Minggu, 31 Mei 2026

Gempa Bumi

Gempa Magnitudo 2,9 Guncang Perairan Sumba, Tidak Berpotensi Tsunami

Warga juga disarankan untuk mengikuti informasi resmi dari BMKG guna menghindari penyebaran berita hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Gempa Magnitudo 2,9 Guncang Perairan Sumba, Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG
GEMPA BUMI - Wilayah Sumba dan sekitarnya merupakan bagian dari zona seismik aktif akibat pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,9 terjadi di perairan sekitar Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (3/3/2025) pukul 16.48 WIB.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terletak pada koordinat 9,12 derajat Lintang Selatan dan 118,64 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 37 kilometer.

Jika ditinjau dari koordinatnya, lokasi episentrum gempa berada di perairan selatan Sumba, tepatnya di sekitar Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.

Meskipun berpusat di laut, gempa ini tidak berpotensi tsunami dan belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa.

Karakteristik Gempa di Wilayah Sumba

Wilayah Sumba dan sekitarnya merupakan bagian dari zona seismik aktif akibat pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia.

Aktivitas tektonik ini sering memicu gempa bumi, baik di daratan maupun di perairan sekitar NTT. 

Secara historis, gempa di wilayah ini dapat bervariasi dari magnitudo kecil hingga besar, dengan beberapa kejadian gempa besar yang pernah memicu tsunami.

Namun, gempa dengan magnitudo 2,9 tergolong kecil dan umumnya tidak dirasakan oleh masyarakat.

Kedalaman gempa 37 kilometer menunjukkan bahwa gempa ini termasuk dalam kategori gempa dangkal hingga menengah, yang biasanya lebih terasa dibandingkan gempa dalam, tetapi dampaknya tetap bergantung pada kekuatan dan kondisi tanah di sekitar episentrum.

Dampak Gempa dengan Kedalaman 37 Km

Gempa dengan kedalaman sekitar 37 kilometer biasanya masih cukup dekat dengan permukaan sehingga getarannya bisa dirasakan, terutama jika magnitudonya lebih besar.

Namun, dalam kasus gempa ini, dengan magnitudo yang relatif kecil, dampaknya kemungkinan besar tidak signifikan dan hanya terekam oleh sensor seismograf tanpa dirasakan oleh penduduk.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, meskipun gempa dengan kekuatan kecil seperti ini jarang menimbulkan efek lanjutan yang berbahaya.

Warga juga disarankan untuk mengikuti informasi resmi dari BMKG guna menghindari penyebaran berita hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved