Rabu, 11 Maret 2026

Kunci Jawaban

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 75 Kurikulum Merdeka: Cerpen Berjudul Tanah Air

Dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum Merdeka halaman 75 tersebut terdapat Kegiatan 1.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fitriana | Editor: Andriyani
zoom-inlihat foto Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 75 Kurikulum Merdeka: Cerpen Berjudul Tanah Air
Buku Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum Merdeka
Dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum Merdeka halaman 75 tersebut terdapat Kegiatan 1. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Berikut soal dan kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum Merdeka halaman 75.

Dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum Merdeka halaman 75 tersebut terdapat Kegiatan 1.

Di Kegiatan 1 tersebut siswa diminta mencari informasi tentang peristiwa sejarah yang menjadi latar belakang sebuah cerpen.

Kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum Merdeka halaman 75 dalam artikel ini hanya sebagai referensi orang tua untuk mengoreksi hasil pekerjaan siswa.

Maka dari itu, sebelum mencocokkan dengan kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum Merdeka halaman 75 ini, siswa harus mengerjakan soal secara mandiri terlebih dahulu.

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 72 Kurikulum Merdeka: Cerpen Berjudul Tukang Cukur

Kegiatan 1 

Temukan informasi peristiwa sejarah yang menjadi latar belakang sebuah cerpen. 

Untuk memahami isi cerita pendek yang berjudul “Tanah Air” karya Martin Aleida ini secara komprehensif, kalian harus mempunyai pengetahuan latar belakang sejarah berkaitan dengan peristiwa Gerakan 30 September 1965.

Berikut ini beberapa hal yang harus kalian ketahui sebelum memulai membaca cerita pendek tersebut. Bekerjalah dalam kelompok yang terdiri atas 4-5 siswa dan temukanlah informasi di bawah ini!

1. Temukan informasi tentang gedung atau tempat bernama Tjandra Naja! Mengapa tempat tersebut menjadi istimewa dalam cerpen tersebut? Berikan alasan dan bukti yang mendukung!

Jawab: Tjandra Naja adalah sebuah bangunan cagar budaya di Jalan Gajah Mada, Jakarta, Indonesia. Bangunan ini merupakan bekas kediaman keluarga Khouw van Tamboen, terutama Majoor der Chinezen Khouw Kim An, pemimpin bangsa Tionghoa di Batavia yang terakhir (1910–1918 dan diangkat kembali 1927–1942).

Bangunan mempunyai luas 2.250 meter persegi dengan arsitektur Tionghoa yang khas. 

2. Apa yang kamu ketahui tentang peristiwa G30S/PKI 1965? Mengapa peritiwa itu terjadi dan mengapa ini disebut sejarah kelam bagi Indonesia? 

Jawab: Peristiwa Gerakan 30 September 1965 selama ini oleh Pemerintah Orde Baru dikatakan bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) ingin melakukan perebutan kekuasaan terhadap pemerintah Soekarno.

Hal itu dimulai dengan membunuh tujuh jenderal Angkatan Darat yang sekarang disebut sebagai Pahlawan Revolusi.

Walaupun demikian, buku putih sejarah tentang peristiwa tersebut belum pernah dirilis oleh Pemerintah Indonesia sehingga bisa menjadi acuan kita belajar bersama. 

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 56 Kurikulum Merdeka: Kegiatan 1 Andi Makassau

3. Setelah peristiwa 30 September 1965, apa dampak yang harus ditanggung oleh orang-orang yang dituduh sebagai anggota PKI?

Jawab: Akibat dari peristiwa Gerakan 30 September dan terbunuhnya tujuh jenderal Angkatan Darat tersebut, akhirnya PKI kemudian dilarang ada di Indonesia dan akibatnya para anggota dan simpatisannya mengalami pembunuhan, pemenjaraan, pembuangan, serta jenis-jenis diskriminasi lain. 

4. Apa itu Revolusi Kebudayaan di Tiongkok/China? Apa latar belakang terjadinya gerakan tersebut dan mengapa peristiwa itu disebut sebagai peristiwa kelam di Tiongkok pada waktu itu?

Jawab: Revolusi Kebudayaaan secara resmi disebut Revolusi Kebudayaan Proletarian Besar. Revolusi ini adalah sebuah gerakan sosiopolitik yang terjadi di Tiongkok dari 1966 sampai 1976. 

Gerakan ini dipelopori oleh Mao Zedong, Ketua Partai Komunis Tiongkok.

Tujuan gerakan ini adalah menyajikan ideologi komunis yang yang dianggap benar di negara tersebut.

Akibat gerakan ini adalah terjadinya pertumpahan darah di Tiongkok pada periode 1966–1976 karena orang-orang yang dianggap keluar dari ajaran Mao Zedong harus mengalami pembunuhan dengan pelanggaran hak asasi manusia yang luar biasa. 

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 46 Kurikulum Merdeka: Vlog 2 Mainan Edukasi

*Desclaimer

(Tribungorontalo.com/Fitriana)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved