PEMPROV GORONTALO
Dibiayai PEN, Proyek Jalan John Ario Katili Eks Andalas Gorontalo Dapat Nilai Positif dari PT SMI
Dana pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) bukan sekadar memoles wajah infrastruktur di Gorontalo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PENINJAUAN-INFRASTRUKTUR-Tim-dari-PT-SMI-bersama-perwakilan-PUPR-Provinsi-Gorontalo.jpg)
Reporter: Mohamad Ziad Adam, Mahasiswa Magang
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Dana pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) bukan sekadar memoles wajah infrastruktur di Gorontalo.
Lebih dari itu, dana ini menjadi nafas baru bagi ekonomi masyarakat yang sempat terpuruk akibat pandemi COVID-19.
Pesan ini disampaikan langsung oleh Krisnawan Hendro, Tenaga Ahli Infrastruktur dari PT Arkonin Engineering MP, saat melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah proyek strategis yang didanai PT SMI di Gorontalo, Senin (14/4/2025).
“PT SMI itu pemberi dana untuk percepatan ekonomi nasional pasca-COVID-19. Saat ekonomi masyarakat jatuh, PT SMI hadir menyalurkan dana ke kabupaten, kota, hingga provinsi supaya masyarakat tetap bisa bekerja melalui pembangunan infrastruktur,” jelas Krisnawan.
Salah satu proyek yang menjadi bukti nyata dampaknya adalah pembangunan Jalan John Ario Katili, yang sebelumnya dikenal sebagai Jalan Andalas, di Kota Gorontalo.
Jalan sepanjang 2,7 kilometer ini dibangun menggunakan anggaran Rp 36,6 miliar dari Dana PEN Pemerintah Provinsi Gorontalo tahun 2021, dan kini telah rampung 100 persen.
Namun nilai proyek ini tak sebatas angka di atas kertas. Menurut Krisnawan, kehadiran jalan yang tertata rapi dan dilengkapi lampu penerangan jalan justru melahirkan geliat ekonomi baru.
“Dengan jalan yang tertata bagus, itu timbul nilai ekonomi. UMKM mulai hidup, masyarakat membuka usaha makanan dan minuman. Ini membangkitkan ekonomi lokal,” ujarnya.
Di malam hari, kawasan yang dulunya gelap dan sepi kini menjadi hidup.
Warung makan, pedagang kaki lima, hingga usaha kecil lainnya tumbuh di pinggir jalan yang kini terang benderang.
Jalan bukan sekadar akses, tetapi juga ruang produktif yang membuka peluang baru bagi warga.
Meski demikian, Krisnawan juga mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak boleh berhenti hanya pada proses konstruksi. Aspek pemeliharaan menjadi penting agar manfaat infrastruktur tetap berkelanjutan.
“Dari saya pribadi, perawatan lebih diperhatikan. Jangan sampai apa yang sudah dibangun hilang begitu saja. Infrastruktur harus terus dirawat agar fungsinya tetap berjalan,” tegasnya.
Pernyataan senada juga disampaikan Mohamad Fahrizan Perhara, konsultan dari PT Arkonin Engineering MP.
Ia menggarisbawahi bahwa proyek-proyek yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat harus terus dipertahankan, baik dari segi kualitas maupun keberlanjutannya.
“Saran saya untuk Dinas PU, proyek-proyek yang berkaitan langsung dengan masyarakat perlu ditingkatkan dan dipertahankan. Tidak hanya soal membangun, tapi juga soal menjaga kualitas dan spesifikasi bangunannya,” kata Fahrizan.
Kunjungan tim PT SMI dan PT Arkonin ke Gorontalo menunjukkan bahwa sinergi antara lembaga pembiayaan dan pelaksana proyek dapat menghadirkan pembangunan yang benar-benar menyentuh rakyat.
Infrastruktur bukan lagi hanya deretan beton dan aspal, tetapi simbol harapan dan pemulihan yang nyata. (*) ADVERTORIAL PEMPROV GORONTALO
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.