Piala Dunia Antarklub
Chelsea dan PSG Siap Bentrok di Final Piala Dunia Antarklub, Ini Daftar Pemenang dan Pecundang
Babak semifinal Piala Dunia Antarklub telah rampung digelar. Partai final akan mempertemukan Chelsea dan Paris Saint-Germain pada Minggu mendatang di
TRIBUNGORONTALO.COM -- Babak semifinal Piala Dunia Antarklub telah rampung digelar. Partai final akan mempertemukan Chelsea dan Paris Saint-Germain pada Minggu mendatang di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey.
Meski kedua laga semifinal berlangsung tanpa kejutan berarti, tetap ada banyak cerita menarik soal siapa yang layak disebut pemenang dan siapa yang harus pulang dengan kepala tertunduk.
Berikut ulasannya.
Paris Saint-Germain
Banyak yang berpendapat PSG diuntungkan oleh blunder Real Madrid, dan itu memang benar, sebagaimana akan dibahas di bagian pecundang.
Namun satu hal tak terbantahkan, bahwa belum pernah ada tim yang bermain sepak bola level klub sebaik ini.
Kemenangan telak 4-0 mereka bahkan bisa saja lebih besar, seandainya mereka tidak sengaja ‘berhenti’ mencetak gol dalam waktu cukup lama di pertengahan laga.
Dominasi penguasaan bola membuat Real Madrid nyaris tak berkutik mengancam gawang PSG. Sekalipun nanti Paris kalah di final (dan kejutan selalu mungkin terjadi), musim ini sudah layak dicatat sebagai salah satu musim terbaik dalam sejarah sepak bola klub.
João Pedro
Akhir pekan lalu Pedro tampak padu bermain bersama lini serang Chelsea, dan sekarang ada buktinya: dua gol ke gawang Fluminense.
Satu golnya dicetak dengan sepakan pelan nan akurat ke pojok gawang dari luar kotak penalti, satu lagi lahir berkat umpan terobosan Enzo Fernández yang melepas Pedro dalam situasi satu lawan satu.
Padahal, ia baru bergabung dengan rekan-rekan barunya kurang dari sepekan. Para pesaing Chelsea di Liga Premier patut waspada: musim depan The Blues berpotensi jauh lebih berbahaya dengan penyerang Brasil ini.
Marc Cucurella dan Thiago Silva
Inilah pentingnya penyelamatan di garis gawang. Cucurella, si bek asal Spanyol berambut kribo ala Troy Polamalu, menggagalkan peluang emas Hércules dari Fluminense untuk menyamakan skor di babak pertama.
Tak hanya itu, Thiago Silva, bek Fluminense sekaligus mantan kapten timnas Brasil, juga berjasa.
Ia menendang keluar bola tembakan Christopher Nkunku yang sudah terlanjur melewati Weverton.
Terkadang, penjaga gawang pun harus berterima kasih pada para bek yang menutupi celah kesalahan mereka.
Pecundang Piala Dunia Antarklub
1.Raúl Asencio dan Thibaut Courtois
Dua nama ini ‘menyumbang’ gol pembuka PSG. Bek Real Madrid, Raúl Asencio, melakukan clearance malas yang langsung dicuri Ousmane Dembélé.
Courtois bukannya menyelematkan keadaan, malah membuatnya makin buruk: usahanya merebut bola dari kaki Dembélé justru memantul ke Fabián Ruiz, yang tinggal menyepak bola ke gawang kosong.
2.Antonio Rüdiger
Bek tengah asal Jerman ini menambah daftar komedi pertahanan Real Madrid.
Umpan cerobohnya tepat ke kaki Dembélé, yang tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menggandakan keunggulan PSG menjadi 2-0.
Silakan saja bicara soal kualitas Paris, tetapi tim manapun, bahkan yang kualitasnya jauh di bawah bisa memanfaatkan blunder sekonyol ini.
Real Madrid
Pertandingan ini dibuka dengan Michael Buffer berteriak, “Let’s get ready to rumble!” Namun sayangnya, Real Madrid justru tampil seperti ‘jobber’ di WWE, hanya jadi bulan-bulanan.
Segala pujian untuk penampilan duo García di perempat final lenyap tak bersisa.
Mereka tampil sejak menit awal melawan PSG, tapi tak mampu berbuat banyak. Bakat baru ini memang akan membantu Real di LaLiga musim depan, tapi publik Madrid paham betul: yang terpenting tetap Liga Champions. Dan untuk saat ini, mereka belum tampak cukup kuat untuk menjegal Paris.
Jamal Musiala
Nasib nahas menimpa penyerang Bayern Munich ini. Musiala mengalami benturan keras dengan Gianluigi Donnarumma di perempat final melawan PSG, dan kini dipastikan kakinya patah.
Andai siaran ulang insiden yang menunjukkan kakinya menekuk 45 derajat itu ditayangkan, publik mungkin lebih cepat mengetahui seberapa parah cederanya, namun tak heran stasiun TV memilih tidak menayangkannya.
Perdebatan apakah kiper PSG pantas dikartu merah pun bermunculan (dan penjaga gawang lawan dalam laga itu jelas punya pendapat).
Yang jelas, Musiala harus menepi cukup lama dan diprediksi baru bisa kembali bermain saat musim gugur sudah jauh berjalan.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Laga-panas-Chelsea-vs-PSG-di-final-Piala-Dunia-Antarklub.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.