Senin, 16 Maret 2026

MAN Insan Cendekia Gorontalo

Warisan BJ Habibie Berbuah Emas! MAN IC Gorontalo Kini Masuk Sekolah Unggul Transformasi Garuda

Sekolah unggulan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Gorontalo, yang dulunya dicetuskannya sebagai wadah integrasi Ilmu Pengetahuan dan Tek

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Warisan BJ Habibie Berbuah Emas! MAN IC Gorontalo Kini Masuk Sekolah Unggul Transformasi Garuda
TribunPodcast
MAN INSAN CENDEKIA GORONTALO : Jasmaniar (kiri) Kepala MAN Insan Cendekia Gorontalo dan Trisnawati (kanan) Wakil Kepala Bidang Humas MAN Insan Cendekia Gorontalo, saat podcast di Studio TribunGorontalo.com, Senin (26/5/2025). Mengulas sejarah MAN Insan Cendekia Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Nama almarhum Presiden ke-3 RI, Bacharuddin Jusuf Habibie, kembali harum di Gorontalo.

Sekolah unggulan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Gorontalo, yang dulunya dicetuskannya sebagai wadah integrasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dengan Iman dan Takwa (Imtaq), kini resmi menyandang status sekolah unggulan tingkat nasional.

Kisah panjang MAN IC Gorontalo terungkap dalam podcast di Studio TribunGorontalo.com, dipandu oleh Prailla dan Minarti.

Kepala MAN IC Gorontalo, Jasmaniar, dengan penuh semangat mengisahkan sejarah berdirinya sekolah yang kini menjadi kebanggaan Provinsi Gorontalo ini.

Jasmaniar menjelaskan, MAN IC Gorontalo memiliki akar sejarah yang kuat sebagai salah satu pionir sekolah unggulan di Indonesia.

Bersama dengan SMU Insan Cendekia Serpong, MAN IC Gorontalo didirikan pada tahun 1997, setahun setelah berdirinya SMU IC Serpong pada tahun 1996.

Keduanya kala itu berada di bawah naungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), berkat visi jauh ke depan dari "founding father", B.J. Habibie.

"Sekolah ini dicetuskan oleh almarhum mantan Presiden Republik Indonesia BJ Habibie sehingga ia disebut sebagai founding father," tutur Jasmaniar dengan nada bangga.

Titik balik penting terjadi pada tahun 2000, ketika pengelolaan kedua sekolah unggulan ini dialihkan dari BPPT ke Kementerian Agama (kala itu Departemen Agama).

Transformasi ini membawa perubahan signifikan dalam kurikulum, yang sebelumnya berbasis umum, kini diintegrasikan dengan pendidikan agama Islam.

Mata pelajaran seperti Fikih, Al-Qur'an Hadis, Sejarah Kebudayaan Islam, Bahasa Arab, dan Akidah Akhlak menjadi pilar penting dalam pembentukan karakter siswa.

"Sekolah inilah yang menjadi tujuan utama didirikan oleh BJ Habibie, yakni sekolah dengan Iptek dan Imtaq yang sejalan dan beriringan," tegas Jasmaniar, menekankan visi luhur Habibie dalam mendirikan lembaga pendidikan ini.

Kini, MAN Insan Cendekia Gorontalo menjelma menjadi madrasah unggulan dengan sistem pendidikan terpadu dan pola asrama yang disiplin.

Para siswa tidak hanya berkutat dengan pelajaran di kelas, tetapi juga memperdalam ilmu agama di masjid setelah salat magrib, mengikuti kultum, dan melanjutkan belajar mandiri di asrama hingga pukul 21.00 malam.

Bahkan, pendampingan khusus dari guru asrama diberikan hingga pukul 21.00, diakhiri dengan pembacaan Al-Qur'an sebagai rutinitas sebelum tidur.

