Berita Internasional

Perang Kata Trump vs Medvedev Makin Panas, Rusia Ingatkan Amerika Ancaman Perang Nuklir

Perang kata antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan mantan Presiden Rusia Dmitri Medvedev memanas hingga menyinggung potensi perang nuklir.

Editor: Wawan Akuba
TribunNews
PERANG KATA - Bukan sekadar gertakan, Medvedev ingatkan AS soal ‘dead hand’—senjata nuklir otomatis peninggalan Perang Dingin. 

TRIBUNGORONTALO.COM — Perang kata antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan mantan Presiden Rusia Dmitri Medvedev memanas hingga menyinggung potensi perang nuklir.

Medvedev, yang kini duduk di Dewan Keamanan Rusia, membalas keras sindiran Trump dengan ancaman halus, mengingatkan Amerika pada bahaya sistem peluncur senjata nuklir otomatis.

Ketegangan bermula ketika Trump, melalui jejaring sosial pribadinya, terang-terangan meminta Medvedev untuk berhati-hati dalam berbicara.

Baca juga: 7 Rumah Rusak di Ponelo Gorontalo Utara Diterjang Angin Puting Beliung

Trump menyebut Medvedev sebagai presiden gagal yang seolah masih merasa berkuasa, dan memperingatkan agar tidak main-main dengan Amerika.

Namun, Medvedev tak tinggal diam. Lewat akun Telegram pribadinya, ia menanggapi ancaman Trump dengan pernyataan yang justru memantik kecemasan global.

Ia menyinggung konsep dead hand, istilah era Perang Dingin untuk sistem senjata nuklir otomatis milik Rusia yang diklaim tetap bisa beroperasi meski pucuk pimpinan negara hancur.

Dalam unggahannya, Medvedev menulis bahwa kegelisahan Trump justru membuktikan posisi Rusia yang kokoh di jalannya sendiri.

Baca juga: Peta Fasilitas Kesehatan Gorontalo, Daerah Mana Paling Banyak RS dan Puskesmas? 

Ia bahkan menyindir Trump dengan menyuruhnya mengingat film-film bertema zombie, mayat hidup yang terus berjalan meski sudah mati, sebagai gambaran bagaimana dead hand bekerja.

Medvedev juga menuding Amerika terlalu sering melontarkan ultimatum dan ancaman, namun lupa bahwa Rusia tidak akan tunduk.

Ia menegaskan setiap ultimatum ke Moskow akan diperlakukan sebagai langkah menuju konflik terbuka.

Pernyataan ini muncul di saat situasi di Eropa Timur kembali memanas.

Pasukan Rusia melancarkan serangan baru ke Ukraina, sementara NATO disebut-sebut meningkatkan kesiagaan jet tempur usai kabar penembakan jet tempur F-16 milik Barat.

Di sisi lain, kondisi mental Trump pun ikut disorot.

Beberapa anggota parlemen AS mendesak adanya evaluasi serius terhadap sikap Trump yang belakangan dinilai kian tidak stabil.

Momen ketika Trump terekam bertingkah aneh saat bermain golf menjadi sorotan media di Washington.

Pertarungan narasi antara Moskow dan Washington ini diprediksi belum akan mereda dalam waktu dekat.

Retorika nuklir yang kembali dihidupkan Medvedev menambah daftar panjang kekhawatiran dunia atas potensi eskalasi konflik global.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved