Berita Viral
Fakta-fakta Tewasnya Budi Irawan Kepsek SD di Kalsel, Korban Sempat Minta Saran Polisi
Irawan diketahui merupakan kepala sekolah dasar di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Budi-irawan-tewas.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Budi Irawan (49) tewas dibunuh oleh mantan pacar calon istrinya.
Irawan diketahui merupakan kepala sekolah dasar di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.
Berikut fakta-fakta tewasnya Irawan sebagaimana dilansir dari Tribunnews.com via KompasTV.
Korban Kepala Sekolah
Korban merupakan seorang kepala sekolah di salah satu SD di Desa Mantaas, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Sedangkan terduga pelaku berinisial MA (25), warga Banua Hanyar Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Peristiwa pembunuhan ini terjadi di warung milik RM di Desa Banua Kupang di Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada Senin (27/1/2025) sekitar pukul 23.00 Wita.
Sempat Konsultasi ke Polisi
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Labuan Amas Utara Ipda Lilik Hadrianto, menyebut korban sempat berkonsultasi ke Mapolsek sebelum peristiwa itu terjadi.
Menurut Lilik, korban mengaku mendapat gangguan dan ancaman dari pelaku, dan pihak kepolisian pun sempat memberi saran pada korban.
Pengancaman itu berkaitan dengan kegiatan korban yang sering berkunjung ke warung calon istrinya, RM (22). RM merupakan mantan kekasih pelaku. Polisi pun menyarankan agar korban jangan berkunjung saat malam hari.
"Korban datang ke Polsek konsultasi kepada saya. Kami sarankan, jika sudah direstui orang tuanya, nikahi saja dan jangan lagi berkunjung ke warung malam hari. Siang hari saja," kata Lilik, Selasa (28/1/2025) dilansir dari BanjarmasinPost.co.id.
"Kami juga sarankan calon istrinya jangan dulu buka warung. Kalaupun buka, jangan dia yang jaga, cukup anak buahnya saja," ujarnya.
Motif Cinta Segitiga
Lilik menuturkan, saat peristiwa penikaman terjadi, korban sedang berkunjung ke warung sang calon istri sejak setelah magrib.
"Rupanya Senin malam kemarin, mulai habis magrib dia berkunjung ke warung, hingga terjadilah peristiwa itu," sebut Lilik.
Menurut polisi, peristiwa pembunuhan ini dilatarbelakangi oleh masalah cinta segitiga.
"Motifnya cinta segitiga. Pelaku ditolak ayah RM ketika melamar. Yang diterima justru korban," ungkap Lilik.
Kronologi
Peristiwa penikaman itu terjadi pada Senin malam sekitar pukul 23.00 Wita. Ketika itu, pelaku datang ke warung milik RM yang mengetahui ada korban di dalam rumah saksi.
Pelaku kemudian berteriak menyuruh korban untuk keluar. Awalnya korban tidak ingin keluar, tetapi pelaku terus memprovokasi korban, dengan berbagai kata-kata, hingga korban keluar dari rumah.
Saat korban keluar dari rumah calon istrinya, pelaku langsung membacok dan menikam dengan menggunakan senjata tajam jenis parang.
Kala itu korban sempat melarikan diri ke samping warung, namun pelaku mengejar dan melanjutkan perbuatannya.
Pelaku langsung kabur setelah melakukan aksinya, sedangkan korban dievakuasi oleh warga menggunakan ambulans ke RS Damanhuri Barabai.
Namun sayang, nyawa korban tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit tersebut.
"Kami sudah minta pelaku maupun keluarga pelaku menyerahkan diri saja, daripada nanti ditangkap," ujar Lilik.
Artikel ini telah tayang di KompasTV dengan judul Deretan Fakta Kepala Sekolah di Kalsel Tewas di Tangan Mantan Pacar Calon Istrinya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.