Berita Viral
Balita 3 Tahun Meninggal Usai Disuntik Suster, RS Selidiki Kemungkinan Kelalaian Nakes
Adapun peristiwa ini terjadi di Malaysia sebagaimana dikutip TribunGorontalo.com dari situs worldofbuzz.com, Rabu (5/3/2025).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MENINGGAL-SETELAH-DISUNTIK-Peristiwa-tragis-menimpa-seorang-balita-perempuan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Peristiwa tragis menimpa seorang balita perempuan berusia tiga tahun yang dilaporkan meninggal dunia setelah menerima beberapa suntikan.
Adapun peristiwa ini terjadi di Malaysia sebagaimana dikutip TribunGorontalo.com dari situs worldofbuzz.com, Rabu (5/3/2025).
Kasus ini tengah diselidiki oleh pihak berwenang, sementara masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan spekulasi yang dapat memperkeruh situasi.
Menanggapi kejadian ini, Exco Perak untuk Sumber Daya Manusia, Kesehatan, Urusan Komunitas India, dan Integrasi Nasional, A. Sivanesan, menegaskan bahwa Dinas Kesehatan Negara Bagian Perak (JKN) telah memulai penyelidikan menyeluruh.
Spekulasi Kelalaian Medis?
Dalam konferensi pers pada Senin (3/3/2025), Sivanesan mengungkapkan bahwa kabar ini pertama kali disebarkan oleh bibi korban tanpa seizin orang tua anak tersebut.
Sang bibi menuding kematian keponakannya disebabkan oleh kelalaian medis, namun Sivanesan mempertanyakan dasar tuduhan tersebut.
“Bagaimana Anda tahu ini kelalaian medis? Penyelidikan masih berlangsung, jadi jangan terburu-buru mengambil kesimpulan.”
Meski demikian, Sivanesan tidak menyalahkan bibi korban karena berpendapat demikian, dengan alasan bahwa mungkin ia tidak memahami sepenuhnya prosedur hukum yang berlaku.
Ayah Korban Enggan Mengajukan Keluhan
Sivanesan juga mengungkapkan bahwa ayah balita tersebut menghubunginya pada Sabtu (2 Maret) dan menyatakan tidak ingin mengajukan keluhan terkait kasus ini.
Namun, ia tetap menyarankan agar sang ayah melaporkan kejadian tersebut jika merasa ada kejanggalan dalam pelayanan rumah sakit.
“Sejauh ini, pihak rumah sakit belum menerima keluhan apa pun.”
Lebih lanjut, Sivanesan meyakinkan bahwa tidak ada upaya untuk menutupi kasus ini karena penyelidikan dilakukan oleh pihak eksternal.
“Kami tidak punya alasan untuk menyembunyikan apa pun. Kami akan bersikap transparan dalam mengungkap fakta.”
Sebagai seorang pengacara, Sivanesan juga menegaskan bahwa kasus ini bukan kasus pidana, melainkan kasus perdata.
Ia pun turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas kejadian menyedihkan ini.
“Dinas Kesehatan Negara Bagian dan saya sangat berduka atas peristiwa ini. Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.”