Objek Wisata Gorontalo
Ramai Saat Sore, Pesisir Danau Limboto Jadi Destinasi Santai Warga Gorontalo
Sore hari di Komplek Pendaratan Soekarno, Jalan Usman Isa, Desa Iluta, Kecamatan Batudaa, menghadirkan suasana yang tak hanya tenang,
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DANAU-LIMBOTO-Potret-pesisir-Danau-Limboto-Gorontalo-yang-kini-jadi-tempat-warga-berkumpul.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Sore hari di Komplek Pendaratan Soekarno, Jalan Usman Isa, Desa Iluta, Kecamatan Batudaa, menghadirkan suasana yang tak hanya tenang, tapi juga penuh cerita.
Di tepian Danau Limboto, belasan warga duduk bersantai menikmati angin sepoi-sepoi dan cahaya matahari yang perlahan tenggelam di balik cakrawala.
Pantauan Tribun Gorontalo pada Selasa (12/8/2025) menunjukkan suasana yang hangat dan akrab.
Sekelompok anak muda berjejer rapi dengan motor mereka, menghadap danau seolah menyambut senja.
Baca juga: Cuma Rp 4 Jutaan! Ini 17 HP Kelas Menengah dengan Spek Mewah di Agustus 2025
Di sisi lain, sebuah mobil pribadi terparkir, penghuninya duduk bersama keluarga, menikmati momen kebersamaan.
Penjual sioman pun tampak setia menunggu pembeli. Ia tahu, menjelang malam, kawasan ini akan ramai oleh warga yang datang sekadar duduk, berbincang, atau sekadar menikmati suasana.
Di pinggir danau, berdiri sebuah rumah panggung megah yang menambah kesan estetika.
Sementara itu, para nelayan mulai menyintari danau, pulang dari mencari ikan, sebuah rutinitas yang menjadi bagian dari lanskap sore di Batudaa.
Suara Warga: Nyaman, Indah, Tapi Terabaikan
Puspitasari Djufri, warga Desa Bua, mengaku tempat ini menjadi favoritnya untuk bersantai.
“Saya sering berkunjung di tempat ini, tapi Minggu terakhir ini sudah mulai jarang karena sibuk kerja,” ujarnya.
Baginya, angin dan pemandangan danau adalah daya tarik utama.
“Di sini kalau sore hari indah. Apalagi ada angin dan keindahan danau jadi daya tarik tersendiri,” katanya.
Hal senada disampaikan Yunus Panani dari Kecamatan Batudaa. Ia menyebut lokasi ini sebagai destinasi alami bagi warga sekitar.
“Biasanya orang yang lewat pasti singgah, karena nyaman untuk nongkrong. Anak muda sini termasuk saya sering menjadikan ini tempat bersantai sembari berbincang dengan teman-teman,” ucapnya.
Menurut Yunus, bronjong di tepi danau akan penuh saat matahari mulai merendah.
“Ada yang duduk bersama pasangan, teman maupun keluarga,” tambahnya.
Namun, di balik keindahan itu, ada rasa kecewa. Yunus menyayangkan lokasi ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Kalau dimanfaatkan ini bisa jadi destinasi baru. Meski memang sudah ada Pendaratan Soekarno, tapi kan lokasi itu sudah tidak ada yang datang,” ujarnya.
Harapan: Dari Tempat Nongkrong ke Destinasi Wisata
Warga berharap kawasan ini bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata baru.
Dengan penataan yang baik, pembukaan UMKM, dan fasilitas pendukung, tempat ini bisa menjadi magnet baru bagi wisata lokal Gorontalo.
Danau Limboto bukan sekadar danau. Ia adalah ruang hidup, ruang berkumpul, dan ruang cerita.
Kini tinggal bagaimana kita merawatnya, bukan hanya sebagai tempat singgah, tapi sebagai warisan yang layak dijaga dan dikembangkan. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.