Selasa, 3 Maret 2026

RUPS Bank SulutGo

Kursi Komisaris Gorontalo di BSG Terancam Tergeser?

Hangatnya suasana Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sulut Gorontalo (BSG) yang digelar Rabu (9/4/2025), muncul kekhawatiran dari Gorontalo.

|
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Kursi Komisaris Gorontalo di BSG Terancam Tergeser?
TribunGorontalo.com
Tampak depan Kanwil BSG Gorontalo yang baru saja diresmikan oleh Pj Gubernur Gorontalo, Jumat (3/2/2023). 

TRIBUNGORONTALO.COM — Hangatnya suasana Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank SulutGo  (BSG) yang digelar Rabu (9/4/2025), muncul kekhawatiran dari Gorontalo.

Hal itu terkait apakah kursi komisaris yang selama ini diisi wakil dari Gorontalo akan tetap aman.

Padahal, sebagai bank milik daerah, BSG merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Keduanya adalah pemegang saham utama, meski Sulut memang memegang porsi mayoritas.

Namun, Gorontalo tetap punya hak signifikan dalam menentukan arah kebijakan, termasuk dalam urusan struktur manajemen.

Hingga sebelum rencana perombakan, posisi komisaris BSG diisi oleh lima orang.

Hanya satu di antaranya yang berasal dari Gorontalo: Fedriyanto Koniyo, yang diangkat dalam RUPS-LB pada Maret 2021.

Ia lahir di Gorontalo pada 7 Februari 1969 dan menjadi satu-satunya representasi dari provinsi tersebut di jajaran komisaris.

Berikut susunan lengkap komisaris saat ini:

• Edwin H. Silangen – Komisaris Utama (Sulut)

• Max R.M. Kembuan – Komisaris (Sulut)

• Marhany V.P. Pua – Komisaris (Sulut)

Fedriyanto Koniyo – Komisaris (Gorontalo)

• Buhari Mokoagow – Komisaris (Sulut)

Namun, dalam pantauan RUPS kali ini, nama Fedriyanto tak tampak di antara para calon kuat pengisi jabatan komisaris berikutnya.

Sementara itu, sejumlah nama dari Sulut seperti Ramoy Markus Luntungan (RML), Jacklyn Koloay, Sam Sachrul Mamonto, Djafar Alkatiri, dan Max Kembuan justru menjadi sorotan utama.

Kehadiran mereka di eksekutif lounge lantai 8 Kantor Pusat BSG memperlihatkan suasana yang cair dan akrab.

Mereka berswafoto, berbagi cerita lama, hingga menikmati kue cucur dan apang khas Sulut sambil menanti giliran masuk ruang sidang.

Sebagai informasi, Bank SulutGo awalnya didirikan pada 17 Maret 1961 dengan nama Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Tengah.

Perubahan status hukum menjadi PT terjadi pada 1999 agar bisa ikut dalam program rekapitalisasi nasional.

Terakhir, pada Mei 2015, nama resmi bank ini berubah menjadi PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo), sebagai bentuk pengakuan atas peran serta Gorontalo dalam struktur pemegang saham.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved