Kunci Jawaban
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 159 Kurikulum Merdeka: Memahami Petikan Novel
Dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 9 Kurikulum Merdeka halaman 159 tersebut siswa diminta membaca dan memahami petikan novel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Bahasa-Indonesia-Kelas-9-Kurilukum-Merdeka-halaman-165.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Berikut soal dan kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Kurikulum Merdeka halaman 159.
Buku ini disusun oleh Eva Y. Nukman dkk yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Kemendikbud tahun 2022.
Dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 9 Kurikulum Merdeka halaman 159 tersebut terdapat Kegiatan 1.
Di Kegiatan 1 tersebut siswa diminta membaca dan memahami petikan novel.
Kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Kurikulum Merdeka halaman 159 dalam artikel ini hanya sebagai referensi orang tua untuk mengoreksi hasil pekerjaan siswa.
Maka dari itu, sebelum mencocokkan dengan kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Kurikulum Merdeka halaman 159 ini, siswa harus mengerjakan soal secara mandiri terlebih dahulu.
Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 6 Halaman 178 Kurikulum Merdeka: Peran Usman bin Affan terhadap Al-Quran
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 halaman 159
Sebelum mengerjakan soal berikut ini, bacalah cuplikan Text 1: Negeri Lima Menara dan Text 2: Laskar Pelangi pada halaman 156-159.
Setelah membaca kedua teks di atas, jawablah pertanyaan berikut ini.
- Teks 1 dan teks 2 memiliki tema yang sama. Uraikan ide pokok pada teks 1 dan teks 2.
Jawaban:
- Teks 1: Ide pokoknya adalah tentang konflik antara cita-cita pribadi tokoh “aku” dengan harapan orang tua (Amak). Tokoh “aku” ingin melanjutkan sekolah ke SMA untuk mengejar impian kuliah di universitas ternama dan ke luar negeri, tetapi Amak menginginkan dia melanjutkan ke madrasah aliyah agar menjadi pemimpin agama seperti Buya Hamka.
- Teks 2: Ide pokoknya adalah tentang kesadaran dan usaha tokoh “aku” dalam merencanakan masa depan berdasarkan minat dan potensi pribadi, yaitu bulu tangkis dan menulis. Tokoh “aku” juga terinspirasi oleh temannya, Lintang, untuk berani bercita-cita besar.
- Dapatkah kalian menyimpulkan apa yang menjadi rencana A tokoh “aku” pada teks 1? Jelaskan jawaban kalian.
Jawaban:Rencana A tokoh “aku” pada teks 1 adalah masuk ke SMA terbaik di Bukittinggi, kemudian kuliah di UI atau ITB, lalu melanjutkan studi ke Jerman seperti Habibie.
Ini tampak dari kalimat: “Aku ingin kuliah di UI, ITB, dan terus ke Jerman seperti Pak Habibie.”
- Siapa yang menjadi inspirasi tokoh pada teks 1 dan pada teks 2 dalam merencanakan masa depannya?
Jawaban:
- Teks 1: Tokoh “aku” terinspirasi oleh Pak Habibie, sosok yang cerdas dan berhasil menempuh pendidikan tinggi hingga ke luar negeri.
- Teks 2: Tokoh “aku” terinspirasi oleh Lintang, teman mereka yang sangat cerdas dan bercita-cita tinggi, hingga mampu membuka wawasan teman-temannya untuk memiliki mimpi besar.
- Siapa sosok yang menentukan rencana masa depan tokoh pada teks 1? Jelaskan jawaban kalian.
Jawaban:
Sosok yang menentukan rencana masa depan tokoh pada teks 1 adalah Amak, ibunya. Amak dengan tegas meminta agar “aku” tidak masuk SMA, dan melanjutkan ke madrasah aliyah demi menjadi pemimpin agama yang unggul, seperti cita-cita Amak sejak lama. - Apa yang dapat kalian simpulkan tentang cita-cita tokoh “aku” pada teks 1?
Jawaban:Cita-cita tokoh “aku” pada teks 1 adalah menjadi orang sukses di bidang umum/non-agama, melanjutkan pendidikan tinggi ke universitas ternama di Indonesia dan luar negeri. Namun, cita-cita itu terhambat oleh keinginan orang tuanya yang berbeda arah.
Kesimpulannya: tokoh “aku” memiliki cita-cita besar dan semangat belajar tinggi, tetapi harus menghadapi dilema antara impiannya sendiri dan harapan ibunya.
Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 6 Halaman 168 Kurikulum Merdeka: Hadis Keutamaan Berbagai Jenis Puasa
*) Disclaimer:
Artikel ini hanya ditujukan kepada orang tua untuk memandu proses belajar anak.
Sebelum melihat kunci jawaban ini, siswa harus terlebih dahulu menjawabnya sendiri, setelah itu gunakan artikel ini untuk membandingkan hasil pekerjaan siswa.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com.