Senin, 23 Maret 2026

UMKM Gorontalo

Kota Gorontalo Punya Belasan Ribu Produk UMKM, Didominasi Olahan Pangan

Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Gorontalo tumbuh positif.

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Kota Gorontalo Punya Belasan Ribu Produk UMKM, Didominasi Olahan Pangan
FOTO: Arianto Panambang, TribunGorontalo.com
PERTUMBUHAN EKONOMI - Fungsional Analis Kebijakan UMKM pada dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UMKM Kota Gorontalo, Idah Rowaty saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Senin (19/5/2025). Idah mengatakan pertumbuhan ekonomi di Kota Gorontalo meningkat. FOTO: Arianto Panambang, TribunGorontalo.com 

TRIBUNGORONTALO.COM, Kota GorontaloSektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Gorontalo tumbuh positif.

Hingga akhir tahun 2024, jumlah pelaku usaha mikro tercatat ada belasan ribu.

Ribuan UMKM ini dominasi usaha berbasis olahan pangan yang semakin digemari masyarakat.

Fakta ini diungkapkan oleh Idah Rowaty, Fungsional Analis Kebijakan UMKM pada Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Kota Gorontalo, saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Senin (19/5/2025).

“Di tahun 2023 jumlahnya sekitar 11.168, dan di 2024 naik menjadi lebih dari 12.000. Itu artinya ada pertumbuhan wirausaha baru yang cukup baik tiap tahunnya,” jelas Idah.

Ia menegaskan bahwa sektor olahan pangan menjadi tulang punggung pertumbuhan UMKM di Kota Gorontalo.

Ragam usaha yang berkembang mencakup kuliner rumahan, warung makan, kedai kopi, hingga industri olahan ikan serta produksi kue-kue tradisional, baik basah maupun kering.

“Usaha yang bergerak di sektor olahan pangan ini yang paling banyak. Mereka sangat aktif, terutama yang sudah menjajaki pasar digital,” imbuhnya.

Sebagai instansi pembina, Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM rutin melakukan sosialisasi, edukasi, serta pendampingan kepada para pelaku usaha.

Salah satu fokus utama saat ini adalah mendorong pelaku UMKM untuk melengkapi seluruh aspek legalitas usaha mereka.

Selain Nomor Induk Berusaha (NIB), pelaku usaha di sektor pangan juga diwajibkan memiliki izin kelayakan kesehatan, izin Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), izin edar dari BPOM, serta label dan sertifikat halal.

“Apalagi bagi pelaku usaha yang sudah bekerja sama dengan platform marketplace dan ritel modern, legalitas usaha menjadi syarat mutlak,” tegas Idah.

Kabar baiknya, program Sehati (Sertifikat Halal Gratis) yang semula direncanakan berakhir pada Oktober 2024 kini telah diperpanjang.

Program ini dinilai memberikan napas segar bagi pelaku UMKM yang ingin mendaftarkan produknya agar lebih kompetitif, khususnya di pasar digital dan nasional.

Tak hanya menyangkut perizinan, dinas juga aktif melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaku UMKM yang telah menerima fasilitasi.

Menurut Idah, sebelum memberikan bantuan pelatihan atau modal, pihaknya lebih dahulu melakukan survei, verifikasi, dan identifikasi calon penerima yang biasanya diusulkan oleh pihak kelurahan atau koperasi.

Data hasil verifikasi tersebut kemudian dicocokkan dengan database binaan yang dimiliki dinas.

“Setelah menerima fasilitasi pun, kami rutin melakukan evaluasi untuk memastikan pelaku usaha benar-benar berkembang. Intinya semua program diarahkan untuk menciptakan UMKM naik kelas,” ujarnya.

Meski grafik pertumbuhan menunjukkan peningkatan, sektor UMKM di Kota Gorontalo masih dihadapkan pada berbagai tantangan.

Idah mengidentifikasi tiga masalah utama yang sering dijumpai: keterbatasan sumber daya manusia (SDM), akses pemasaran, dan keterbatasan permodalan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah kota terus berinovasi dan menjalin kemitraan strategis dengan pelaku usaha besar dan ritel modern, seperti Indomaret, Alfamart, Indogrosir, serta platform digital seperti Beli UMKM, Marketplace, dan e-Katalog Lokal.

“Sekarang pengadaan barang dan jasa pemerintah juga berbasis online. Jadi pelaku UMKM harus siap dengan sistem digital agar bisa masuk ke dalamnya,” tutur Idah.

Dari sisi sebaran wilayah, geliat UMKM terpantau cukup merata di seluruh kecamatan di Kota Gorontalo.

Sentra kuliner, misalnya, aktif tumbuh di sepanjang Jalan Kalimadu, Jalan Jenderal Sudirman, kawasan kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Leato, Tamendao, hingga sekitar Taman Kota.

Untuk bidang kerajinan tangan, konsentrasi terbesar berada di Kecamatan Kota Utara dan Kota Barat.

Sementara pelaku usaha olahan ikan banyak dijumpai di wilayah pesisir seperti Hulondalangi dan Dumbo Raya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved