Gempa Bumi
Gempa Bumi Magnitudo 2,0 Guncang Perairan Sulawesi Tengah, BMKG Imbau Warga Tetap Tenang
Sulawesi Tengah kembali diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,0 pada Senin (11/8/2025) pukul 13.18 Wita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GEMPA-BUMI-Gempa-magnitudo-20-guncang-perairan-Morowali-Sulawesi-Tengah.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Sulawesi Tengah kembali diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,0 pada Senin (11/8/2025) pukul 13.18 Wita.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di koordinat 1,94° LS dan 120,64° BT.
Gempa bumi terjadi di kedalaman 5 kilometer, tepatnya di wilayah perairan Teluk Tolo, Kabupaten Morowali.
BMKG menjelaskan, kawasan ini tergolong rawan gempa karena berada di zona pertemuan Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik, serta dilintasi sejumlah patahan aktif, seperti Patahan Matano dan Patahan Lawanopo.
Baca juga: 3 Lowongan Pekerjaan di Pani Gold Project Gorontalo, Batas Lamaran 16 Agustus 2025
Aktivitas tektonik ini kerap memicu gempa berskala kecil hingga menengah.
Menurut analisis seismologi, gempa dengan magnitudo rendah seperti 2,0 jarang menimbulkan kerusakan.
Namun kedalaman yang dangkal (5 km) bisa membuat getaran lebih terasa di sekitar pusat gempa, terutama jika berada di daratan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik.
BMKG juga meminta masyarakat memantau informasi resmi BMKG dan hindari mengikuti isu atau kabar yang tidak jelas sumbernya.
Warga juga diingatkan untuk mengetahui langkah-langkah keselamatan saat gempa, seperti melindungi kepala, mencari tempat aman jauh dari kaca dan benda berat, serta segera keluar ke area terbuka jika memungkinkan.
Baca juga: Gempa Bumi dengan SR 2,9 Menguncang Wilayah Sulawesi, Indonesia BMKG: Kedalaman 10Km
Meski tidak berpotensi menimbulkan kerusakan, gempa ini menjadi pengingat bahwa Sulawesi Tengah berada di wilayah rawan seismik.
Masyarakat diminta tetap tenang, waspada, dan selalu memantau informasi resmi dari BMKG. (*)