Berita Gorontalo

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku 'PMK' Mengganas di Kabupaten Gorontalo, 5.203 Sapi Terjangkit

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Peternakan Kabupaten Gorontalo, hingga 30 Desember 2024, tercatat sebanyak 5.203 sapi terjangkit PMK.

Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Jefri Potabuga, TribunGorontalo.com
Warga Gorontalo menggiring sapi di sebuah perkebunan. 

"Kami sudah meminta bantuan dari pemerintah pusat untuk mengirimkan stok obat," jelasnya.

Asriena juga mengimbau kepada para peternak agar tidak menunggu ternak mereka sakit parah sebelum mendapatkan pengobatan.

"Jangan tunggu sapi sakit dulu. Jika sudah melihat gejala awal, seperti sapi mulai kurang makan atau lemas, segera laporkan ke kami," kata Asriena.

PMK ini diketahui sangat cepat penularannya, sehingga penanganan yang cepat dan tepat sangat diperlukan untuk memutus rantai penyebaran penyakit.

Asriena menyarankan agar warga menyemprotkan abu lemon yang dicampur dengan 600 ml air pada kaki atau mulut sapi yang terluka.

Pengobatan mandiri ini bisa dilakukan minimal dua kali sehari, dan jika luka parah, pengobatan harus dilakukan lebih sering.

Di Desa Suka Maju, Kecamatan Mootilango, wabah PMK juga telah menyebar dengan cepat. Yahya Maso (37), seorang warga setempat, menceritakan bahwa puluhan sapi di desanya telah terjangkit penyakit ini.

"Sapinya pun satu sudah terjangkit dan langsung dilakukan pengobatan dengan menyuntikkan ternak tersebut melalui mantri hewan," ujar Yahya.

Yahya pun meminta agar Dinas Peternakan Kabupaten Gorontalo segera mengambil tindakan cepat dan terukur untuk memutus rantai penyebaran PMK di desanya.

"Banyak sapi di desa kami kena penyakit ini, semoga ada solusi cepat dari dinas terkait," ungkapnya.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved