Lowongan Kerja
Kementan RI Buka Lowongan Kerja Petani Milenial, Gaji Rp10 Juta per Orang, Ini Link Pendaftarannya
Kementerian Pertanian (Kementan) RI membuka lowongan pekerjaan untuk petani milenial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-petani-milenial.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) RI membuka lowongan pekerjaan untuk petani milenial.
Melansir dari TribunJatim.com, pendaftaran petani milenial tidak dipungut biaya.
Peserta bakal menerima bantuan peningkatan keterampilan bidang pertanian.
Berikut langkah-langkah cara daftar petani milenial 2024:
- Kunjungi situs resmi Kementerian Pertanian melalui tautan https://latihanonline.pertanian.go.id/
- Masukkan NIK ke dalam kolom Form Pendaftaran Pelatihan Untuk Petani Milenial (DPM/DPA dan JPN)
- Cari menu "Pelatihan Petani Milenial" di halaman utama untuk memulai pendaftaran secara online.
- Di halaman pendaftaran, masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang valid,
- Lengkapi data diri dengan benar,
- Pada bagian foto diri, unggah foto ukuran 4x6 dengan resolusi maksimal 700 KB. Foto ini akan digunakan sebagai identitas peserta program.
- Setelah memastikan semua data sudah benar, klik tombol "Daftar" untuk menyelesaikan proses pendaftaran.
Dalam HUT Harian Surya ke 35 pada Talkshow Quo Vadis Ketahanan Pangan Demi Kemandirian Jatim yang diselenggarakan secara hybrid, Selasa (12/11/24) malam, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman jelaskan bagaimana sistem kerja petani milenial.
"Saat melibatkan penting milenial, yang kita sampaikan pertama ke mereka adalah menjadi petani milenial harus lebih menguntungkan dari pada menjadi pegawai, karena kalau tidak, ini bisa masalah," ujar Mentan.
Kata Mentan, yang ideal untuk pendapatan adalah sebanyak 10 juta per orang petani milenial.
"Minimal 10 juta per bulan per orangnya. Adapun untuk model kerjanya yaitu 1 grup diisi 15 orang petani milenial dengan mengelolah lahan seluas 200 HA," ucap Mentan.
Mentan yakin, dengan kebijakan tersebut, pasti bisa merebut hati milenial untuk mau menjadi petani.
"Dengan ini kita pasti berhasil merebut hati milenial. Tanpa memberi keuntungan yang baik maka kebijakan ini tidak akan berhasil."
"Apalagi kebijakan ini sesuai dengan Komitmen Kementan, dimana petani harus diberi ruang untuk untung. Terlebih Bapak Presiden pun juga telah memerintahkan bahwa regulasi yang berbelit - belit harus segera di sederhanakan," jelasnya.
Mentan menambahkan, dalam 10 Tahun terakhir sendiri, Indonesia telah berupaya swasembada juga menjaga ketahan pangan.
Kemudian juga, lanjut dia, Alhamdullilah bapak presiden telah menaikan alokasi pupuk bersubsidi dimana dari 4.73 menjadi 9,55 juta ton.
"Ini kabar baik bagi petani Indonesia termasuk jawa timur," imbuhnya lagi.
Apa itu petani milenial?
Melansir laman pertanian.go.id, Peraturan Menteri Pertanian republik Indonesia Nomor 04 Tahun 2019 pasal 1 ayat 4 menerangkan bahwa petani milenial adalah petani berusia 19 (sembilan belas) tahun sampai 39 (tiga puluh sembilan) tahun, dan/atau petani yang adaptif terhadap teknologi digital.
Pemerintah menilai penurunan minat dan keengganan kaum muda terlebih milenial untuk memilih pertanian sebagai profesi yang menjanjikan di masa depan disebabkan karena mayoritas petani kita masih mengelola lahan pertaniannya secara konvensional.
Saat ini yang bisa dilakukan dalam mengenalkan sektor pertanian bagi kaum milenial adalah mengubah paradigma bahwa sektor pertanian itu adalah sektor yang menjanjikan dengan pengoperasian berbagai macam teknologi.
Masih dikutip dari situs yang sama, bermacam teknologi yang saat ini dapat digunakan di sektor pertanian yaitu:
Saat ini telah banyak alat dan mesin yang memudahkan pekerjaan di lahan pertanian. Bertani tidak harus berlumpur, bahkan menggembalakan sapi dan kerbau untuk mengolah sawah.
Salah satunya yang direkomendasikan oleh Kementerian Pertanian yaitu transplanter, untuk menanam padi.
Saat ini tidak perlu lelah melakukan penyemprotan pupuk, pestisida, atau herbisida di lahan pertanian karena saat ini sudah ada drone yang mampu melakukan semua aktifitas tersebut, jadi aktivitas pertanian bisa serasa "bermain" gadget.
Saat akan panen pun tidak perlu repot, karena Kementerian Pertanian bahkan sudah mengenalkan mesin panen berteknologi canggih, salah satunya Indo Combine Harvester yaitu alat untuk panen padi yang memudahkan dalam proses pemotongan hingga pengantongan padi.
Tidak hanya itu, ternyata saat ini sudah ada juga Mesin Pemetik Kapas, Mesin Pemanen Kentang, Mesin Pemanen Jagung, Mesin Pemanen Tebu, dan lain-lain.
Bahkan saat ini, untuk mempermudah pemilihan benih yang akan dijadikan bibit setelah panen, petani tidak perlu memilih secara manual, melainkan cukup menggunakan mesin pemilih bibit yang digunakan untuk tahap seleksi bibit unggul, misalnya digunakan pada pemilihan bibit unggul Jagung Hibrida.
Tidak ingin tangan kotor karena tanah, maka menanam dengan menggunakan media tanam selain tanah misalnya bertanam dalam hidrogel yaitu bahan poliester yang mempunyai daya serap terhadap air sangat tinggi, menggunakan air melalui cara tanam hidroponik atau
Rockwool adalah sekumpulan serat berbentuk busa yang terbuat dari lelehan batu gunung berapi seperti batu basalt.
Bahkan jika panen melimpah, jangan khawatir tentang pemasaran, karena saat ini sudah semakin banyak pasar pertanian “virtual”.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Lowongan Kerja Kementerian Pertanian Jadi Petani Milenial, Gaji Rp10 Juta, Ini Link Pendaftarannya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.