Berita Nasional
Alphard hingga Palisade dan Camry di Daftar Belanja Mobil Dinas Pemkot Kotamobagu
Dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) 2025, Pemkot Kotamobagu menyiapkan dana Rp 9,4 miliar untuk belanja mobil dinas, termasuk beberapa unit kendaraan m
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MOBIL-DINAS-Pemkot-Kotamobagu-anggarkan-empat-mobil-dinas-untuk-Wali-dan-Wakil-Wali-Kota.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu mengalokasikan anggaran fantastis untuk pengadaan kendaraan dinas.
Dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) 2025, Pemkot Kotamobagu menyiapkan dana Rp 9,4 miliar untuk belanja mobil dinas, termasuk beberapa unit kendaraan mewah.
Berdasarkan data resmi, kendaraan yang akan dibeli meliputi Alphard 2.5 HYBRID CVT, dua unit Hyundai Palisade D 2.2 Signature XRT, Camry 2.5 L HYBRID A/T, serta Fortuner 2.8 VRZ TSS 4X2 A/T.
Tak hanya itu, dua unit Zenix 2.0 Q HV CVT TSS MODELISTA juga masuk daftar belanja.
Anggaran ini akan direalisasikan sepanjang 2025, dengan beberapa kendaraan diperuntukkan bagi Wali Kota, Wakil Wali Kota, serta pimpinan DPRD Kotamobagu.
Selain itu, Pemkot juga mengalokasikan dana hibah kendaraan untuk Polres Kotamobagu berupa satu unit Toyota 2.4 G 4x2 A/T Diesel senilai Rp 813 juta.
Kepala Bagian Umum Pemkot Kotamobagu, Suhartien Tegela, menjelaskan bahwa pengadaan kendaraan dinas ini diperlukan karena kendaraan sebelumnya telah habis masa pakainya.
“Selama ini kendaraan untuk Penjabat (Pj) Wali Kota hanya disewa. Maka untuk 2025 ini ada pengadaan Alphard untuk wali kota, serta Hyundai untuk wakil wali kota,” ujarnya, Senin (3/3/2025).
Meski demikian, ada sedikit penyesuaian. Awalnya, Wali Kota direncanakan mendapatkan Alphard dan Fortuner, sementara Wakil Wali Kota mendapatkan Hyundai dan Camry.
Namun, sesuai petunjuk efisiensi, Fortuner dan Camry akhirnya dicoret dari daftar.
Pengadaan kendaraan ini menuai sorotan karena bertolak belakang dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, yang menekankan efisiensi dan penghematan anggaran, terutama untuk belanja yang tidak mendesak.
Sementara itu, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, menegaskan tidak ada pengadaan atau pembelian mobil dinas baru.
Sejak awal keduanya sudah berkomitmen bahwa jika terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur, kendaraan dinas masih menggunakan mobil yang lama.
“Dari awal kami sudah menyampaikan kepada tim anggaran pemerintah daerah bahwa tidak ada pergantian dari mobil bekas ke yang baru. Jadi tidak ada pengadaan mobil baru dalam pergeseran anggaran,” kata Gubernur Gusnar pada konferensi pers di rumah jabatan gubernur, Minggu (2/3/2025).
Gusnar menjelaskan, kesepakatan tersebut diambil bersama Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie, jauh sebelum adanya kebijakan efisiensi anggaran yang diinstruksikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Hal tersebut sebagai bentuk komitmen untuk mengefisiensikan anggaran pemerintah daerah.
“Mobil yang digunakan oleh gubernur, wakil gubernur, dan sekda itu ada yang di Gorontalo dan Jakarta. Di kedua lokasi itu tidak ada penggantian,” tegas Gusnar.
Hal senada juga diutarakan Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie. Menurutnya mobil lama yang ada saat ini masih sangat layak untuk digunakan sebagai kendaraan operasional karena selalu dirawat dengan baik.
“Dari awal masih kampanye, kami sudah berjanji kalau insha Allah terpilih, tidak ada pengadaan mobil baru. Alhamdulilah setelah terpilih kendaraan yang saya gunakan itu mobil wagub pengadaan tujuh tahun yang lalu, itu saja masih dibuli di medsos, ada yang bilang terlalu amazing sekali ibu wagub pakai alphard,” tutur Idah. (adv)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.