Update Kabar Dunia
5 Orang Tewas dalam Serangan Israel ke Wilayah Suriah, 19 Luka-luka
Badan berita resmi Suriah, SANA, melaporkan bahwa pertahanan udara Suriah menghadapi agresi yang menargetkan beberapa titik di wilayah tengah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kebakaran-yang-dipicu-oleh-dugaan-serangan-Israel-di-daerah-Masyaf.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Sebuah rangkaian dugaan serangan udara Israel menghantam beberapa wilayah di Suriah tengah pada Minggu malam.
Informasi yang dikumpulkan TribunGorontalo.com, serangan itu menewaskan sedikitnya 5 orang, serta melukai 19 lainnya.
Media pemerintah Suriah melaporkan, bahwa serangan ini bahkan memicu kebakaran di wilayah terdampak serangan.
Badan berita resmi Suriah, SANA, melaporkan bahwa pertahanan udara Suriah menghadapi agresi yang menargetkan beberapa titik di wilayah tengah.
Baca juga: HP Samsung Galaxy A06 Rilis Indonesia, Harga Mulai Rp 1 Jutaan, Cek Spesifikasi Lengkapnya
Serangan ini dilaporkan menyebabkan kerusakan pada jalan raya di provinsi Hama dan memicu kebakaran yang petugas pemadam kebakaran masih berupaya padamkan hingga Senin dini hari.
Menurut SANA, setidaknya lima korban tewas dan 19 orang terluka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis, telah tiba di Rumah Sakit Nasional Masyaf.
Kepala rumah sakit, Faysal Haydar, tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang identitas para korban.
Wilayah Masyaf, yang terletak di barat Hama, diyakini sebagai basis bagi pasukan Iran dan milisi pro-Iran, dan telah berulang kali menjadi sasaran serangan yang secara luas dikaitkan dengan Israel dalam beberapa tahun terakhir.
Di wilayah ini juga terdapat Pusat Penelitian dan Studi Ilmiah (CERS atau SSRC), yang menurut Israel digunakan oleh pasukan Iran untuk memproduksi rudal permukaan-ke-permukaan presisi.
Baca juga: Paris Jusuf Jabat Ketua Sementara DPRD Provinsi Gorontalo Periode 2024-2029
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), sebuah pemantau perang oposisi yang berbasis di Inggris, melaporkan bahwa salah satu serangan menargetkan pusat penelitian ilmiah di Masyaf dan lokasi lain tempat milisi dan ahli Iran ditempatkan untuk mengembangkan senjata di Suriah.
Media lokal juga melaporkan adanya serangan di sekitar kota pesisir Tartous.
SOHR, yang dijalankan oleh satu orang, sering dituduh oleh analis perang Suriah memberikan laporan yang salah dan melebih-lebihkan jumlah korban, bahkan terkadang diduga mengada-ada.
Tidak ada komentar langsung dari Israel terkait serangan ini, yang jarang mengakui operasi-operasi individualnya di Suriah.
Israel telah melakukan serangan udara di dalam Suriah sejak pecahnya perang saudara di negara itu pada 2011, terutama dengan menargetkan upaya transfer senjata ke kelompok teroris Hezbollah yang didukung Iran di Lebanon atau untuk mencegah para pejuang Iran mendapatkan pijakan di dekat perbatasan Israel.
Sejak serangan brutal Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel dan menyebabkan 251 orang diculik, Israel meningkatkan serangan terhadap sasaran teroris yang didukung Iran di Suriah, termasuk pertahanan udara tentara Suriah dan beberapa pasukan Suriah.
Hezbollah, sekutu Palestina Hamas, terus terlibat baku tembak hampir setiap hari dengan Israel sejak memulai serangannya dari Lebanon sehari setelah pembantaian Hamas, yang memicu perang di Gaza.(*)