Berita Gorontalo
Kepala Bea Cukai Gorontalo Dorong Peningkatan Ekspor Produk Lokal untuk Pertumbuhan Ekonomi
Dengan adanya dorongan ini, diharapkan lebih banyak produk lokal yang bisa menembus pasar internasional secara langsung dari Gorontalo, meningkatkan p
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ANJANGSANA-Kepala-Bea-Cukai-Gorontalo-Ade-Zirwan-anjangsana-ke-kantor-TribunGorontalocom.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Kepala Kantor Bea Cukai Gorontalo, Ade Zirwan memaparkan kondisi ekspor di Gorontalo, Rabu (12/2/2025).
Hal itu ia ungkapkan saat bersama stafnya berkunjung ke kantor TribunGorontalo.com siang tadi.
Ade disambut Manager Content TribunGorontalo.com, Aldi Ponge dan Darman Rahman, tim bisnis.
Dalam kunjungan tersebut, Ade Zirwan berdiskusi dengan redaksi TribunGorontalo.com soal bagaimana menggenjot jumlah ekspor produk lokal ke luar negeri.
Sejak menjabat sebagai Kepala Bea Cukai Gorontalo, Ade Zirwan memang berupaya mendorong peningkatan angka ekspor produk asal Gorontalo.
Menurutnya, selama ini banyak produk daerah yang sebenarnya diekspor, namun melalui wilayah lain, sehingga tidak tercatat sebagai ekspor dari Gorontalo.
Hal ini mengakibatkan kontribusi sektor ekspor terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Gorontalo tidak sepenuhnya terefleksikan dalam data resmi.
“Perlu ada pencatatan yang valid dan lengkap agar data ekspor ini bisa terlihat," kata dia.
Artinya dengan pencatatan yang akurat, pemerintah bisa mengukur seberapa besar dampak ekspor terhadap PDRB Gorontalo dan merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Meski demikian, Ade mengaku cukup senang lantaran mulai terlihat geliat ekspor langsung dari Gorontalo.
Komoditas yang baru-baru ini menunjukkan peningkatan angka ekspor adalah Kerang darah (Anadara granosa) yang berasal dari Gorontalo Utara.
Menurut Ade, menggenjot angka ekspor ini mesti dikerjakan secara menyeluruh.
Artinya, pemerintah harus memiliki kebijakan yang mendukung ekspor ini.
Sebab, Bea Cukai menurutnya adalah lembaga di hilir yang tugasnya mencatat setiap ekspor barang.
Namun, perlu adanya kebijakan inovatif dari pemerintah untuk meningkatkan komoditas Gorontalo yang bisa diekspor, baik dalam bentuk produk mentah maupun olahan.
Menurut Ade, perlu didorong warga Gorontalo agar mau mengekspor produknya.
Sebagai Bea Cukai, pihaknya kata Ade mempermudah eksportir Gorontalo dengan regulasi dan pelayanan mudah dan gratis.
Ade juga melihat bahwa ekspor bisa menjadi ajang untuk menarik investasi dan devisa masuk ke Gorontalo.
Ia mencontohkan komoditas sapi Gorontalo yang berpotensi besar untuk ekspor.
Menurutnya, perlu dipikirkan bagaimana agar Gorontalo bisa memiliki tempat pemotongan sapi yang menunjang ekspor daging sapi berkualitas.
Dengan demikian, sektor peternakan juga dapat berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Gorontalo tidak kalah dalam hal menyediakan komoditas ekspor, hanya saja perlu edukasi bagi masyarakat tentang cara ekspor dan dukungan kebijakan dari pemerintah,” ucapnya.
Bea Cukai Gorontalo berkomitmen untuk terus mendukung para pelaku usaha dalam meningkatkan ekspor, termasuk memberikan kemudahan dalam prosedur ekspor serta melakukan sosialisasi terkait kebijakan dan regulasi yang berlaku.
Dengan adanya dorongan ini, diharapkan lebih banyak produk lokal yang bisa menembus pasar internasional secara langsung dari Gorontalo, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat daya saing daerah dalam perdagangan global.
"Jika pelaku usaha membutuhkan asistensi dan informasi terkait ekspor bisa mendatangi klinik ekspor di kantor Bea Cukai Gorontalo," tukas Ade. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.