi konsekuensi atas kebohongan yang ia ciptakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BEGAL-DI-BOGOR-Lokasi-kurir-paket-jadi-korban-begal-d.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Seorang pria asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat, bernama Toni, kini harus menghadapi konsekuensi atas kebohongan yang ia ciptakan.
Toni sempat mengaku menjadi korban begal, namun penyelidikan polisi mengungkap bahwa insiden tersebut hanyalah cerita fiktif yang ia buat sendiri.
Toni mengklaim bahwa dirinya menjadi sasaran pembegalan di wilayah Jalan Baru Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, pada Sabtu malam (23/8/2025).
Baca juga: Brigadir Esco Ditemukan Tewas di Lereng Bukit, Leher Terjerat Tali dan Wajah Tak Dikenali
Kawasan tersebut memang dikenal rawan tindak kriminal, sehingga pengakuan Toni sempat dipercaya oleh warga sekitar.
Bahkan, sejumlah warga turut mengantarnya ke kantor polisi untuk membuat laporan resmi.
Video yang memperlihatkan Toni dalam kondisi seperti korban begal pun sempat beredar luas di media sosial, menambah keyakinan publik terhadap ceritanya.
Dalam rekaman yang diunggah akun Instagram @mediabogor, Toni terlihat menjelaskan kronologi kejadian kepada warga sekitar.
Menurut pengakuannya, Toni yang berasal dari Desa Lewengkolot, melintasi Desa Galuga sekitar pukul 20.41 WIB saat hujan gerimis.
Ia menyebut dihentikan oleh empat orang tak dikenal yang kemudian merampas sepeda motor dan dua ponsel miliknya.
Toni juga mengaku sempat mengalami kekerasan fisik dari para pelaku.
Warga yang merasa prihatin langsung membawa Toni ke Polsek Cibungbulang untuk melaporkan kejadian tersebut.
Namun, setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian, terungkap bahwa Toni tidak benar-benar mengalami pembegalan.
Kapolsek Cibungbulang, Kompol M Heri Hermawan, menyatakan bahwa cerita Toni hanyalah rekayasa.
"Hoaks," ujar Kompol Heri saat dikonfirmasi Tribunnews Bogor pada Minggu (24/8/2025).
Motif di balik kebohongan Toni ternyata cukup sederhana,
Ia takut dimarahi oleh istrinya karena telah menggadaikan sepeda motor tanpa sepengetahuan sang istri.
Demi menutupi hal tersebut, Toni nekat menciptakan skenario palsu seolah-olah menjadi korban begal.
Meski telah menyebarkan informasi palsu yang sempat membuat warga resah, pihak kepolisian memutuskan untuk tidak menindak Toni secara hukum.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Toni diminta membuat video klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka.
"Enggak (diproses). Khilaf katanya pusing takut dengan istrinya berbohong," ujar Kompol Heri.
Dalam video klarifikasinya yang direkam di Polsek Cibungbulang, Toni menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan aparat keamanan.
"Saya Toni, memohon maaf kepada pihak TNI Polri dan warga sekecamatan Cibungbulang terutama warga Galuga, bahwa berita pembegalan tersebut adalah hoaks," ucapnya.
Toni juga mengakui bahwa sepeda motornya memang sudah tidak ada, namun bukan karena dirampas oleh pelaku kejahatan.
"Yang sebenarnya terjadi, motor tersebut saya gadai karena saya takut kepada istri saya. Sekali lagi saya memohon maaf yang sebesar-besarnya," jelas Toni. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.