Berita Viral
Gegara Emosi Ditagih Bayar Parkir Rp 41 Ribu, PNS Ini Viral Usai Todongkan Senpi ke Petugas
Seorang PNS emosi akibat diminta bayar parkir Rp 41 ribu. Akhirnya, PNS ini marah dan ajukan senjata api (senpi) ke arah tukang parkir tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/dghdryj.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) emosi akibat diminta bayar parkir Rp 41 ribu.
Padahal PNS ini tidak lama meninggalkan kendaraannya di tempat parkir.
Namun, dirinya tetap disuruh bayar Rp 41 ribu.
Akhirnya, PNS ini marah dan ajukan senjata api (senpi) ke arah tukang parkir tersebut.
Satu tembakan pun nyaris mengenai petugas parkir tersebut.
Seorang petugas tiket nyaris ditembak oknum PNS.
Hal itu karena pelaku tak mau membayar tiket sebesar Rp41 ribu.
Ia bahkan sempat menembakkan senpinya satu kali.
Peristiwa ini dialami seorang petugas tiket Pelabuhan Bakauheni.
Ia ditodong senjata api (senpi) oleh oknum PNS saat memeriksa tiket kendaraan.
Dalam video rekaman CCTV pos tiket, tercatat peristiwa terjadi pada Jumat (3/1/2024), sekitar pukul 04.54 WIB.
Karena menolak membayar tarif parkir pelabuhan pada Jumat (3/12/2024) dini hari, pelaku menodongkan senjata api (senpi) kepada petugas.
Kapolres Lampung Selatan, AKBP Yusriandi Yusrin mengatakan, pelaku MY menggunakan senjata jenis airsoft gun saat menodong korban bernama Kiemas Ekhsan.
Kejadian berawal saat mobil BE 1563 ALG yang dikendarai pelaku hendak keluar dari areal Pelabuhan Bakauheni.
"Tarif parkir yang dikenakan saat itu sebesar Rp41.000," kata Yusriandi saat dihubungi pada Jumat sore.
"Tetapi pelaku marah dan mengaku sebagai pegawai Kesyahbandaran," imbuhnya.
Pelaku lalu mengancam korban dengan ucapan akan menabrak jika gerbang tidak segera dibuka.
Akibat ancaman tersebut, petugas loket yang merasa terancam akhirnya membuka gerbang.
Ia membuka gerbang dengan menggunakan nomor polisi bebas kantor.
Yusriandi mengatakan, pelaku saat ini masih dalam proses pemeriksaan di Mapolres Lampung Selatan.
Statusnya akan ditentukan dalam 1x24 jam ke depan.
Oknum PNS tersebut juga mengeluarkan airsoft gun dan menodongkannya ke arah kepala petugas.
"Pelaku bahkan sempat melepaskan tembakan satu kali, meski tidak mengenai korban," jelas Yusriandi.
Belakangan diketahui jika pelaku adalah PNS Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bakauheni berinisial MY (55).
Nasibnya usai todong senpi ke kepala petugas tiket Pelabuhan Bakauheni tersebut akhirnya terungkap.
Mengancam dan membawa senjata api, oknum PNS ini akhirnya bakal dipenjara.
Untuk pelaku sendiri terancam dikenakan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api.
Ia terancam pidana 12 tahun penjara.
"Ancaman maksimal 12 tahun penjara," kata Yusriandi.
Kepala Satuan Reskrim Polres Lampung Selatan, AKP Dhedi Ardi Putra, membenarkan penetapan tersangka tersebut.
Dhedi mengatakan, penetapan MY sebagai tersangka dipastikan setelah pihaknya melakukan gelar perkara di Polres Lampung Selatan pada Sabtu (4/1/2025) pagi.
"Benar, tadi pagi kita sudah gelar perkara."
"Dan hasilnya menetapkan MY status PNS KSOP Bakauheni sebagai tersangka kasus itu," ujarnya.
Dia menambahkan, penetapan tersangka ini dilakukan setelah penyidik mendapatkan dua alat bukti terkait kasus penodongan senpi itu.
Dhedi mengatakan, tersangka MY dikenakan Pasal 335 KUHP dengan ancaman pidana selama satu tahun penjara.
Dipalak preman, sopir truk batu bara di Bajubang, Batanghari, kena bacok.
Kejadian ini viral usai diunggah akun IG @infobatanghari pada Sabtu (4/1/2025) dini hari.
Beruntung sopir bisa kabur meski terkena luka bacok.
Informasi yang diperoleh, seorang sopir truk batu bara tersebut bernama Soleh.
Ia menjadi korban pemalakan di Simpang Edi, Perempatan Kuali Pecah, Bajubang.
Menurut kabar, korban dan pelaku sempat cekcok.
Di tengah cekcok, pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam dan melakukan pembacokan mengenai tangan korban.
"Mungkin kareno cekcok yang mintain duit langsung ngeluarin sajam," tulis keterangan unggahan di akun tersebut.
Sopir yang kena bacok langsung banting setir ke arah Bajubang.
Tepatnya di depan Alfamart Bajubang untuk meminta pertolongan warga.
Belum diketahui informasi terkini setelah kejadian ini.
Tribun Jambi akan mengkonfirmasi ke pihak kepolisian dan pihak terkait mengenai dugaan pembacokan yang terjadi pada tadi malam.
Pemerasan terhadap sopir truk di Jambi dinilai sudah sangat meresahkan.
Sejumlah netizen mengomentari unggahan tersebut sesaat setelah viral.
"Sudah sangat meresahkan," tulis salah satu akun.
"Ngeri pengemis di jalan main bacok bae," tulis akun yang lain.
"SDM rendah gk sekolah minta tu seiklas nya jgn maksa.." komentar netizen.
"Ringam nian samo pungli di simpang gado selincah jambi depan rumah makan patamuan baru bawak pisau,, awak bukan sopir be ngeri," timpal yang lain.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.