Rabu, 25 Maret 2026

Berita Viral

Viral Wanita Asal Malaysia Diduga Kena Guna-guna Ipar, Bayi dalam Kandungan Tiba-tiba Hilang

Beberapa waktu lalu sempat viral curhatan seorang wanita asal Malaysia yang kehilangan bayi dalam kandungan.

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Viral Wanita Asal Malaysia Diduga Kena Guna-guna Ipar, Bayi dalam Kandungan Tiba-tiba Hilang
mStar
Seorang wanita asal Malaysia curhat soal bayinya yang hilang dalam kandungan 

TRIBUNGORONTALO.COM – Beberapa waktu lalu sempat viral curhatan seorang wanita asal Malaysia yang kehilangan bayi dalam kandungan.

Melansir pemberitaan mStar via TribunTrends, Jumat (13/12/2024), insiden itu terjadi saat korban tinggal di rumah mertuanya.

Sebelum kejadian, Saerah (bukan nama asli) mengandung anak pertamanya.

Namun kebahagiaan itu pun sirna tatkala ia menyadari bayinya hilang setelah memasuki usia kandungan 10 minggu.

Sang wanita pun menjelaskan bahwa semuanya merupakan ulah dari iparnya sendiri.

Lantas, bagaimana kisahnya?

Meski sudah 10 tahun berlalu, Saerah masih belum bisa melupakan peristiwa kelam dimana ia mengalami keguguran hingga hampir bunuh diri.

Mengenang kembali tragedi tersebut, Saerah mengatakan, semuanya bermula setelah ia dan suaminya, Tauq (juga bukan nama sebenarnya), berbagi kabar bahagia kelahiran anak pertamanya kepada keluarga mertuanya.

“Saya dipastikan hamil setelah dua bulan menikah. 

Saat usia kehamilan sekitar 10 minggu, saya dan suami menceritakan kabar kehamilan tersebut kepada mertua saat kami pulang ke rumah.

“Memang benar ibu dan ayah mertua sangat bersemangat. 

Ya, cucu tertua akan lahir.

“Ipar saya sudah tujuh tahun menikah namun belum juga dikaruniai anak. 

Saat saya berbagi kabar tersebut, kakak ipar dan ipar saya yang saya panggil Kak Murni sangat bahagia," kata wanita berusia 36 tahun ini.

Menurut Saerah yang berprofesi sebagai pedagang online, semuanya indah pada awalnya, bahkan ia diperlakukan layaknya seorang putri oleh suami dan ibu mertuanya.

“Saya yatim piatu dan satu-satunya anak perempuan di keluarga. 

Saya sangat bersyukur karena saya mempunyai ibu mertua dan ibu mertua yang merawat saya seperti anggota keluarga.

“Mereka tahu saya menderita alergi parah, setiap minggu saya harus pulang membawa makanan, tolong dipijat dan sebagainya,” ujarnya.

Namun kata Saerah, tanpa disadari, perasaan cemburu dan dengki muncul dalam diri adik iparnya.

Bukan hanya karena ia sedang hamil, tapi juga karena seluruh perhatian keluarga kini seolah tertuju padanya.

“Singkat cerita, suami saya harus pergi keluar kota selama seminggu ke Perlis. 

Saat itu usia kehamilan saya baru 16 minggu.

“Karena saya khawatir tinggal sendirian, suami saya menyarankan agar saya tinggal di rumah mertua saya di Kuala Kangsar.

Jaraknya hanya satu jam dari rumah kami.

Mertua saya setuju dan bahkan mempersilahkan saya untuk tinggal bersamanya.

“Kakak ipar dan Kak Murni memang duduk bersama mereka karena membantu mertuanya mengelola perkebunan kelapa sawit.

"Pada hari ketiga di sana, aku perhatikan Suster Murni sudah berubah. 

Dia tidak ceria atau banyak bicara seperti sebelumnya.

Aku pikir mungkin dia lelah jadi aku pun tidak bertanya dia melakukannya seperti biasa," katanya.

Keesokan harinya menurut Saerah, dia dan Kak Murni hanya berduaan di rumah karena ibu mertuanya sibuk membantu pernikahan tetangganya.

“Seperti biasa, Kak Murni tidak mengizinkan saya membantunya di dapur karena saya masih alergi. 

Saya sudah siap memasak makan siang, dia memanggil saya untuk makan.

"Setelah salat Dzuhur, perutku terasa sangat sakit. 

Semakin lama, semakin sakit.

Semakin aku panik saat merasakan ada cairan di pahaku, ternyata itu darah!

“Saya berteriak memanggil Kak Murni namun tidak ada jawaban.

Sambil menangis sejadi-jadinya, saya berusaha bangkit untuk mengangkat telepon genggam namun ambruk dan kehilangan kesadaran. 

Rupanya, saya sudah satu jam tergeletak di lantai kamar dengan darah berceceran sebelum ibu mertuaku pulang.

“Saya baru sadar saat berada di ranjang rumah sakit. 

Saat saya melihat wajah suami dan ibu mertua saya berlinang air mata, saya tahu kehamilan saya tidak bisa diselamatkan,” kata Saerah.

Ditahan di bangsal selama empat hari, Saerah akhirnya keluar dari rumah sakit dan dikarantina di rumah mertuanya.

“Mungkin Tuhan ingin menunjukkan kepadaku, suatu hari, suamiku ingin mengambil nampan makan siangku dari dapur. 

Dia melihat Kak Murni memasukkan sesuatu ke dalam sup sayurku.

Aneh karena botol kecil itu cepat-cepat dia sembunyikan di dalam gulungan kain batik. 

Suami saya memaksa, akhirnya dia mengaku itu jimat. 

Dia pun mengaku bertanggung jawab atas keguguran saya.

“Semua orang kaget mendengarnya. 

Dia menangis dan meminta maaf kepada saya dan suami. 

Suami saya meminta saya pulang hari itu karena dia tidak bisa menghadapi adik iparnya.

“Karena perbuatannya, kakak ipar saya menceraikan Kak Murni

Entah apa yang terjadi setelah dia kembali ke desanya di Terengganu. 

Saya sudah memaafkan, tapi tidak akan saya lupakan,” pungkas Saerah.

Beruntung, kini dirinya sudah memiliki dua anak berusia enam dan tiga tahun.

 

(TribunTrends.com/Nafis)

 


Artikel ini telah tayang di Tribuntrends.com dengan judul Pilu Wanita, Bayi di Perutnya Tiba-tiba Hilang setelah Makan Sup, Ternyata Diguna-guna Ipar yang Iri

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved