Update Kabar Dunia
Medo Halimy Bintang TikTok Palestina Tewas dalam Serangan Udara Israel
Dalam video terakhirnya, yang diposting beberapa jam sebelum ia tewas, Halimy merekam dirinya menulis di sebuah buku catatan, dengan halaman-halaman
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Camp-pengungsian-Palestina.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Seorang bintang TikTok asal Palestina, Medo Halimy (19), yang terkenal dengan konten-konten tentang kehidupan sehari-hari di Gaza, tewas dalam serangan udara Israel pada Senin (26/8/2024).
Halimy, yang kerap membagikan video tentang keseharian hidupnya di kamp pengungsian, tewas saat sedang bersama temannya, Talal Murad (18), di sebuah kafe internet yang hanya berupa tenda dengan fasilitas Wi-Fi.
Kejadian tragis tersebut bermula ketika Halimy dan Murad bertemu di tenda kafe tersebut untuk menghabiskan waktu bersama.
Mereka sempat mengambil swafoto yang kemudian diunggah Halimy di Instagram dengan keterangan "Akhirnya Bertemu Lagi."
Namun tak lama setelah itu, serangan udara Israel menghantam sebuah mobil di dekat mereka, menyebabkan ledakan yang menewaskan Halimy dan melukai Murad.
Menurut Murad, yang masih dalam pemulihan dari luka-lukanya, Halimy adalah sosok yang membawa pesan harapan dan kekuatan bagi banyak orang. "Dia mewakili harapan dan kekuatan," ujar Murad dengan penuh emosi.
Kematian Halimy mengundang gelombang duka dari berbagai pihak, termasuk dari teman-temannya di Harker Heights, Texas, tempat ia menghabiskan satu tahun pada 2021 dalam program pertukaran pelajar yang disponsori oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.
Heba al-Saidi, koordinator alumni program Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study, mengenang Halimy sebagai sosok yang penuh humor, kebaikan, dan kecerdasan. "Medo adalah jiwa dari setiap pertemuan... humor, kebaikan, dan kecerdasannya adalah hal-hal yang tidak akan pernah dilupakan," ujarnya.
Selain itu, kematian Halimy juga memicu gelombang duka di media sosial, di mana para pengikutnya menyatakan keterkejutan dan kesedihan seolah-olah mereka kehilangan seorang teman dekat.
Dalam beberapa waktu terakhir, perang antara Israel dan Hamas telah menewaskan lebih dari 40.000 warga Palestina, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza.
Konflik ini juga telah mengubah kehidupan banyak remaja di Gaza, termasuk Halimy, yang menggunakan media sosial untuk membagikan realitas kehidupan di wilayah yang terkepung tersebut.
Melalui akun TikTok-nya, Halimy sering membagikan video tentang kehidupan sehari-hari di kamp pengungsian.
Dalam salah satu videonya, Halimy mengajak penontonnya untuk melihat bagaimana ia menjalani hidup di dalam tenda, mulai dari antrean panjang untuk mendapatkan air minum, mandi dengan peralatan sederhana, hingga memasak makanan dengan bahan-bahan yang terbatas.
Meskipun kontennya seringkali menggambarkan kesulitan hidup di Gaza, Halimy dikenal karena kemampuannya menyalurkan kesedihan dan kecemasan melalui humor.
Dalam salah satu videonya, ia terlihat kesal ketika suara drone Israel mengganggu proses perekaman video resepnya.
Video terakhir yang diunggah Halimy sebelum kematiannya menunjukkan ia sedang menulis di sebuah buku catatan, menyebutkan bahwa ia sedang merancang sebuah "proyek rahasia baru."
Kematian tragis Halimy menjadi pengingat akan realitas kehidupan di Gaza, di mana perang dan kekerasan terus merenggut nyawa, bahkan mereka yang hanya ingin membagikan cerita hidup mereka kepada dunia. (*)