Jumat, 13 Maret 2026

Berita Viral

Miris, Ibu Hamil di Pekalongan Tidak Dilayani di Puskesmas, Padahal Dapat Antrian No 1

Kasus ini beredar setelah curhatan terkait ibu hamil di Kabupaten Pekalongan tidak dilayani petugas Puskesmas, sehingga viral di media sosial.

Tayang:
Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Miris, Ibu Hamil di Pekalongan Tidak Dilayani di Puskesmas, Padahal Dapat Antrian No 1
Freepik
IBU HAMIL-Miris, Ibu Hamil di Pekalongan Tidak Dilayani di Puskesmas, Padahal Dapat Antrian No 1. Kasus ini beredar setelah curhatan terkait ibu hamil di Kabupaten Pekalongan tidak dilayani petugas Puskesmas, sehingga viral di media sosial. 

TRIBUNGORONTALO.COM-Seorang ibu hamil mendapatkan perlakukan tidak baik, pasalnya ibu hamil di pekalongan ini mendapatkan nomor antrian 1 tetapi tidak mendapatkan pelayanan dari pihak puskesmas.

Kasus ini beredar setelah curhatan terkait ibu hamil di Kabupaten Pekalongan tidak dilayani petugas Puskesmas, sehingga viral di media sosial.

Pasien ibu hamil tersebut tak kunjung dilayani kendati mendapat nomor antrian pertama.

Ironisnya, petugas justru bersikap tidak ramah saat diprotes.

Hingga akhirnya pasien memilih pulang tanpa mendapat pemeriksaan.

Keluhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan ini terjadi di Puskesmas Wiradesa.

Adapun peristiwa ini diposting di akun Instagram @beritapekalongan1.

"Keluhan seorang warga terhadap pelayanan Puskesmas Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, viral di media sosial setelah mengaku kecewa lantaran istrinya yang sedang hamil tidak mendapatkan pelayanan sesuai nomor antrian," tulis caption unggahan.

Dalam unggahan yang beredar, warga tersebut menyampaikan bahwa istrinya datang lebih awal dan mendapatkan nomor antrian C0001.

Baca juga: Sosok Elmawati Jaya, Aktivis Perempuan Gorontalo Sekaligus Pendiri Bisa Public Speaking

Namun istrinya tersebut justru tidak dilayani terlebih dahulu.

Ia menceritakan bahwa saat tiba di Puskesmas dan mengambil nomor antrian, mereka duduk menunggu di depan bagian pendaftaran sesuai arahan petugas.

Namun, saat pemanggilan dilakukan, justru pasien dengan nomor antrian C0002 yang lebih dulu dilayani, karena sudah duduk di depan ruang KIA.

"Setelah dipanggil, petugas langsung memanggil dua nomor sekaligus, padahal kami sudah datang sejak pagi dan istri saya nomor pertama.

Tapi karena ibu yang nomor dua sudah biasa datang ke situ, dia duduk di depan ruang KIA dan langsung masuk," tulisnya dalam unggahan.

Kekecewaan warga bertambah karena menurutnya, pelayanan berlangsung sangat lama.

Bahkan setelah pasien nomor dua keluar, dipanggil kembali masuk tanpa alasan yang jelas.

Sementara istrinya masih belum juga mendapatkan giliran.

"Kami tunggu hampir satu jam lebih. Setelah kami protes, petugas malah menjawab dengan nada tidak menyenangkan, bahkan berkata, 'Mbaknya mau gantiin saya di sini po?'," tambahnya.

Karena kecewa dan merasa diperlakukan tidak adil, pasangan ini akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan pemeriksaan dan pulang.

Keluhan tersebut turut menyoroti rating rendah Puskesmas Wiradesa di Google Maps.

Yang menurutnya, mencerminkan banyaknya masyarakat yang mengalami hal serupa namun tidak sempat menyampaikan ke publik.

"Pantas saja ulasannya buruk, ternyata banyak juga yang mengeluhkan hal sama. Semoga ini bisa menjadi perhatian dinas terkait, agar pelayanan kesehatan lebih manusiawi dan profesional, apalagi untuk ibu hamil'," lanjut keterangan unggahan.

Sementara itu, berdasarkan data yang diterima Tribun Jateng, keluhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan tidak hanya di Puskesmas Wiradesa.

Sebelumnya, Puskesmas II Kesesi juga ramai diperbincangkan lantaran waktu pelayanan yang terlalu singkat.

Seorang pasien yang telah menunggu lama akhirnya tidak mendapat layanan karena Puskesmas tutup lebih awal dari seharusnya.

Menanggapi ramainya keluhan di media sosial, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwi Antoro, menyampaikan permohonan maaf saat dihubungi Tribun Jateng, Senin (5/5/2025).

Baca juga: Calon Jemaah Haji Gorontalo Dijadwalkan Berangkat Perdana pada 20 Mei 2025

Ia mengatakan, pihaknya telah memberikan teguran kepada petugas yang bersangkutan, dan memindahkannya ke bagian lain yang tidak berhubungan langsung dengan pasien.

"Komitmen kami tetap memberikan layanan terbaik. Kami minta maaf atas ketidaknyamanan ini dan akan terus berupaya memperbaiki kualitas pelayanan di seluruh Puskesmas."

"Kemudian yang bersangkutan sudah dipindahkan ke ruangan lain yang tidak langsung melayani pasien," jelasnya.

Wanita melahirkan tersebut ditandu beberapa pria menuju Rumah Sakit Umum terdekat.

Jalanan rusak yang tak kunjung diperbaiki berada di wilayah Kecamatan Tambakrejo menuju Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Menanggapi kondisi viralnya potret ibu melahirkan tersebut, Kepala Desa setempat mengungkapkan penjelasannya baru-baru ini, seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (5/5/2025).

Mulyono selaku Kepala Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, menanggapi masalah ini dengan mengatakan, pihaknya telah mengupayakan pembangunan jalan penghubung dari Desa Napis menuju Watu Jago, Kecamatan Margomulyo.

"Kemarin kami sudah bertemu Pak Sekda membahas hal ini. Saat ini prosesnya masih tahap ganti untung karena jalan yang akan dibangun melewati lahan warga," jelas Mulyono.

Ironisnya, kondisi jalan yang rusak sudah berlangsung selama puluhan tahun.

Padahal Kecamatan Tambakrejo sendiri dikenal sebagai kampung halaman Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno.

Juga kampung halaman Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono yang tak lain adalah adik kandung dari Menko PMK.

Warga berharap setelah viralnya kondisi jalan yang rusak ini, pemerintah dapat segera memperbaiki infrastruktur sehingga mobilitas warga dapat berjalan lancar.

 


Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved