Siswa Dipaksa Menggongog
Viral! Siswa SMA Dipaksa Sujud dan Menggonggong, Sang Ibu Menyesal Membiarkan
Sang ibu, Ira Maria, tak kuasa menahan rasa sedih dan penyesalannya karena menyaksikan anaknya diperlakukan tidak manusiawi.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ivan-Sugianto-saat-meminta-siswa-SMA-Gloria-sujud-dan-menggonggong.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Kasus siswa SMA Gloria 2 Surabaya yang dipaksa sujud dan menggonggong oleh Ivan Sugianto menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Dalam video yang beredar, terlihat bagaimana Ivan memaksa seorang siswa untuk melakukan tindakan yang dianggap merendahkan martabat.
Sang ibu, Ira Maria, tak kuasa menahan rasa sedih dan penyesalannya karena menyaksikan anaknya diperlakukan tidak manusiawi.
Ira menyampaikan penyesalannya dalam wawancara di kanal YouTube TvOne News, Kamis (14/11/2024).
Dengan suara berat, ia mengaku saat kejadian dirinya diliputi rasa takut yang membuatnya tidak mampu mencegah Ivan memaksa anaknya.
“Kenapa saya membiarkan? Karena waktu itu saya takut, saya panik. Kenapa anak saya harus sujud dan menggonggong? Bahkan sebagai orang tua, kami tak pernah sekalipun meminta anak kami untuk melakukan hal semacam itu,” ujarnya.
Ira menjelaskan bahwa di tengah tekanan dan kekhawatiran terhadap keselamatan anaknya, ia memilih membiarkan anaknya mengikuti perintah Ivan.
"Di saat itu saya merasa takut, yang penting anak saya tidak apa-apa," kata Ira.
Namun, perasaan bersalah kini terus menghantuinya.
“Saya merasa bersalah sampai hari ini. Sebagai seorang ibu, mengapa saya membiarkan anak saya sujud dan menggonggong di depan umum, diperlakukan seperti ini?”
Sang Ibu Membantah Anak Melakukan Bullying
Ira juga membantah keras tuduhan yang menyebut anaknya, EV, melakukan bullying terhadap anak Ivan Sugianto.
Menurutnya, insiden yang dianggap penghinaan tersebut sebenarnya hanya candaan antar teman di sekolah.
Ira menjelaskan bahwa EV pernah mengatakan rambut teman sekelasnya, Exel, mirip pudel.
Namun, hal ini disampaikan dalam suasana bercanda tanpa ada maksud buruk.
"Itu hanya guyonan ringan antara teman-temannya, tidak lebih,” kata Ira.
Beberapa hari setelah insiden di sekolah, EV dan Exel bahkan bertemu secara tidak sengaja di Ciputrawe tanpa ada konflik lebih lanjut.
Ira menegaskan bahwa pertemuan itu berlangsung biasa saja, tanpa kata-kata kasar atau panggilan yang dianggap menghina.
"Selang beberapa hari, EV dan Exel bertemu, dan tidak ada ucapan kasar atau penyebutan nama binatang," jelas Ira.
Ira pun menyayangkan anggapan yang muncul bahwa EV telah melakukan perundungan, padahal interaksi antara anaknya dan Exel sangat terbatas dan tidak pernah sampai melibatkan kata-kata menghina.
"Anak saya tidak pernah mengatakan kata-kata kasar atau panggilan tidak pantas,” kata Ira dengan nada tegas.
Awal Mula Kasus Siswa SMA Gloria
Kejadian video viral seorang pengusaha pengusaha hiburan malam, Ivan Sugianto yang memaksa salah satu siswa SMA Gloria untuk sujud dan menggonggong.
Diketahui, perseteruan pria inisial IV dan EV, siswa SMA Kristen Gloria 2 Surabaya, viral di media sosial.
Dalam video beredar, IV mendatangi EV di sekolah.
Ia kemudian memaksa EV bersujud dan mengonggong di hadapannya.
Sejak video itu viral, kasus tersebut rupanya kian memanas.
Adapun awal mula kasus siswa SMA Gloria yang dipaksa sujud dan mengongong berawal dari adanya dugaan saling ledek antara siswa SMA Kristen Gloria 2 Surabaya pada siswa SMA Cita Hati melalui direct message (DM) Instagram.
Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Akmarawita Kadir menjelaskan, ledekan itu dilontarkan buntut dari pertandingan basket antar tim.
"Seminggu sebelumnya mereka pertandingan basket, basket ada tim Gloria ada tim lain. Diejek ini rupanya sekolah Cita Hati yang berdekatan dengan Gloria," kata Akmarawita.
Orang tua siswa yang diejek tak terima langsung mendatangi SMA Kristen Gloria 2 Surabaya.
"Orang tua yang diejek datang ke sekolah menunggu anak yang diduga mengejek anaknya," katanya.
Menurutnya Ivan datang bersama rombongan.
Karena ada keributan akhirnya kepala sekolah pun menyuruh mereka masuk.
"Meminta anak yang mengejek minta maaf dengan cara jongkok dan menggonggong. Ibu kepela sekolah membiarkan bullying terjadi. iya itu pasti (ketakutan)," katanya.
Kemungkinan katanya, ibu kepsek membiarkan Ivan menyuruh siswa sujud dan menggonggong karena takut melihat rombongan tersebut.
"Dia tidak berdaya menghalangi itu. Akhirnya terjadi, diangkat security biar tidak melakukan tapi tetap dilakukan," katanya.
Bahkan orang tua siswa yang mengejek pun tak mampu berbuat banyak.
Sampai-sampai ibu siswa pingsan melihat anaknya disuruh sujud dan menggonggong.
"Orang tua yng menjongkok terpaksa menyetujui abis itu ibunya langsung kejang dan pingsan," katanya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.