Gempa Bumi
Terkini! Gempa Bumi Sabtu Pagi 28 Juni 2025 Guncang Pulau Jawa, Cek Info BMKG
Gempa bumi tektonik bermagnitudo 3,0 terjadi di perairan selatan Provinsi Banten pada Sabtu, 28 Juni 2025, pukul 08.24 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GEMPA-Mag30-28-Jun-2025-082422WIB-Lok771LS-10608BT.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Gempa bumi tektonik bermagnitudo 3,0 terjadi di perairan selatan Provinsi Banten pada Sabtu, 28 Juni 2025, pukul 08.24 WIB.
Pusat gempa terletak pada koordinat 7,71° LS dan 106,08° BT, atau sekitar 88 kilometer barat daya Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, pada kedalaman 27 kilometer di bawah permukaan laut.
Meski memiliki magnitudo yang tergolong kecil, kedalaman gempa pada 27 kilometer menunjukkan bahwa sumbernya berasal dari zona kerak dangkal hingga menengah di bagian luar sistem subduksi selatan Jawa.
Gempa semacam ini umumnya tidak menimbulkan kerusakan signifikan, namun tetap menjadi indikator dinamika tektonik aktif di kawasan tersebut.
Wilayah Bayah dan pesisir selatan Banten dikenal sebagai zona seismik aktif karena posisinya yang berhadapan langsung dengan zona subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.
Kawasan ini secara historis tercatat beberapa kali mengalami gempa dengan berbagai kekuatan, termasuk guncangan signifikan yang berpotensi memicu peringatan dini tsunami bila magnitudonya besar dan dangkal.
Gempa kali ini tidak menimbulkan getaran yang dirasakan secara luas oleh masyarakat di daratan Banten, dan belum ada laporan terkait kerusakan bangunan maupun korban jiwa.
Namun, kejadian ini kembali menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat pesisir selatan Jawa terhadap potensi gempa dan tsunami.
Mitigasi bencana tetap menjadi aspek penting bagi wilayah seperti Bayah, Panggarangan, Cihara, dan wilayah pesisir lainnya.
Masyarakat diimbau untuk memahami jalur evakuasi, mengenali zona bahaya, serta mengikuti simulasi kebencanaan yang rutin digelar pemerintah daerah.
Pemasangan sistem peringatan dini dan edukasi publik juga menjadi bagian penting dalam pengurangan risiko gempa dan tsunami di wilayah rawan seperti ini.
Informasi gempa disampaikan oleh BMKG melalui kanal resminya dan bersifat sementara. Data dapat berubah seiring proses verifikasi dan analisis lanjutan terhadap parameter seismik.
(*)