Minggu, 15 Maret 2026

Kunci Jawaban

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 56 Kurikulum Merdeka: Kegiatan 1 Andi Makassau

Dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum Merdeka halaman 56 tersebut terdapat Kegiatan 1.

Tayang:
Penulis: Fitriana | Editor: Andriyani
zoom-inlihat foto Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 56 Kurikulum Merdeka: Kegiatan 1 Andi Makassau
Buku Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum Merdeka
Dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum Merdeka halaman 56 tersebut terdapat Kegiatan 1. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Berikut soal dan kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum Merdeka halaman 56.

Dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum Merdeka halaman 56 tersebut terdapat Kegiatan 1.

Di Kegiatan 1 tersebut siswa diminta menjawab pertanyaan tentang cerpen yang mengangkat cerita sejarah.

Kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum Merdeka halaman 56 dalam artikel ini hanya sebagai referensi orang tua untuk mengoreksi hasil pekerjaan siswa.

Maka dari itu, sebelum mencocokkan dengan kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum Merdeka halaman 66 ini, siswa harus mengerjakan soal secara mandiri terlebih dahulu.

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 46 Kurikulum Merdeka: Vlog 2 Mainan Edukasi

Kegiatan 1 

Temukan informasi peristiwa sejarah yang menjadi latar belakang sebuah cerpen. 

Agar dapat memahami isi cerpen tersebut secara komprehensif, kalian dapat berdiskusi secara berkelompok (satu kelompok yang terdiri atas 4-5 siswa) untuk menemukan informasi berikut.

1. Siapakah Andi Makassau? 

Jawab: Andi Makassau Parenrengi adalah tokoh yang berasal dari Parepare, pejuang kemerdekaan Indonesia di daerah bekas Ajatappareng (sekarang: Kota Parepare, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kabupaten Barru, dan Kabupaten Enrekang).

Dia adalah bangsawan Kerajaan Suppa. 

2. Berdasarkan pertanyaan nomor 1, apa yang telah dilakukannya terhadap upaya memperjuangan kemerdekaan Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan?

Jawab: Sebelum kemerdekaan Indonesia, Andi Makassau membentuk dan memelopori organisasi kemasyarakatan dan politik yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia.

Organisasi kemasyarakatan tersebut antara lain, seperti Partai Sarikat Islam di Parepare (dibentuk pada tahun 1927) dan Sumber Darah Rakyat atau disingkat SUDARA (dibentuk tahun 1944).

Setelah kemerdekan, Andi Makassau menyatakan mendukung kemerdekaan Indonesia.

Namun, pada 1946 Westerling yang melakukan pembantaian terhadap kurang lebih 40.000 rakyat Sulawesi Selatan dihadang dengan gagah berani oleh laskar-laskar di bawah kepemimpinan Andi Makassau.

Karena kalah senjata dan fasilitas lain, akhirnya perjuangan itu kalah.

Andi Makassau dibuang di tengah laut dalam kondisi terikat. 

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 45 Kurikulum Merdeka: Vlog Bike Sharing Jakarta

3. Siapakah Westerling? 

Jawab: Westerling bernama lengkap Raymond Pierre Paul Westerling. Dia lahir di Istanbul, Kesultanan Utsmaniyah, 31 Agustus 1919 dan meninggal di Purmerend, Belanda, 26 November 1987 pada umur 68tahun.

Westerling adalah komandan pasukan Belanda yang terkenal karena memimpin Pembantaian Westerling (1946–1947) di Sulawesi Selatan dan percobaan kudeta APRA di Bandung, Jawa Barat.

4. Mengapa dia dikatakan pelaku genosida di Sulawesi Selatan?

Jawab: Westerling dikatakan sebagai pelaku genosida di Sulawesi Selatan karena dia dan pasukan khusus Belanda yang bernama DST telah menghabisi sekitar 40.000 warga Sulawesi Selatan pada tahun 1946–1947.

Hal ini berawal dari peristiwa pembunuhan 1.000 orang Indonesia pro-Belanda yang dilakukan pejuang kemerdekaan Indonesia di bawah pimpinan Andi Makassau.

Kemudian Belanda melakukan pembalasan dengan mendatangkan pasukan DST yaitu pasukan khusus KNIL di bawah Westerling.

Tanpa segan Westerling mengadakan operasi pembersihan yang mirip pembunuhan massal. 

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 42 Kurikulum Merdeka: Video 1 Go Digital

5. Apa yang dimaksud dengan pasukan Depot Speciale Troepen — DST, KNIL?

Jawab: Yang dimaksud dengan DST (Depot Speciale Troepen) di bawah KNIL adalah satuan khusus andalan militer Belanda yang terlibat aksi pembantaian di Sulawesi Selatan.

DST biasa disebut pasukan baret hijau yang biasa dikirim ke daerah-daerah konflik yang membutuhkan operasi khusus seperti halnya di Sulawesi Selatan yang dipimpin oleh Westerling.

6. Mengapa Depot Speciale Troepen — DST, KNIL dikatakan sebagai pasukan yang penuh dengan kekejaman?

Jawab: DST merupakan pasukan yang penuh kekejaman.

Karena pasukan ini kejam dalam membunuh tanpa dibekali data intelijen cukup.

Operasinya membabi buta dan dikenal brutal ketika ditugaskan melawan musuh.

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 40 Kurikulum Merdeka: Mendiskusikan Teks Berita

*Desclaimer: Kunci dalam artikel ini hanya sebagai referensi orang tua untuk mengoreksi hasil pekerjaan siswa.

(Tribungorontalo.com/Fitriana)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved