Puting Beliung di Gorontalo
UPDATE Terbaru Dampak Puting Beliung di Gorontalo, Hantam 3 Desa dan Total 78 Rumah Rusak
Data terbaru terungkap bahwa dampak angin puting beliung di Kabupaten Gorontalo rupanya menerjang tiga desa, pada Senin (5/5/2025) sore.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DAMPAK-PUTING-BELIUNG-Data-terbaru-yang-dirangkum-TribunGorontalocom-di-lokasi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Data terbaru terungkap bahwa dampak angin puting beliung di Kabupaten Gorontalo rupanya menerjang tiga desa, pada Senin (5/5/2025) sore.
Ketiga desa itu berada di Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.00 Wita ini mengakibatkan total 78 rumah rusak, termasuk kategori ringan dan berat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo, Udin M Pango, mengungkapkan bahwa tiga desa yang terdampak adalah Desa Ulapato A, Desa Pentadio Timur, dan Desa Timuato.
Secara detil ada 28 rumah terdampak di Desa Ulapato A, lalu 20 rumah di Desa Timuato, serta 30 rumah di Pentadio Timur.
“Jumlah kerugian materil, kerusakan infrastruktur lain, serta apakah ada korban jiwa masih dalam proses pendataan oleh tim di lapangan,” jelas Udin.
Sementara itu Kepala Desa Pentadio Timur, Rahman Adam membenarkan 30 rumah di desanya terdampak angin puting beliung.
"Data sementara di desa kami ada 30 rumah terdampak," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com.
Seorang warga saat diwawancarai menceritakan dampak angin puting beliung itu. Ia masih mengingat jelas bagaimana dasyatnya angin tersebut.
"Rumah ada yang roboh dan atap banyak yang copot," ungkap Zulkifli Podungge, warga Telaga Biru kepada TribunGorontalo.com, Senin (5/5/2025).
Bahkan satu unit mobil yang terparkir di Jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) turut diamuk tornado.
"Ada juga mobil dihantam dengan angin, langsung roboh," terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo, Marzan Yusuf mengungkapkan lokasi kerusakan rumah.
"Terkonfirmasi dari tim sejumlah rumah ada yang rusak sedang dan ada yang ringan. Kami dapat informasi kalau kerusakan itu terjadi di dusun satu dan tiga" tuturnya.
Keterangan BMKG Gorontalo
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gorontalo menjelaskan perihal bencana alam yang terjadi sore tadi di Gorontalo, Senin (5/5/2025).
Menurutnya, angin kencang yang merusak puluhan rumah di Desa Pentadio Timur, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, merupakan fenomena puting beliung.
Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Djalaluddin Gorontalo, Nike Noermasari Waluyo, puting beliung adalah fenomena alam.
Ini merupakan fenomena berupa angin kencang yang berputar menyerupai belalai, yang berasal dari awan Cumulonimbus (Cb).
Kecepatan angin jenis ini dapat melampaui 50 kilometer per jam dan biasanya terjadi menjelang hujan lebat yang disertai kilat atau petir.
"Puting beliung sering kali muncul pada kondisi atmosfer yang sangat labil, di mana udara dalam keadaan sangat tidak stabil," ujar Nike kepada TribunGorontalo.com, Senin (5/5/2025).
Ia menambahkan, puting beliung sangat sulit diprediksi karena bersifat lokal dan erat kaitannya dengan fase pertumbuhan awan Cumulonimbus.
Dari hasil analisis citra radar cuaca, BMKG mendeteksi adanya sebaran awan konvektif signifikan yang bergerak dari arah barat.
Tepatnya awan itu bergerak dari wilayah Limboto menuju ke arah lokasi kejadian.
Aktivitas awan tersebut terpantau sebelum hujan lebat mengguyur wilayah Pentadio Timur antara pukul 13.38 hingga 14.08 Wita.
Berkaca pada kejadian ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi lainnya seperti hujan lebat, banjir, longsor, dan angin kencang, yang bisa terjadi kapan saja, khususnya di masa peralihan musim.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.