Ijazah Jokowi
Demokrat Tegaskan Tak Terlibat Isu Ijazah Jokowi: Kami Punya Rekam Jejak Demokratis
Sekretaris II Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) DPP Partai Demokrat, Yan Harahap, menyebut bahwa partainya tak ada kaitan dengan isu tersebut
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kasus-Ijazah-Presiden-Jokowi-xcn.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Partai Demokrat membantah tegas tuduhan yang menyebut mereka berada di balik polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Sekretaris II Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) DPP Partai Demokrat, Yan Harahap, menyebut bahwa partainya tak ada kaitan dengan isu tersebut dan justru menyesalkan munculnya tudingan tanpa dasar.
Jokowi juga menyebut ada sosok 'orang besar' yang mem-back up isu tersebut.
Istilah 'orang besar' memiliki beberapa makna tergantung konteksnya, baik secara harfiah maupun kiasan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) 'orang besar adalah orang yang berpangkat tinggi atau memiliki jabatan penting, pejabat atau pembesar atau orang yang sudah dewasa.
"Pak Jokowi ini terlihat mulai berinsinuasi," kata Yan saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (27/7/2025).
Insinuasi adalah bentuk komunikasi yang menyampaikan pesan secara tidak langsung, sering kali berupa sindiran halus atau tuduhan tersembunyi.
Yan pun mempertanyakan, apakah kondisi yang terlihat mulai berinsinuasi itu disebabkan oleh penyakit yang diderita Jokowi semakin parah.
Baca juga: Ramalan Zodiak Capricorn, Aquarius, Pisces Hari ini 28 Juli 2025: Cinta, Karier hingga Keuangan
Namun, dia berharap hal kondisi itu tidak berhubungan dengan sakit yang diderita Jokowi.
"Ada apa? Apakah penyakitnya makin parah, hingga bermetastasis menjadi berinsinuasi? Semoga tidak," ujar mantan calon legislatif (caleg) dari Dapil Sumatera Utara I pada Pemilu 2024 itu.
Yan juga merespons adanya tudingan partai biru yang diarahkan kepada Partai Demokrat, di balik polemik ijazah palsu Jokowi.
Yan menyarakan, perilaku insinuasi dalam komunikasi politik menunjukkan kelemahan argumen substantif.
Dia menegaskan, SBY dan Partai Demokrat memiliki rekam jejak panjang dalam menjaga demokrasi dan etika politik.
Ia juga menyentil sosok yang sedang kehilangan pijakan narasi saat ini.
"Publik yang cerdas tahu siapa yang sedang panik dan kehilangan pijakan narasi," ujarnya.
Yan pun menyampaikan langkah yang akan ditempuhnya jika ada pihak yang mempertanyakan ijazah dirinya.
Dia menyampaikan, cara untuk mengakhiri polemik ijazah palsu ialah dengan menunjukkan ijazah asli ke publik.
"Tinggal tunjukkan. Selesai perkara. Semua adem, tenteram dan damai Indonesiaku," pungkasnya.
Sebelumnya, soal tokoh politik besar di balik laporan dugaan ijazah Jokowi palsu diungkap Sekjen Peradi Bersatu, Ade Darmawan.
Baca juga: Kemenag Buka Beasiswa Kursus Bahasa Inggris untuk 300 Guru MI, Daftar Sebelum 31 Juli!
Ia memberi kode, tokoh politik tersebut berbaju biru.
Kasus Ijazah Jokowi
Kasus ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi kembali mencuat dan menjadi sorotan publik.
Tuduhan bahwa ijazah Jokowi palsu telah memicu proses hukum yang cukup panjang dan melibatkan berbagai pihak.
Pemeriksaan & Klarifikasi
• Jokowi telah diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya di Mapolresta Solo pada 23 Juli 2025 selama 3 jam dan menjawab 45 pertanyaan2
• Ia membawa dokumen ijazah asli dari jenjang SD hingga perguruan tinggi sebagai bukti
• Dua ijazah—SMA Negeri 6 Solo dan S1 dari Universitas Gadjah Mada (UGM)—telah disita oleh penyidik untuk keperluan forensik dan persidangan
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.