Breaking News
Minggu, 8 Maret 2026

Kunci Jawaban

Kunci Jawaban PAI Kelas 7 Halaman 232 Kurikulum Merdeka: Aktivitas 10.5, Bani Umayyah

Dalam buku PAI Kelas 7 Kurikulum Merdeka halaman 232 tersebut terdapat Aktivitas 10.5.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Andriyani
zoom-inlihat foto Kunci Jawaban PAI Kelas 7 Halaman 232 Kurikulum Merdeka: Aktivitas 10.5, Bani Umayyah
buku PAI Kelas 7 Kurikulum Merdeka
Dalam buku PAI Kelas 7 Kurikulum Merdeka halaman 232 tersebut terdapat Aktivitas 10.5. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Berikut soal dan kunci jawaban PAI Kelas 7 Kurikulum Merdeka halaman 232

Dalam buku PAI Kelas 7 Kurikulum Merdeka halaman 232 tersebut terdapat Aktivitas 10.5.

Di Aktivitas 10.5 tersebut siswa diminta menjawab pertanyaan tentang kejayaan Islam Bani Umayyah di Spanyol.

Kunci jawaban PAI Kelas 7 Kurikulum Merdeka halaman 232 dalam artikel ini hanya sebagai referensi orang tua untuk mengoreksi hasil pekerjaan siswa.

Maka dari itu, sebelum mencocokkan dengan kunci jawaban PAI Kelas 7 Kurikulum Merdeka halaman 232 ini, siswa harus mengerjakan soal secara mandiri terlebih dahulu.

Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 7 Halaman 218 Kurikulum Merdeka: Mari Berlatih, Soal Pilihan Ganda

Kunci Jawaban PAI Kelas 7 Halaman 232

Aktivitas 10.5

Dengan teman sekelompok, identifikasi kejayaan Islam Bani Umayyah di Spanyol dalam bidang tata kota dan penataan bangunan fisik! Kemudian, bandingkan dengan kejayaan Islam pada masa Bani Umayyah di Damaskus!

Pembahasan Jawaban

Bani Umayyah di Spanyol (al-Andalus), setelah penaklukan Spanyol pada awal abad ke-8, mengembangkan peradaban Islam yang sangat maju, termasuk dalam bidang perencanaan kota dan arsitektur.

Berikut beberapa pencapaian Bani Umayyah di Spanyol:

Perencanaan Kota yang Terorganisir:

Kota-kota seperti Cordoba dan Sevilla berkembang pesat di bawah kekuasaan Bani Umayyah.

Di Cordoba, misalnya, kota ini dibangun dengan sistem jalan yang teratur dan dilengkapi dengan kanal-kanal untuk irigasi dan sanitasi yang sangat canggih pada zamannya.

Kota-kota ini juga dibangun dengan mempertimbangkan pembagian kawasan sesuai dengan fungsinya, seperti pemukiman, pasar, dan pusat pemerintahan.

Hal ini membuat al-Andalus menjadi salah satu contoh paling maju dalam perencanaan kota di dunia Islam.

Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 7 Halaman 212 Kurikulum Merdeka: Perbedaan Haji dan Umrah

Pengaruh Arsitektur Islam:

Masjid Raya Cordoba adalah contoh paling terkenal dari arsitektur Islam di al-Andalus.

Masjid ini, dengan kolom-kolomnya yang khas dan penggunaan lengkungan dan kubah, menjadi simbol kejayaan arsitektur Islam.

Istana Alhambra di Granada (dibangun pada abad ke-13 tetapi mencerminkan pengaruh awal dari masa Umayyah) adalah contoh lain dari arsitektur Islam yang sangat mengutamakan keindahan estetika, penggunaan air, dan taman-taman yang luas.

Meskipun Alhambra dibangun setelah kekhalifahan Bani Umayyah berakhir, banyak elemen yang berasal dari masa Umayyah di Cordoba.

Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Teknologi:

Salah satu ciri khas dari kota-kota Bani Umayyah di Spanyol adalah penggunaan teknik irigasi yang canggih.

Mereka membangun kanal-kanal dan saluran air untuk mengelola air secara efisien, yang memungkinkan pertanian berkembang dengan baik, meskipun wilayah tersebut memiliki iklim kering.

Di samping itu, mereka juga membangun gedung-gedung publik, seperti rumah sakit dan perpustakaan, yang mencerminkan kesadaran akan pentingnya pelayanan sosial dan intelektual dalam masyarakat.

Perbandingan Kejayaan Bani Umayyah di al-Andalus dan Damaskus

Gaya Arsitektur:

Di al-Andalus, gaya arsitektur cenderung lebih fleksibel dan mengadaptasi unsur-unsur lokal serta pengaruh dari budaya Romawi dan Visigoth.

Gaya ini tercermin dalam penggunaan elemen-elemen seperti lengkungan setengah lingkaran dan kolom berwarna.

Masjid Cordoba, dengan deretan kolom dan lengkungan ganda, menunjukkan keunikan arsitektur Islam di al-Andalus.

Di Damaskus, arsitektur lebih banyak dipengaruhi oleh gaya Bizantium dan Romawi yang lebih monumental, seperti yang terlihat pada Masjid Agung Damaskus.

Penggunaan mosaik dan kubah besar menjadi ciri khas dari arsitektur Islam di kawasan ini.

Perencanaan Kota:

Di al-Andalus, kota-kota seperti Cordoba dan Sevilla lebih mengedepankan fungsi sosial dengan perencanaan kota yang lebih ramah terhadap kehidupan sosial dan kebudayaan, serta fokus pada pemeliharaan keindahan alam, seperti taman-taman dan kanal air.

Ini menunjukkan pengaruh budaya lokal Iberia yang lebih dekat dengan alam.

Di Damaskus, perencanaan kota lebih terfokus pada pembangunan pusat kekuasaan dan perdagangan, serta integrasi dengan struktur kota-kota besar dari zaman Romawi.

Kota ini menjadi pusat pemerintahan yang monumental dengan masjid-masjid besar sebagai simbol kebesaran politik.

Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 7 Halaman 206 Kurikulum Merdeka: Definisi Zakat dan Pembagiannya

Fungsi Sosial dan Budaya:

Di al-Andalus, Bani Umayyah sangat menghargai keilmuan dan seni.

Hal ini tercermin dalam pembangunan perpustakaan, rumah sakit, dan pusat-pusat intelektual lainnya yang menjadikan Cordoba sebagai salah satu pusat kebudayaan terbesar di dunia pada masa itu.

Di Damaskus, selain berfungsi sebagai pusat kekuasaan, kota ini juga menjadi pusat budaya Islam awal, dengan pengaruh besar dalam bidang hukum, filsafat, dan seni.

Meskipun tidak sebesar al-Andalus dalam bidang intelektual, Damaskus tetap memainkan peran penting dalam menyebarkan kebudayaan Islam.

*) Disclaimer: Kunci jawaban di atas hanya sebagai panduan siswa dalam mengerjakan soal.

Tribunnews.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kesalahan dalam jawaban di atas.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved