Berita Viral
Lansia di Semarang Terjebak Eceng Gondok di Rawa Pening Semarang Selama 15 Jam, Kini Dievakuasi
Seorang lansia di Semarang terjebak di eceng gondok selama 15 jam. Dirinya terjabak tanpa ada pertolongan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/fbhrdyjhm.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Seorang lansia di Semarang terjebak di eceng gondok selama 15 jam.
Dirinya terjabak tanpa ada pertolongan.
Warga Desa Candirejo ini terjebak eceng gondok ketika hendak menuju ke sawahnya.
Dilansir dari Kompas.com, Relawan SAR Buser Kabupaten Semarang, Koko Qomarullah, mengatakan bahwa Ismun berhasil diselamatkan setelah tim gabungan tiba di lokasi.
Baca juga: Doa Niat Puasa Ramadan, Lengkap dengan Tulisan Latin dan Terjemahannya
"Survivor selamat, saat tim gabungan ke lokasi, keadaan angin berbalik sehingga eceng gondok dalam posisi terbuka," ujarnya.
Koko menjelaskan bahwa kondisi yang lebih baik tersebut memungkinkan para nelayan di sekitar lokasi untuk segera menyelamatkan Ismun dan membawanya ke tempat aman.
"Saat posisi eceng gondok terbuka, nelayan yang berada di sekitar lokasi langsung menyelamatkan dan dibawa ke lokasi yang aman," ungkapnya.
Kronologi Penyelamatan Menurut Koko, pada pukul 18.30 WIB, tim SAR Buser menerima laporan bahwa Ismun terjebak di tengah eceng gondok sejak pukul 07.00 WIB pagi saat hendak menuju sawahnya.
"Tim SAR gabungan segera melakukan asesmen dan koordinasi untuk melaksanakan operasi pencarian bapak Ismun, bertempat di Dermaga Perahu Bejalen," paparnya.
Baca juga: Prakiraan Cuaca: Peringatan Dini BMKG Besok 28 Maret 2025, 5 Wilayah Berpotensi Hujan Sangat Lebat
Setelah melakukan briefing pada pukul 21.45 WIB, tim SAR gabungan yang terdiri dari SAR Buser, BPBD Kabupaten Semarang, dan para relawan segera bergerak menuju lokasi.
"Tim menggunakan tiga perahu, yakni satu perahu dolphin dan dua perahu stoom. Pukul 22.15 WIB bapak Ismun ditemukan dalam kondisi selamat dan selanjutnya diantar ke dermaga perahu Desa Candi," kata Koko.
Kasus Serupa Sebelumnya
Sebelumnya, pada Senin (17/3/2026), insiden serupa juga terjadi di Rawa Pening.
Seorang nelayan lansia bernama Karjono (70), warga Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, terjebak dalam pusaran eceng gondok selama semalam.
Baca juga: Rekomendasi Harga HP Samsung Rp1 Jutaan di Bulan Maret Jelang Lebaran 2025
Proses evakuasi Karjono berlangsung lama karena menghadapi kendala angin kencang dan kepungan eceng gondok yang sangat padat.
Sungai Bone Gorontalo Dipenuhi Eceng Gondok dan Jadi Tempat Buang Sampah
Sungai Bone dipenuhi eceng gondok dan jadi tempat buang sampah di wilayah Jalan Raja Eyato I, Kelurahan Biawo, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Amatan TribunGorontalo.com pada Kamis 11 April 2024, sampah-sampah itu menggunung di atas sungai tersebut dan dekat dengan pemukiman warga.
Bukan hanya itu, warga setempat juga memang dengan sengaja membuang sampah ke dalam sungai.
Baca juga: Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces Besok Jumat 28 Maret 2025: Cinta hingga Keuangan
Terlihat terdapat beberapa titik yang menjadi pusat pembuangan.
Bahkan terpantau pada siang hari, ada sampah yang dibakar warga di pinggir sungai.
Mayoritas sampah yang ada di sungai tersebut adalah sampah plastik, yakni botol-botol air mineral berukuran besar.
Persoalannya, ada sampah botol air mineral membutuhkan waktu yang begitu lama untuk terurai yakni sekitar 450 tahun.
Yakub Tolinggi, Warga setempat mengatakan fenomena sampah menggunung itu sudah sangat lama.
Baca juga: Jurnalis Juwita Korban Pembunuhan dan Tersangka Oknum TNI AL Disebut Mau Nikah Waktu Dekat
"Sudah lama itu dibiarkan begitu. Belum ada pergerakan sampai sekarang," ucap Yakub kepada TribunGorontalo.com, Kamis (11/4/2024).
Bukan hanya itu saja masalah yang ada di sungai tersebut. Eceng gondok juga menjadi momok yang membuat air sungai tidak tampak sama sekali.
Jika dilihat dari pintu air alias pumping yang terdapat di samping sungai, air berjalan cukup deras dari saluran
Hal ini sangat disayangkan mengingat wilayah ini cukup berdekatan dengan wilayah Kota Gorontalo.
Yakub menjelaskan kalau air sungai juga terlalu kecil, sehingga sampah dan eceng gondok tersebut tidak bisa hanyut.
Baca juga: GORONTALO TERPOPULER : Lomba Langga dan Bunggo di Tumbilotohe - Alikusu Menyala di Dasar Laut
"Di ujung sungainya udah bercabang dua. Di sekitar Tamalate. Mangkanya tidak gerak," tambahnya.
Sementara itu mesin pumping (pintu air) tersebut juga tidak beroperasi. Dikarenakan aki mesin belum diganti.
Sementara pemandangan di Jembatan Emben, Jalan Hi A R Konio, Kelurahan Biawao, terlihat cukup bersih dari sampah.
Dari jembatan itu juga terpantau jika eceng gondok cukup banyak, namun tidak sebanyak di bagian Jalan Raja Eyato (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.