Rabu, 11 Maret 2026

Human Interest Story

Perjalanan Hidup Rasyid Patamani Lurah Tenilo Gorontalo, Ngaku Pernah Tinggal di WC Rusak

Dalam perbincangan bersama Tribun Gorontalo di Kantor Lurah Tinelo, Jumat (21/2/2025), ia mengenang perjalanan panjang dan penuh tantangan yang telah

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Perjalanan Hidup Rasyid Patamani Lurah Tenilo Gorontalo, Ngaku Pernah Tinggal di WC Rusak
FOTO: Jefri Potabuga, TribunGorontalo.com
HIS--Cerita inspiratif berawal dari menjadi cleaning service hingga kini menjadi Kepala Kelurahan Tenilo, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo. Dialah Rasyid Patamani 41 tahun yang lahir di Tolinggula, Gorontalo Utara menceritakan kisah perjuangannya saat ditemui Tribun Gorontalo di Kantor Lurah Tinelo, Jumat (21/2/2025). FOTO: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Rasyid Patamani, pria berusia 41 tahun yang lahir di Tolinggula, Gorontalo Utara, membagikan kisah inspiratif perjuangannya hingga menjadi seorang Lurah.

Dalam perbincangan bersama TribunGorontalo.com di Kantor Lurah Tinelo, Jumat (21/2/2025), ia mengenang perjalanan panjang dan penuh tantangan yang telah dilaluinya.

Rasyid adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara dan satu-satunya yang berhasil menempuh pendidikan lebih tinggi.

"Dari tujuh bersaudara itu hanya saya yang bisa lanjut pendidikan," ungkapnya.

Lahir dari keluarga sederhana, Rasyid menunjukkan tekad kuat untuk menggapai pendidikan.

Ia memulai pendidikannya di SDN Inpres Tolinggula Tengah pada tahun 1996, kemudian melanjutkan ke MTS Muhammadiyah Tolinggula hingga lulus pada tahun 2000.

Untuk menempuh jenjang pendidikan menengah, ia merantau ke Kabupaten Gorontalo dan bersekolah di Madrasah Aliyah Limboto.

Tinggal di WC Rusak Demi Pendidikan

Keputusan untuk merantau membawa Rasyid ke realitas hidup yang keras. Tidak memiliki kerabat di Limboto, ia terpaksa tinggal di sebuah WC sekolah yang sudah tidak terpakai.

"Saya ambil papan bekas lalu saya tutup kloset, lalu saya masukkan meja di dalam, jadi hanya cukup untuk ukuran badan," kenangnya.

Tak hanya tempat tinggal yang menjadi tantangan, makanan pun kerap sulit didapatkan.

Rasyid dan beberapa teman seperjuangannya sering bergantung pada bantuan teman yang tinggal di Limboto. 

Bahkan, ia pernah memakan makanan yang awalnya disiapkan untuk ayam.

"Waktu itu saya sudah sangat lapar, ada makanan ayam yaitu beras mili, saya cuci lalu buat bubur dan ambil kangkung di got," ujarnya.

Untuk bertahan hidup, Rasyid bekerja serabutan selama tiga tahun masa sekolahnya di Limboto.

Perjalanan Pendidikan dan Awal Karier

Setelah lulus dari Aliyah Limboto, Rasyid melanjutkan kuliah di IAIN pada tahun 2003, tetapi harus berhenti karena jarak yang jauh.

Namun, pada tahun 2005, ia kembali berkuliah di Universitas Gorontalo (UG) jurusan Hukum hingga lulus pada tahun 2010.

"Pas lulus, orang tua saya tidak tahu. Baru setelah saya jemput mereka, mereka kaget kalau ternyata saya masih kuliah," ungkapnya.

Selama kuliah, ia bekerja sebagai cleaning service di RSUD Dunda Limboto dengan gaji Rp250 per bulan.

"Saya jalani pekerjaan itu dengan sepenuh hati, sambil tetap kuliah," katanya.

Perjuangannya berbuah manis. Pada tahun 2009, Rasyid diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), sesuatu yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

"Saya tidak pernah kepikiran untuk jadi PNS, tapi Alhamdulillah Tuhan beri saya jalan terbaik," tambahnya.

Meniti Karier sebagai ASN

Setelah diangkat menjadi PNS, Rasyid mengikuti berbagai pelatihan dan diklat hingga dipercaya menduduki berbagai posisi.

Ia pernah menjadi petugas di RSUD Dunda, bekerja di bagian hukum Sekda Kabupaten Gorontalo, serta menjabat sebagai Kepala Sekretariat Panwas Kabupaten Gorontalo pada tahun 2015-2016.

Pada tahun 2018, Rasyid terpilih sebagai anggota KPU Kabupaten Gorontalo hingga 2023.

Setelah menyelesaikan masa tugasnya di KPU, ia kembali aktif sebagai ASN pada Agustus 2023 dan bertugas di Dinas PMD Kabupaten Gorontalo. 

Kemudian, ia ditugaskan sebagai Pj. Kepala Desa Dungaliyo selama tiga bulan sebelum kembali ke Dinas PMD.

Pada Maret 2024, Rasyid resmi dilantik sebagai Lurah di Kelurahan Tenilo, posisi yang ia emban hingga saat ini.

Saat ini, Rasyid telah berkeluarga dengan dua orang anak dan seorang istri yang juga berasal dari Kabupaten Gorontalo.

Perjalanan hidupnya yang penuh liku menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang berjuang di tengah keterbatasan.

"Saya hanya ingin membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil jika kita punya tekad dan usaha. Saya ingin membantu masyarakat dengan pengalaman yang saya miliki," pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved