Berita Nasional
Susno Desak Gubernur Jabar Usut Dugaan Penyiksaan Pemain Sirkus Taman Safari
Mantan Kabareskrim Polri, Komjen (Purn) Susno Duadji, menyerukan pengusutan dugaan kekerasan terhadap mantan pemain Oriental Circus Indonesia (OCI).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PENYIKSAAN-PEMAIN-SIRKUS-Mantan-Kepala-Badan-Reserse-Kriminal-Bareskrim-Polri.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Mantan Kabareskrim Polri, Komjen (Purn) Susno Duadji, menyerukan pengusutan dugaan kekerasan terhadap mantan pemain Oriental Circus Indonesia (OCI).
Ia bahkan meminta keterlibatan langsung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam pengusutan kasus tersebut.
Apalagi kata dia, kasus itu melibatkan manajemen Taman Safari di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.
Dalam tayangan podcast yang diunggah pada Jumat (25/4/2025), Susno secara terbuka menyebut bahwa peristiwa memilukan itu berlangsung di wilayah administratif Gubernur Dedi.
Ia berharap pemerintah daerah tak hanya fokus pada persoalan tata ruang atau pelanggaran bangunan, tetapi juga memberi perhatian serius terhadap pelanggaran kemanusiaan.
"Ada tragedi kemanusiaan yang tak kalah penting. Ini tentang hak hidup, tentang martabat. Saya harap Pak Dedi tak menutup mata," ujar Susno dalam video tersebut.
Mantan jenderal bintang tiga itu yakin, apabila Dedi turun langsung, proses penyelesaian kasus akan lebih cepat dan menyeluruh. Ia menyebut kehadiran kepala daerah dalam kasus seperti ini bisa menjadi titik balik perlindungan terhadap pekerja seni yang selama ini luput dari sorotan.
Dedi Mulyadi Respons: Kekerasan Tidak Boleh Ada di Tanah Sunda
Tak berselang lama setelah pernyataan Susno viral, Gubernur Dedi Mulyadi memberikan tanggapan resmi.
Melalui unggahan video yang telah dikonfirmasi kebenarannya pada Selasa (22/4/2025), ia mengungkapkan rasa duka dan keprihatinan terhadap dugaan kekerasan yang dialami para mantan pemain sirkus tersebut.
“Saya turut prihatin atas apa yang dialami para eks pekerja sirkus. Kekerasan, dalam bentuk apa pun, tidak bisa ditoleransi di Jawa Barat,” ujar Dedi.
Ia menegaskan bahwa setiap warga, tanpa kecuali, berhak atas rasa aman dan lingkungan kerja yang layak.
Prinsip itu menurutnya merupakan pijakan utama dalam membangun peradaban di daerah yang dipimpinnya.
“Kita harus memastikan bahwa hak-hak dasar warga dijaga, terutama bagi kelompok rentan seperti pekerja seni dan hiburan,” lanjutnya.
Siap Temui Korban dan Minta Penjelasan dari Pihak Terkait
Sebagai bentuk komitmen, Dedi Mulyadi menyatakan akan menjadwalkan pertemuan langsung dengan korban serta keluarga mereka.
Ia ingin mendengar langsung kesaksian mereka dan memberikan dukungan psikologis serta moral.
Tak hanya itu, Pemprov Jabar disebut juga telah merancang langkah untuk mendatangi pihak manajemen Taman Safari guna meminta klarifikasi.
Langkah ini diambil untuk memastikan informasi dari berbagai pihak dapat diverifikasi secara objektif.
“Kami akan hadir langsung. Baik menemui para korban maupun pihak manajemen. Tujuannya jelas: mencari kejelasan dan memastikan perlindungan terhadap hak korban,” ujarnya.
Harapan untuk Pemulihan dan Penegakan Hukum
Dedi menyatakan dukungannya terhadap upaya hukum yang sedang berjalan, baik dalam aspek pidana maupun pelanggaran ketenagakerjaan.
Ia juga mengapresiasi inisiatif dari berbagai kalangan yang ikut memantau dan mengawal jalannya proses ini, termasuk para advokat dan anggota DPR RI.
“Penegakan hukum harus menyeluruh. Bila ada unsur pidana, biarlah aparat bekerja. Tapi jangan lupa juga aspek perlindungan tenaga kerja. Semua harus mendapat porsi,” tegas Dedi.
Gubernur berharap para korban dapat segera bangkit dari trauma dan mendapatkan ruang baru untuk menjalani hidup yang lebih manusiawi.
“Semoga mereka bisa pulih, menemukan ketenangan, dan mendapatkan kembali hak mereka untuk bekerja dalam lingkungan yang adil dan layak,” pungkasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.