Berita Viral
Heboh! Warga Diminta Tebus Kupon Daging Kurban Rp 15 Ribu, Panitia: untuk Biaya Potong
Warga Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, dibuat terkejut sekaligus heboh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DAGING-KURBAN-Sepaket-daging-kurban.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Warga Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, dibuat terkejut sekaligus heboh.
Hal itu setelah sebuah video viral menunjukkan praktik penebusan kupon daging kurban sebesar Rp 15 ribu per kantong.
Pasalnya, warga yang memegang kupon harus membayar sejumlah uang jika ingin mendapatkan jatah daging kurban Idul Adha 2025.
Video yang diunggah akun Instagram @infobekasi_keren pada Minggu (8/6/2025) ini, memperlihatkan seorang perekam video bertanya kepada warga.
"Nebus ieu Rp 15 ribu mang Aming?" tanya perekam.
"Iya," jawab warga yang punya kupon.
"Nebusnya ke saha (siapa)," tanya perekam lagi.
"Ke bos Tarmin," kata warga.
"Ini daging kurban ya," imbuh warga lainnya.
Rasa penasaran membawa perekam video mendekat ke lokasi pembagian daging.
Ia sempat mewawancarai singkat seorang ibu-ibu yang baru saja mengambil daging kurban.
"Udah bagi daging udah? nebus?" tanya perekam video.
"Udah, nebus," kata emak-emak.
"Berapa?" tanya perekam video.
"Rp 45 ribu," jawab emak-emak sembari memperlihatkan tiga kantong plastik berisi daging. "Satu kantongnya?" tanya perekam lagi.
"Satu Rp15 ribu," imbuh emak-emak.
Video yang dibagikan pada Sabtu (7/6/2025) itu pun sontak viral dan menjadi perhatian publik luas.
Klarifikasi Panitia: Biaya Potong hingga Bantu Pemulung
Menanggapi kehebohan ini, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menyatakan pihaknya telah mengetahui klarifikasi dari panitia kurban yang menjadi "bos" dalam video viral tersebut, yaitu Tarmin.
Dalam sebuah tayangan video di akun lambe turah, Tarmin menjelaskan alasan di balik permintaan uang Rp 15 ribu kepada warga pemegang kupon.
Tarmin mengungkapkan bahwa ada pihak dermawan yang memberikan sapi kurban untuk warga Cikiwul, Bantargebang, kepadanya untuk Idul Adha 2025 ini.
Tidak menyia-nyiakan kesempatan, Tarmin pun mengajak warga lain untuk bergotong royong mengurus penyembelihan sapi kurban tersebut.
"Saya dan teman-teman semua ini sebelum datang atau ada sapi di tempat kami itu sudah musyawarah dan kesepakatan bersama karena melihat awalnya belum ada sapi yang memberi," katanya.
Tarmin menambahkan, inisiatif ini muncul karena melihat para pemulung di wilayahnya seringkali tidak mendapatkan daging kurban.
"Setelah adanya sapi yang memberi, dapatlah sebuah sapi karena inisiatif saya ingin membantu teman-teman kami khususnya kepada para pemulung karena setiap adanya kurban, mereka mengadu pada kami tidak mendapatkan daging," ungkap Tarmin.
Ia menyebut, di wilayahnya awalnya tidak pernah ada pembagian daging kurban.
"Jadi kami dengan inisiatif mencari teman-teman yang memberikan sapi kepada tempat kami sebagai pemulung agar sama-sama makan sapi," imbuh Tarmin.
Setelah mendapatkan hewan kurban, Tarmin dan panitia bermusyawarah dengan masyarakat terkait teknis penyembelihan. Dari musyawarah itulah disepakati bahwa mereka membutuhkan biaya untuk pemotongan dan jasa bantuan warga.
Akhirnya, Tarmin dan panitia sepakat untuk menarik uang Rp 15 ribu kepada warga yang mengambil daging.
"Setelah dapat sapi, tentunya si pembeli memberikan sapi. Ada yang sebagian memberikan uang untuk biaya tanggung jawab tu, ada juga sebagian yang plus sapi, dan ada juga tambahan lagi sapi saya memotong tiga, jadi ada tambahan lagi pembeli sapi, saya patungan dengan hamba Allah yang memberikan kepada kami," pungkas Tarmin.
Tarmin menjelaskan, uang Rp 15 ribu dari warga itu digunakan untuk dibagi-bagikan lagi kepada warga yang membantu penyembelihan kurban.
"Kami sebelum adanya sapi, jadi kami setelah musyawarah dengan teman-teman semua, kami ingin menyampaikan bahwa untuk biaya pemotongan dan untuk pekerjaan mretel sapi itu, dan untuk makan teman-teman karena satu hari full, jadi kami dengan inisiatif, kami meminta bantuan sebesar Rp15 ribu, itu betul. Tetapi tidak semuanya diambil bantuan yang Rp15 ribu itu karena hanya secukupnya," sambungnya.
Atas aksinya dan panitia yang membuat gaduh se-Indonesia, Tarmin menyampaikan permintaan maaf.
"Mohon dimaklumi dan mohon dimaafkan. Karena telah membuat kegaduhan di wilayah khususnya Kota Bekasi, Kecamatan Bantargebang, Kelurahan Cikiwul atas keviralan ini," ujar Tarmin.
"Kami mendapatkan sapi tapi tidak mendapatkan bantuan uang. Karena tujuannya hamba Allah ini hanya memberikan sapi agar teman-teman kami memakan daging. Kami sebagai manusia biasa banyak salah dan dosa tapi tidak ada niat kami untuk membuat jadi viral," pungkas Tarmin. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.