Kunci Jawaban
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 13 Kurikulum Merdeka: Kalimat Fakta dan Opini
Dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum Merdeka halaman 13 tersebut terdapat Kegiatan 1.
Penulis: Fitriana | Editor: Andriyani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/buku-Bahasa-Indonesia-Kelas-11-Kurikulum-Merdeka-halaman-13.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Berikut soal dan kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum Merdeka halaman 13.
Dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum Merdeka halaman 13 tersebut terdapat Kegiatan 1.
Di Kegiatan 1 tersebut siswa diminta mengidentifikasi kalimat fakta dan kalimat opini.
Kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum Merdeka halaman 13 dalam artikel ini hanya sebagai referensi orang tua untuk mengoreksi hasil pekerjaan siswa.
Maka dari itu, sebelum mencocokkan dengan kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum Merdeka halaman 13 ini, siswa harus mengerjakan soal secara mandiri terlebih dahulu.
Kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 halaman 13
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 14 Kurikulum Merdeka: Kalimat Fakta dan Opini
Kegiatan 1
Bacalah teks argumentasi dan identifikasilah kalimat fakta dan kalimat opini.
Ketahanan Pangan pada Masa Pandemi Covid-19
Pandemi Covid-19 mengajarkan kepada kita bahwa ketahanan pangan nasional sangat penting ketika negara lain tidak dapat melepas cadangan pangan ke pasar global. Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) memperingatkan kepada negaranegara anggotanya untuk menjaga ketersediaan pangan nasional di negara masing-masing.
Walaupun stok pangan secara global cukup, karena pandemi Covid-19 meng haruskan karantina total atau sebagian wilayah, setiap negara anggota harus bisa mencukupi kebutuhan pangan rakyatnya. Situas ini mem beri tekanan berat pada rantai pasok pangan karena perdagangan global menjadi terbatas karena banyak negara menutup pelabuhan dan perbatasan.
Di dalam negeri sendiri, produksi pangan melibatkan jejaring petani, pasokan sarana produksi, pengolahan pascapanen, logistik dan distribusi, hingga perdagangan eceran. Jika salah satu mata rantai terhambat, pasokan pangan juga akan terganggu.
Kombinasi kedua alasan tersebut di atas menjadi hal yang tidak mudah bagi negara-negara yang mendapatkan pangan dari pasar internasional. Situasi itu menjadi lebih berat bagi negara yang menginpor pangan dalam jumlah besar karena penduduk yang banyak seperti Indonesia.
Oleh karena itu, pandemi Covid-19 makin menegaskan tentang pemahaman kita bahwa ketahanan pangan harus kita perluas jika Indonesia ingin memiliki kedaulatan pangan khususnya dan kedaulatan negara pada umumnya.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 6 Kurikulum Merdeka: Kegiatan 2 Arti Kata di KBBI
Jawaban:
1) Tiga Kalimat Fakta
- Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan BangsaBangsa (FAO) memperingatkan negara-negara anggotanya untuk menjaga ketersediaan pangan nasional di negara masing-masing.
- FAO perlu mengingatkan negara-negara anggotanya karena walaupun stok pangan secara global cukup, tetapi karena pandemi Covid-19 mengharuskan karantina total atau sebagian wilayah maka setiap negara anggota bisa mencukupi kebutuhan pangan rakyatnya.
- Di dalam negeri sendiri, produksi pangan melibatkan jejaring petani, pasokan sarana produksi, pengolahan pascapanen, logistik dan distribusi, hingga perdagangan eceran.
2) Tiga Kalimat Opini
- Pandemi Covid-19 mengajarkan kepada kita bahwa ketahanan pangan nasional sangat penting ketika negara lain tidak dapat melepas cadangan pangan ke pasar global.
- Situasi ini memberi tekanan berat pada rantai pasok pangan karena perdagangan global menjadi terbatas karena banyak negara menutup pelabuhan dan perbatasan.
- Kombinasi kedua alasan tersebut di atas menjadi hal yang tidak mudah bagi negara-negara yang mendapatkan pangan dari pasar internasional
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 10 Kurikulum Merdeka: Pola Pengembangan Paragraf
*Desclaimer: Kunci jawaban dalam artikel ini hanya sebagai referensi orang tua untuk mengoreksi hasil pekerjaan siswa.
(Tribungorontalo.com/Fitriana)