Pilkada Gorontalo

3.327 Polisi Akan Berjaga di 2.016 TPS Pilkada Gorontalo

Dengan pengamanan maksimal yang melibatkan ribuan personel, sinergi antarinstansi, dan dukungan masyarakat, Pilkada Serentak 2024 di Provinsi Gorontal

Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Ribuan polisi siap jaga Pilkada Gorontalo berjalan lancar. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo Sebanyak 3.327 personel gabungan dari jajaran Polda Gorontalo dan Polres disiapkan untuk mengamankan 2.016 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam Pilkada Serentak 2024.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan jalannya pesta demokrasi berjalan aman, lancar, dan damai di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo.

Pengamanan meliputi seluruh tahapan penting Pilkada, mulai dari pemungutan suara, penghitungan suara, hingga distribusi logistik.

Hal tersebut diungkapkan dalam Apel Pergeseran Pasukan (Serpas) yang digelar di halaman Mapolda Gorontalo, Senin (25/11/2024). Apel ini dipimpin langsung oleh Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Pudji Prasetijanto Hadi.

Kapolda Gorontalo menyampaikan bahwa pengamanan Pilkada tidak hanya melibatkan Polri, tetapi juga bersinergi dengan TNI, Linmas, dan elemen masyarakat.

Tujuannya adalah menciptakan situasi kondusif yang memungkinkan masyarakat menggunakan hak pilih mereka tanpa rasa takut atau tekanan.

“Seluruh personel harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, terutama dalam menjaga netralitas, menciptakan rasa aman, dan melayani masyarakat yang akan menggunakan hak pilihnya di TPS,” ujar Kapolda.

Kapolda Pudji Prasetijanto menegaskan pentingnya netralitas seluruh anggota Polri selama pelaksanaan Pilkada.

Ia mengingatkan bahwa Polri tidak boleh berpihak kepada pasangan calon mana pun.

“Netralitas Polri adalah harga mati. Tidak ada anggota Polri yang boleh terlibat atau memihak dalam politik praktis. Tugas utama kita adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat dan menjamin proses demokrasi berjalan lancar,” tegasnya.

Kapolda juga meminta seluruh personel bersikap profesional, humanis, dan responsif saat bertugas.

Ia menekankan pentingnya pendekatan persuasif dalam menghadapi situasi di lapangan untuk menghindari potensi konflik.

“Lakukan pendekatan yang persuasif dan humanis kepada masyarakat. Pastikan tidak ada potensi gangguan yang dapat menghambat kelancaran jalannya Pilkada. Ingat, kehadiran kita di TPS adalah untuk melayani dan melindungi masyarakat,” imbuhnya.

Potensi gangguan keamanan seperti konflik antarpendukung, penyebaran hoaks, hingga intimidasi terhadap pemilih menjadi perhatian khusus dalam pengamanan kali ini.

Selain memberikan arahan, Kapolda juga memeriksa kesiapan seluruh personel beserta peralatan pendukung seperti alat komunikasi, kendaraan operasional, dan perlengkapan logistik.

Pemeriksaan ini memastikan tidak ada kendala teknis yang mengganggu tugas pengamanan.

Dengan pengamanan maksimal yang melibatkan ribuan personel, sinergi antarinstansi, dan dukungan masyarakat, Pilkada Serentak 2024 di Provinsi Gorontalo diharapkan berlangsung sukses, aman, dan demokratis.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved