Harga BBM
Harga BBM Indonesia Berpotensi Naik per 1 Juli 2025 Gara-gara Perang Iran-Israel
Prospek kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per 1 Juli 2025 di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kembali menjadi sorotan.
TRIBUNGORONTALO.COM – Prospek kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per 1 Juli 2025 di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kembali menjadi sorotan.
Kekhawatiran ini muncul seiring dengan fluktuasi harga minyak mentah global yang dipicu oleh konflik geopolitik, khususnya antara Iran dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, pada Selasa (24/6/2025), mengungkapkan keprihatinannya atas dampak konflik ini terhadap stabilitas harga minyak dunia.
Ia menyebut, saat konflik Iran dan Israel memanas, kekhawatiran akan lonjakan harga minyak global sangat terasa di kalangan menteri ekonomi dan energi dunia.
Bahlil menjelaskan bahwa asumsi harga minyak dalam APBN 2025 ditetapkan sekitar US$82 per barel.
Namun, dalam beberapa bulan terakhir, harga minyak global masih bertahan di bawah US$75 per barel, yang secara APBN dianggap menguntungkan.
Jika harga melampaui US$82 per barel, pemerintah harus melakukan perhitungan ulang.
Meskipun harga minyak mentah Brent sempat turun dari US$78 menjadi sekitar US$67 per barel, memberikan angin segar bagi stabilitas fiskal dalam negeri, Bahlil menegaskan bahwa kondisi geopolitik global masih sangat dinamis.
Perubahan situasi di Timur Tengah dapat memicu kenaikan harga sewaktu-waktu.
"Dinamika di Timur Tengah... masih dinamis, naik turun, naik turun," ujarnya.
Ketika ditanya mengenai antisipasi pemerintah jika harga minyak kembali melonjak signifikan, Bahlil berharap konflik segera berakhir agar harga dapat kembali stabil.
Ia menambahkan, di tengah ketidakpastian global, hampir semua negara kini fokus melindungi kepentingan nasional masing-masing.
Berikut adalah daftar harga BBM terbaru di beberapa penyedia:
SPBU Pertamina (Berlaku di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara):
Pertamax (RON 92): Rp 12.100/liter (turun dari Rp 12.400/liter)
Pertamax Green (RON 95): Rp 12.800/liter (turun dari Rp 13.150/liter)
Pertamax Turbo (RON 98): Rp 13.050/liter (turun dari Rp 13.300/liter)
Dexlite (CN 51): Rp 12.740/liter (turun dari Rp 13.350/liter)
Pertamina Dex (CN 53): Rp 13.200/liter (turun dari Rp 13.750/liter)
Pertamax di Pertashop: Rp 12.000/liter
SPBU Shell:
Shell Super: Rp 12.370/liter (turun dari Rp 12.730/liter)
Shell V-Power: Rp 12.840/liter (turun dari Rp 13.170/liter)
Shell V-Power Diesel: Rp 13.250/liter (turun dari Rp 13.810/liter) - Jakarta, Banten, Jawa Barat
Shell V-Power Nitro+: Rp 13.070/liter (turun dari Rp 13.360/liter) - Jakarta, Banten, Jawa Barat
SPBU BP-AKR
BP 92: Rp 12.370/liter (turun dari Rp 12.600/liter) - Jabodetabek dan Jawa Timur
BP Ultimate: Rp 12.840/liter (turun dari Rp 13.170/liter) - Jabodetabek dan Jawa Timur
BP Ultimate Diesel: Rp 13.250/liter (turun dari Rp 13.810/liter) - Jabodetabek
SPBU VIVO
Revvo 90: Rp 12.260/liter (turun dari Rp 12.650/liter)
Revvo 92: Rp 12.340/liter (turun dari Rp 12.730/liter)
Revvo 95: Rp 12.810/liter (turun dari Rp 13.170/liter)
Primus Diesel: Rp 13.210/liter (turun dari Rp 13.810/liter)
Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan harga BBM mengingat dinamika global yang masih sangat tinggi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pertamina-sdgfhsdf.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.