Keunikan MAN IC Gorontalo semakin terasa dengan sistem asrama penuh yang diterapkan tidak hanya untuk siswa, tetapi juga bagi 40 tenaga pendidiknya. Mess khusus guru yang tersedia memungkinkan pengawasan dan pembinaan siswa berlangsung selama 24 jam penuh.

"Dalam waktu 24 jam seluruh siswa dalam pemantauan guru-guru," ujar Jasmaniar, menggambarkan betapa intensifnya pembinaan di madrasah ini.

Buah dari dedikasi dan sistem manajemen pendidikan yang solid, MAN IC Gorontalo kini meraih pengakuan prestisius.

Madrasah ini resmi terpilih sebagai salah satu dari 12 sekolah unggulan pertama dalam program nasional SMA Unggul Garuda, sebuah inisiatif strategis pemerintah yang diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada akhir April 2025.

MAN IC Gorontalo terpilih dalam kategori “Sekolah Unggul Transformasi Garuda”, sebuah penghargaan bagi sekolah yang telah menunjukkan keunggulan dan dipersiapkan untuk mencapai standar internasional.

"Kami telah memasukkan seluruh persyaratan berupa berkas data-data tentang madrasah mulai dari prestasi siswa, daya serap di pendidikan tinggi baik dalam dan luar negeri," ungkap Jasmaniar.

Ia menjelaskan betapa siapnya MAN IC Gorontalo dalam mengikuti seleksi ketat yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan, Riset, Sains, dan Teknologi pada 10–13 April 2025.

Wakil Kepala Bidang Humas MAN IC Gorontalo, Trisnawati, menambahkan bahwa pihaknya sempat tidak menyangka bisa terpilih dalam program sekolah unggul transformasi Garuda.

"Sebelumnya kami juga tidak menyangka bisa masuk dalam sekolah unggul transformasi Garuda sehingga kita memang harus betul-betul melakukan pembenahan," ujarnya, menunjukkan komitmen madrasah untuk terus meningkatkan kualitas.

Dalam program transformasi ini, MAN IC Gorontalo akan mendapatkan pendampingan intensif mulai Agustus 2025, mencakup aspek manajemen, penguatan kompetensi guru, dan pembinaan siswa.

Tujuan mulia dari program ini adalah untuk mempersiapkan siswa-siswi MAN IC Gorontalo agar mampu menembus 100 universitas terbaik di dunia.

Meskipun pengembangan infrastruktur difokuskan pada sekolah-sekolah Garuda baru, MAN IC Gorontalo tetap mendapatkan dukungan penuh untuk pengembangan mutu pembelajaran.

Setiap tahunnya, madrasah ini menerima 120 siswa baru (60 laki-laki dan 60 perempuan) dari berbagai penjuru Indonesia, disesuaikan dengan kapasitas asrama yang tersedia.

Didukung oleh 40 tenaga pendidik yang kompeten, MAN IC Gorontalo kini didominasi oleh siswa-siswi berprestasi dari daerah Gorontalo.

Sejak berdiri pada tahun 1997, madrasah ini telah berhasil meluluskan 28 angkatan yang alumninya kini tersebar di berbagai instansi pemerintahan dan swasta, baik di dalam maupun luar negeri, termasuk menjadi dokter spesialis dan pemimpin di berbagai rumah sakit.

Dengan rencana kunjungan dari pihak Kementerian dan peresmian nasional oleh Presiden Prabowo Subianto pada Juni 2025, MAN IC Gorontalo kini menjelma menjadi simbol keberhasilan manajemen pendidikan berbasis prestasi, transparansi data, dan komitmen untuk terus berbenah.

"Dengan diucapkannya MAN Insan Cendekia sebagai sekolah unggul Garuda diharapkan dapat memperoleh dukungan dari pemerintah provinsi maupun dari pihak Kementerian, untuk terus memperbaiki mutu pendidikan dalam mencetak sumber daya yang unggul," pungkas Jasmaniar, penuh harap.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved