UMKM Gorontalo
Dari Gorontalo ke Jakarta, Perjuangan Yanti Patui Populerkan Ikan Fufu
Lapak ini menjual Ikan Fufu atau olahan ikan asap khas Gorontalo yang kini menjadi incaran banyak orang.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Foto-ikan-fufu-buatan-Yanti-Patui.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto – Di Jalan Simon Lipoeto, Kelurahan Kayubulan, Limboto, Gorontalo, aroma asap yang menggugah selera menguar dari sebuah lapak sederhana bernama Lapak Bersahabat.
Lapak ini menjual Ikan Fufu atau olahan ikan asap khas Gorontalo yang kini menjadi incaran banyak orang.
Usaha ini dikelola oleh Yanti Patui bersama suami dan dua karyawannya.
Mengandalkan hasil tangkapan nelayan lokal dari pesisir selatan Inengo, Yanti telah menjalankan bisnis ini sejak 2022.
Ikan Fufu buatannya cepat populer, tidak hanya di Gorontalo, tetapi juga menarik minat pembeli dari luar daerah, yakni Jakarta dan berbagai kota di Pulau Jawa.
Setiap hari, Yanti bisa menjual hingga dua dus ikan asap, dengan total berat 100 kilogram.
Ikan yang dijual bervariasi, mulai dari cakalang, kodi-kodi, tuna, hingga deho.
Harga Ikan Fufu ini cukup terjangkau, mulai dari Rp25.000 hingga Rp60.000 per ekor, bergantung pada jenis dan ukurannya.
Proses pengasapan yang memakan waktu sekitar satu jam menggunakan cara unik, yaitu dengan memanfaatkan sabut kelapa dari petani lokal.
Cara tradisional ini tidak hanya menambah cita rasa khas, tetapi juga menunjukkan peran usaha ini dalam menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
Meskipun pasokan ikan bergantung pada tangkapan nelayan dan kondisi cuaca, Yanti memastikan stoknya selalu tersedia setiap hari. Lapaknya selalu ramai pembeli, terutama saat sore hari.
Kisah Lapak Bersahabat membuktikan bahwa dengan keuletan dan keunikan produk, usaha kecil bisa meraih sukses besar.
Ikan Fufu Yanti Patui kini menjadi salah satu oleh-oleh khas Gorontalo yang diburu oleh wisatawan maupun warga lokal.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)